
Azzlea beserta Qarira berjalan bersama, sesuai janjinya Qarira mengantarkan Azzlea ke tempat dimana saat ini wolf Azzlea tengah berada. Dalam perjalanan Qarira banyak menceritakan bagaimana kehidupan Azzlea sebagai Quinzi dalam seribu tahun yang lalu. Qarira begitu bersemangat menceritakan bagaimana sifat Azzlea yang sama sekali tak berubah walau mereka sudah tak lagi bertemu selama seribu tahun.
Azzlea menghentikan langkah kakinya diiluti oleh Qarira yang juga tanpa sadar berhenti mengikuti langkah Azzlea. Qarira sedikit binging karena Azzlea tak kunjung kembali melangkahkan kakinya.
"Hei Qarira, kurasa kita sudah memutari tempat ini sebanyak tiga kali, kau sengaja membuatku berputar-putar ditempat ini bukan?" selidik Azzlea yang menyadari bahwa Qarira sedang mempermainkannya.
Qarira terdiam menghentikan langkah kakinya, Qarira berbalik menatap Azzlea yang kini memberikan tatapan tajam kepadanya. Senyum mengembang disudut bibir Qarira menatap memelas kearah Azzlea.
"Jangan karena kau menatapku seperti itu." kesal Azzlea.
"Sekarang tunjukkan jalan yang benar ketempat dimana Queen berada." tegas Azzlea.
Qarira kembali tersenyum menggaruk kepalanya yang memang tak gatal sama sekali. "Aku benar-benar tak sepenuhnya sengaja terus berputar ditempat ini."
"Sebenarnya... Mmm aku lupa jalan kearah dimana Wolf Kakak berada. Tempat ini tempat yang belum lama ada yang dibuat oleh Quinzi, dan aku belum begitu hafal dengan tempat ini." sanggah Qarira.
__ADS_1
"Kau berusaha membohongiku begitu?" ujar Azzlea penuh selidik.
"Be... Benar Kak. Aku tidak membohongimu, aku benar-benar belum hafal dengan tempat ini. Sungguh" ujar Qarira.
"Jangan membohongiku Qarira. Kau tahu? disini hanya kau lah yang sudah kupercaya. Kau menghancurkan kepercayaan yang ku miliki." gertak Azzlea.
"Kau benar-benar akan melakukan hal ini padaku ha?" ucap Azzlea sedikit meninggikan volume suaranya.
Qarira tercekat menatap Azzlea, namun sedetik kemudian Qarira menundukkan kepalanya tak berani menatap mata Azzlea yang kini semakin tajam menatap Qarira. "Kau benar-benar gadis bodoh Qarira, sudah seribu tahun kau masih saja bodoh seperti dulu. Dan sekarang kau justru mengahancurkan kepercayaan Quinza yang baru saja mempercayaimu." ucap Qarira dalam hati.
"Sudah seribu tahun lamanya aku masih saja wanita bodoh dimatamu Kak. Bahkan sekarang aku menghancurkan kepercayaan yang kau miliki setelah seribu tahun kita baru bertemu." sambungnya.
"Memang, kau memang gadis bodoh dari yang terbodoh yang pernah aku temui." ujar Azzlea membenarkan.
"Benarkah begitu?" tanya Qarira semakin memasang wajah sedihnya.
__ADS_1
"Baiklah jika kau memang akan seterusnya membohongiku, aku bisa mencari jalan keluar sendiri dari sini untuk menemui Queen." ucap Azzlea melenggang pergi meninggalkan Qarira terlebih dahulu.
Qarira terdiam melihat Azzlea yang pergi meninggalkannya, tanpa terasa air matanya menetes begitu saja membanjiri pipinya. "Aku hanya ingin bersama dengan Kakak sedikit lebih lama. Apa aku salah jika melakukan itu?" teriak Qarira dengan isakan tangisnya.
Azzlea berbalik kearah Qarira yang sudah banjir dengan air mata. Azzlea sama sekali tak menunjukkan reaksi apapun diwajahnya, dia begitu kesal karena Qarira justru berusaha membohongi dirinya.
"Apa maksud dari ucapanmu itu?" ujar Azzlea.
"Mengingat bagaimana sifat Kakak, Kakak akan memintaku pergi meninggalkan Kakak setelah bertemu dengan wolf milik mu. Bukankah begitu?"
"Kakak akan memintaku untuk meninggalkan kalian berdua dan mungkin akan mencari jalan keluar untuk pergi dari tempat ini. Meskipun itu mustahil."
"Dengan begitu aku tak akan memiliki waktu yang lebih lama bersama dengan Kakak." teriak Qarira.
"Apakah aku bersalah jika aku hanya ingin sedikit lebih lama bersama dengan Kakak?" ujarnya lagi dengan volume suara yang melirih. Kini air matanya mengalir diwajah cantiknya.
__ADS_1