Werewolf Alteration

Werewolf Alteration
Part 11 Why me?


__ADS_3

Sebuah kastil bernuansa putih abu abu menggambarkan betapa manlynya kastil tersebut. Azzlea nampak tertagun melihat dekorasi didalamnya entah bagaimana dia bisa berada disini azzlea tak terlalu memikirkan semuanya.


Keduanya berjalan memasuki kastil megah itu, 'Indah' itulah kata yang menggambarkan dekorasi didalamnya yang tertata rapi dan sangat cantik.


"Kastil siapa ini?" gumam Azzlea.


"Tentu saja kastil yang akan kita tempati nantinya" pangeran Fred menjawab gumaman Azzlea. Azzlea menghentikan langkah kakinya.


"Apa maksudmu?" azzlea memandang pangeran fred bertanya dengan nada tinggi.


"Aku tidak perlu mengulang ucapanku"


"Apa kau berharap agar tinggal di kerajaan bersama dengan yang lain" ucap pangeran Fredrico dingin.


"Mengapa aku harus tinggal disini, dan juga dikerajaan aku bisa tinggal bersama orang tua ku"


"Dan lagi untuk apa aku tinggal disini bersamamu, aku tidak pernah sudi tinggal bersama dengan mu" ucap azzlea marah.


"Apa kau tidak berfikir bagaimana pendapat rakyat jika tahu seorang luna tidak tinggal bersama Alpha ha" pangeran Fred naik pitam dia mencengkeram tangan azzlea dengan kuat.


Mendengar penolakan dari gadis didepanya seolah membuat darahnya mendidih, selama ini tak ada yang berani menolak ataupun membantah ucapanya, namun gadis ini dengan beraninya menolak apa yang diucapkanya.


Azzlea meringis kesakitan sekuat tenaga dia mencoba melepaskan cengkeraman ditangannya.


"Apa maumu?"


"Mengapa kamu memilihku untuk menjadi mate mu ha"


"Bukankah ini yang diinginkan semua gadis, aku hanya memberimu jalan untuk itu" ucap pangeran Fred dengan tatapan sinis.


"Menjadi Luna maksud mu?"


"Cih bahkan bermimpi pun tidak aku sama sekali tidak menginginkannya" Azzlea memalingkan wajahnya.


"Jadi lepaskan aku, dan cari lah mate mu"


"Aku yakin kau berbohong bukan mengumumkan pada seluruh rakyat bahwa aku adalah mate mu" teriak azzlea mencoba melepaskan cengkramannya.


Pangeran Fredrico tertawa dengan lebarnya, bagaimana mungkin gadis ini menolak sesuatu yang ditawarkannya, bukankah itu sangat menguntungkan untuk dirinya.

__ADS_1


"Ya... Kurasa begitu, dan tak perlu untuk ku beritahu padamu bukankah kau merasakanya?" pangeran Fred menatap azzlea dengan tatapan tajam


"Aku tahu, aku bukan mate mu dan kamu bukan mateku, itu yang ingin kamu bicarakan"


"Lalu mengapa harus aku, mengapa bukan gadis yang di perkenalkan oleh petinggi malam itu yang kamu pilih, mengapa aku"


"Aku sama sekali tidak memiliki kekuatan apapun, kamu pasti tahu itu kan?" ucap azzla pasrah.


"Aku hanya menagih janjimu padaku" ucap pangeran Fred sembari membelai rambut panjang azzlea dengan sebelah tangannya.


"Janji apa maksud mu?" tanya azzlea tak paham.


Pangeran Fred melepaskan cengkramannya dari tangan azzlea dan berjalan menjauh dari nya, dan dalam sekejam mata Pangeran Fred merubah dirinya menjadi serigala putih bersih yang gagah berani.


Azzlea menutup mulutnya tak percaya, sekarang dia baru ingat siapa serigala ini sebenarnya. Dia adalah serigala yang menyelamatkannya saat dirinya berada dalam bahaya bersama dengan Fasutin kala itu.


"Kurasa sekarang kamu mengingatku bukan" ucap werewolf pangeran fred mendekati azzlea secara perlahan.


"Ap.. Apa.. Apa maksudmu?" tanya azzlea gugup.


"Bukankah kamu berjanji akan melakukan apapun jika aku menyelamatkan penjagamu itu"


"Ap.. Apa yang kamu inginkan" tanya Azzlea hati hati.


