Werewolf Alteration

Werewolf Alteration
Menangkap Ikan


__ADS_3

"Saya hanya ingin memberikan vitamin untuk Luna"


"Resep ini saya dapatkan dari kedua orang tua saya saat mereka masih hidup Luna" ujar Frisca mencoba meyakinkan Azzlea.


"Mengapa kau tidak mengatakannya langsung padaku jika kau ingin memberikanku vitamin?" tanya Azzlea penuh selidik.


"Karena saya takut Luna menjadi salah sangka dengan saya. Terlebih lagi semua orang dikastil ini mencurigai keberadaan saya"


"Lalu? Dengan cara kau memasukkan vitamin tanpa sepengetahuan ku bukankah kau lebih mencurigakan lagi?" ucap Azzlea.


"Saya hanya ingin memberikan yang terbaik untuk Luna. Maafkan atas kelancangan yang saya buat kepada Luna" sesal Frisca bersujud dibawah kaki Azzlea.


"Jikalau memang begitu kau bisa membuktikannya padaku apakah minuman itu berisi racun atau tidak. Minumlah agar aku bisa percaya padamu" ujar Azzlea sekali lagi.


Tanpa ragu Frisca menenggak minuman yang tadi dibawanya didepan Azzlea. Frisca tersenyum miring melihat betapa terkejutnya Leyna mendapati bahwa tak ada reaksi apapun didalam tubuhnya. Azzlea mampu bernafas dengan lega dan tersenyum kearah Frisca.


"Lihat? Tak terjadi apapun kepada Frisca, Ley. Mengapa kau bisa berkata seperti itu padanya?" ujar Azzlea.


"Maafkan atas kecerobohan saya Luna" sesal Leyna.


Leyna kemudian memberikan selimut yang sejak tadi dibawanya dan memasangkannya ditubuh Azzlea. Azzlea sepertinya begitu enggan untuk masuk kedalam kastil dan tetap duduk dibangku kesayangannya. Lampu yang berkelip membuat taman semakin cantik saat malam hari tiba.


Azzlea menyesap teh ditangannya dengan santainya. Kali ini Leyna sendirilah yang membuatkan teh untuk Azzlea karena Leyna masih benar-benar tak percaya dengan Frisca.


Azzlea tersenyum simpul menatap jauh kedepan. Leyna memandang Lunanya dengan kening berkerut karena sejak tadi Azzlea nampak tersenyum, ada kalanya tersenyum riang ada kala pula Leyna melihat Azzlea tersenyum dengan sinis.


"Aku lapar. Ambilkanaku beberapa buah agar aku bisa memakannya Ley" perintah Azzlea kepada Leyna. Leyna yang merasa diperintahkan segera pergi kedapur untuk mengambil apa yang diinginkan oleh Azzlea.


Para maid yang lain diminta Azzlea untuk mengawasinya dari kejauhan, begitu pula Gaurds yang ikut menjaganya. Azzlea tak ingin terlalu banyak orang disekitarnya dan hanya meninggalakan Frisca beserta dirinya saja didalam taman itu.


"Kau tahu?" setelah keheningan tercipta kini Azzlea mulai angkat bicara dan menatap kearah Frisca dengan senyum yang terus tercetak dibibirnya.


"Jika kau berfikir bahwa mengapa ditubuhmu sama sekali tak menimbulkan reaksi apapun karena penawar yang ada didalam tubuhmu kau salah besar" ujar Azzlea sembari menyesap tehnya.

__ADS_1


"Ap... Apa maksud dari ucapan Luna? Saya sama sekali tidak mengerti" elak Frisca.


"Kau tahu?! Dalam tubuhmu tersimpan penawar yang kebal akan berbagai jenis racun. Bukan begitu?" Azzlea berbicara dengan santainya seraya senyum yang tak luntur dari bibirnya.


"Saya benar-benar tak mengerti apa maksud dari ucapan Luna?" elak Frisca.


"Pergilah! Sudah cukup lama aku membiarkanmu tinggal dan berada dilingkunganku. Aku bukan lagi wanita bodoh yang bisa kau tipu daya"


"Ahh.. Kau tahu mengapa kau sama sekali tak bisa menggoda suamiku?"


"Itu karena dia sangat mencintaiku. Dan lagi dia tak akan pernah tergoda hanya karena kepolosan yang kau buat"


"Ah.. Kurasa Fredrico begitu ingin membuangmu dari kastil ini sejak lama bukan?" ujar Azzlea santai seraya menyesap tehnya hingga tandas.


