Werewolf Alteration

Werewolf Alteration
Secepatnya


__ADS_3

Quincy menggelengkan kepalanya sekali lagi, perlahan jemarinya menghapus air mata yang masih mengalir dipipi Azzlea, Kakak kesayangannya ini. Senyum manis terus tertoreh dibibir manis Quincy dan meyakinkan Azzlea bahwa semuanya akan baik-baik saja.


"Apa kau akan membawa Milly bersamamu Kak?" tanya Quincy. Azzlea dengan berat hati meng'iya' kan pertanyaan yang Quincy ajukan padanya.


"Jika memang aku harus membawa Milly bersama ku, apa boleh buat memang itulah yang bisa kulakukan."


"Kau sungguh berlapang dada Kak, aku tak menyangka kau akan membuat keputusan yang sangat besar didalam hidupmu." ujar Quincy.


"Gadis bodoh. Bukankah kalian bisa datang bersama dengan kami. Bukankah kalian sama dengan ku em?" ujar Azzlea.


Quincy justru memutar bola matanya mencari jawaban dari pertanyaan Azzlea. Sudah seribu tahun lamanya mereka hidup namun mereka lupa apakah mereka masih mahkluk yang sama dengan Azzlea atau bukan. Karena nyatanya mereka masih sanggup hidup dan tanpa perubahan sama sekali selama kehidupan panjang yang mereka lalui. Hanya saja waktu yang terus menerus berubah dan bertambah.


"Jika kalian mau, kalian bisa tinggal dikastil kami. Hidup bersama kami dan menjadi bagian dari kami bagaimana?" tawar Azzlea.

__ADS_1


"Apakah boleh seperti itu, lalu bagaimana dengan tempat ini?" tanya Quincy.


"Tempat ini akan tetap seperti pada awalnya, aku yakin Quinza juga akan menyetujui apa yang ku tawarkan kepada kalian."


"Dengan begitu bukankah kalian tidak harus kehilanganku dan aku tetap menjadi Kakak kalian em?"


"Banyak hal yang kalian lewatkan hanya untuk menungguku, kini saatnya kalian kembali pada kehidupan kalian dan melewati semua hal yang belum pernah kalian lakukan sebelumnya. Aku akan membantu kalian sebagai permintaan maafku atas nama Quinza kepada kalian." ucap Azzlea sekali lagi.


Melihat ketulusan Azzlea tanpa sadar Quincy menganggukkan kepalanya. Hal itu membuat Azzlea begitu kegirangan karenanya, karena dirinya tak perlu merasa sangat bersalah karena telah meninggalkan mereka.


"Aku yakin dia akan sangat kegirangan mendengarnya. Karena memang dia telah menunggu kedatangan Kakak dengan sabar." ujar Quincy. Azzlea menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Aku akan ketempat Queene, berikan aku waktu untuk menjelaskan semuanya kepadanya." ujar Azzlea.

__ADS_1


"Apakah Queen akan menerima semuanya Kak?"


Azzlea kembali menyunggingkan senyum dibibirnya. "Tentu saja tidak, bahkan dia sempat memohon padaku agar aku tetap tinggal disini bersamanya jika aku harus kembali membawa serta Milly bersamanya." ujar Azzlea menjelaskan.


"Akan sangat sulit untuknya menerima keputusan yang kau pilih saat ini Kak. Aku harap Queen benar-benar mengerti dengan keputusan yang Kau lakukan."


"Terimakasih." ucap Azzlea dengan tulus. Quincy kembali menganggukkan kepalanya, namun belum sempat keduanya berpisah Quincy kembali memeluk tubuh Azzlea dengan sangat erat kedalam rengkuhannya.


"Tunggu kami menemui mu Kak. Aku akan sangat merindukan kehadiranmu saat kau sudah kembali bersama dengan keluargamu." ujar Quincy.


Azzlea mengusap lembut punggung Quincy dengan penuh kehangatan. "Akan selalu kutunggu kehadiran kalian ditengah keluarga kami, kuharap kau menyukai tempat kami yang jauh dari tempat saat ini kau tinggali." ucap Azzlea.


Quincy mengangguk mengerti, senyum terus menerus mengembang dibibir Quincy. Tak ada kesedihan yang dirasakan oleh Quincy, justru kebahagiaan yang terus terukir dihatinya yang paling dalam.

__ADS_1


"Lalu kapan kau akan kembali Kak?" tanya Quincy.


"Secepatnya." ujar Azzlea yang kemudian pergi meninggalkan Quincy.


__ADS_2