"Menikah denganku, dan menjadi Luna selanjutnya" ucap Pangeran Fred.


"Jangan khawatir, kau bukanlah mate ku kita buat kesepakatan bagaimana?" tawarnya.


"Kesepakatan macam apa yang kamu inginkan dariku?"


"Kita akan tetap melangsungkan pernikahan, menjalani kehidupan kita masing masing"


"Aku menjadi Alpha dan kamu Luna nya, kita adalah sepasang suami istri dihadapan banyak orang, dan jika suatu saat nanti aku telah menemukan mate ku, dan sebaliknya kita jalani kehidupan kita dengan pasangan masing masing bgaimana?"


"Bukankah ini penawaran yang menarik"


"Bukankah kau pun sama belum menemukan mate mu, kita sama sama membutuhkan dan saling menguntungkan"


"Ah... Aku tidak ingin mendengar penolakan dari mulut kecil ini" menyentuh bibir azzlea.

__ADS_1


"Jika kau menolak, aku akan membuat penjagamu merasakan yang kedua kalinya seperti malam itu,, dengan tangan ku sendiri tentunya" ucap pangeran fred.


"Jangan mengancamku" teriak Azzlea marah. Dia benar-benar tak menyangka bahwa pria didepannya mengancam dirinya dengan membawa nama penjaganya.


"Aku sama sekali tidak mengancammu,"


"Tapi justru aku dengan senang hati melakukannya" sinis pangeran fred.


Azzlea nampak berfikir, dari tatapan matanya terlihat jika pria didepannya ini sama sekali tidak main main dengan ucapannya, dan jika dia menolak Azzlea yakin dengan senang hati pria ini akan menghabisi Faustin lebih parah dari apa yang dilihatnya malam itu


Azzlea tidak bisa berbuat apa apa selain menuruti permintaannya, mungkin inilah takdirnya saat ini dari moon godness pikir azzlea.


"Baiklah, tapi aku ada beberapa permintaan" ucap azzlea.


"Apa itu?!"


"Jangan pernah sakiti Faustin, apapun yang terjadi"


"Itu mudah bagiku"


"Dan.... Jangan menyentuhku sampai aku menemukan mate ku," azzlea berkata dengan ragu.


"Cih.. Besar sekali kepercayaan dirimu, bahkan gadis diluar sana akan dengan senang hati datang kepelukanku"


"Aku pun akan dengan senang hati melakukannya. Dan lagi siapa yang akan menyentuhmu? Kau bukan tipe ku nona jangan berbangga diri. Aku pastikan tanganku bersih tanpa menyentuhmu" kata pangeran Fred percaya diri.


⭐⭐⭐⭐


Menjadi seorang Luna adalah tanggung jawab besar bagi Azzlea, namun demi keselamatan Faustin yang selalu menjaganya dari pria dingin yang akan menjadi calon suaminya itu dia harus rela mengesampingkan egonya sendiri.


Hari semakin dekat menurut Azzlea tanpa terasa hari pernikahannya semakin dekat, ibunda dan ayahnya pun sangat senang karena pada akhirnya Azzlea dapat menemukan matenya.


Bunda memandang putrinya yang tengah duduk di tengah taman bunganya, Putri kecilnya kini akan menjadi Luna, pendamping dari pemimimpin seluruh rakyat bahkan bunda sama sekali tak pernah membayangkan hal ini akan terjadi pada putrinya.


Baginya.. Putrinya dapat menemukan matenya saja adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupnya, dan menjadi Luna itu hadiah paling besar yang diberikan moon godbess pada nya dan keluarganya, Bunda hanya berharap kehidupan putrinya lebih baik karena selama ini dia sangat menderita.


Tanpa memiliki teman ataupun kekuatan membuat putrinya lain dari yang lain, Bunda sangat bersyukur ada Faustin penjaga yang senantiasa menemani putrinya, bahkan dia tak mempermasalahkan kedekatan putrinya dengan penjaga nya karena penjaga itulah satu satunya teman yang dia punya.


Tanpa sadar bunda menitikkan air matanya, memandang bagaimana bahagia kehidupan putrinya nanti, disanjung dan dihormati oleh seluruh negeri tanpa haris dihina kembali karena kekurangan yang dimilikinya.

__ADS_1


__ADS_2