"Kau harus tahu satu hal. Aku bukan dengan berlapang dada membiarkanmu tinggal disini. Aku pula bukan karena keinginanku selalu membelamu agar kau tetap tinggal disini. Mengapa kau begitu senang saat aku tetap menahanmu disini hm?" sinis Azzlea.


"Apa maumu?" marah Frisca karena rencananya ternyata terlihat jelas dimata Azzlea.


"Tentu saja membuatmu jera?! Namun ternyata kau memanfaatkan kebaikan yang ku berikan padamu" ucap Azzlea dengan memainkan rambutnya yang panjang dengan menggulungnya.


"Ah satu lagi! pergilah sejauh mungkin dan jangan biarkan aku mengetahui keberadaanmu. Atau aku tak akan segan sedikitpun padamu" ucap Azzlea. Bibirnya tersenyum begitu manis namun matanya menatap tajam kearah Frisca dengan mata birunya.


Frisca bergidik ngeri melihat raut wajah Azzlea yang ditunjukkan padanya. Sungguh baru pertama kali dia melihat hal ini pada diri Azzlea. Frisca terlihat ketakutan melihat mata yang dipancarkan oleh Azzlea, seolah mata itu akan membunuhnya dalam sekali berkedip saja.


Tanpa fikir panjang Frisca yang ketakutan segera berlari meninggalkan kastil, membuat siapapun yang melihat tingkah laku Frisca dibuat kebingungan karenanya, karena terlihat Frisca seolah lari tunggang langgang meninggalkan kastil.


"Wanita menakutkan, bagaimana bisa aku tinggal bersama wanita menakutkan seperti dirinya selama ini" kesal Frisca berlarian kesana kemari meninggalkan kastil yang beberapa bulan terakhir ditinggalinya.


Frisca dengan wujud werewolfnya berlari sejauh mungkin meninggalkan kastil, yang ada dibenaknya saat ini adalah menjauh sejauh yang dia bisa mengingat ucapan yang diucapkan Azzlea padanya.


"Pergilah sejauh mungkin dan jangan biarkan aku mengetahui keberadaanmu. Atau aku tak akan segan sedikitpun padamu" ucapan itu selalu terngiang-ngiang dikepala Frisca.


Sangat tidak mungkin bagi Azzlea untuk menjangkaunya mengingat bagaimana keadaan Azzlea saat ini. Namun dengan tatapannya yang tajam seolah mengisyaratkan bahwa dirinya saat ini benar-benar tak main-main dengan apa yang diucapkannya.

__ADS_1


Disisi lain Azzlea dengan santainya mengusap perutnya yang buncit seraya tersenyum dengan puas. Leyna yang tak tahu apa-apa benar-benar kebingungan dengan sikap yang ditunjukkan oleh para Maid yang melihat keanehan pada Frisca.


"Mengapa kamu berada disini?" suara bariton membuyarkan kesunyian yang sejak tadi terbentuk.


Azzlea menoleh kearah suara yang mengusik kesunyiannya. Pria itu berjalan mendekat kearah Azzlea dan duduk disampingnya.


"Masuklah, kurasa suamimu memiliki urusan yang sangat penting dan kemungkinan akan pulang larut malam" ujar pria itu.


"Aku sama sekali tak menunggu kepulangannya" Azzlea menjawab dengan santai.


"Lalu, untuk apa kau masih berada diluar sedangkan hari semakin malam" ujarnya lagi.


"Aku hanya ingin sedikit bersantai. Suasana malam ini begitu indah bukan?"


"Bintang-bintang memancarkan gemerlap sinarnya didampingi dengan sinar bulan yang begitu terang menerangi malam ini"


"Apa ada sesuatu hal baik yang membuat senyummu seolah tak luntur hari ini?"


Azzlea menoleh kearah Victor dan kembali tersenyum dengan manisnya. Victor dibuat keheranan karenanya, senyum yang dipancarkan kali ini membuat Azzlea nampak sangat cantik malam ini.


"Apakah aku terlihat seperti itu?" tanya Azzlea. Victor menganggukkan kepalanya pelan.


"Ada apa?" tanya Victor seraya mengerutkan keningnya.


"Hanya sedang memancing"


"Ikan?" tanya Victor. Azzlea menjawab dengan anggukkan kepalanya.


"Bagaimana mungkin?"


"Tentu saja mungkin, aku bahkan mendapatkan ikan yang sangat besar"


"Aku tengah menunggunya memakan umpan dikail ku" jawab Azzlea.

__ADS_1


"Apa yang sedang kau bicarakan padaku. Aku sama sekali tak mengerti apa maksud dari ucapanmu ini" ucap Victor kebingungan.


"Kau akan tahu sebentar lagi" jawab Azzlea seraya tersenyum keji tanpa menatap kearah Victor.


__ADS_2