
Fredrico semakin merapatkan bibirnya dibibir mungil azzlea. Memberikan kecupan di bibir atas dan bawah secara bergantian. Mengecap manisnya Bibir hangat dan lembut Azzlea seolah membuat fredrico candu dan enggan melepaskan pangutannya
Azzlea berusaha mendorong fredrico tetapi tenaga fredrico tentu lebih kuat darinya. Azzlea pasrah, awalnya yang ingin menolak semakin lama azzlea justru terbuai karena perlakuan yang diberikan fredrico. Meskipun azzlea tak membalas kecupan azzlea karena ini pertama kalinya untuk azzlea. Ya azzlea sangat menikmatinya
Brakk
Terdengar benda jatuh tak jauh dari tempat fredrico dan azzlea berdiri
"Ma.. Maaf kan.. Maafkan kelancangan saya pangeran" ternyata salah seorang pelayan tak sengaja masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil air.
Ember beserta sapu pel terlepas dari genggamannya karena terkejut melihat tuannya ternyata tengah memadu kasih dikamar mandi. Azzlea? Jangan tanyakan lagi. Wajahnya merah karena malu. Azzlea membuang muka tak mau menatap fredrico
Pelayan itu takut untuk memandang fredrico yang kini menatapnya tajam. Wajahnya pucat pasi, rasa takut menjadi satu. Tak tahu harus berbuat apa pelayan berinisiatif meninggalkan kamar mandi. Memergoki tuannya tengah memadu kasih adalah bencana baginya
"Berhenti" titah fredrico dingin
"Maafkan kesalahan saya pangeran. Saya benar-benar tidak tahu kalau pangeran dan nona tengah berada disini. Mohon ampuni saya" mohon pelayan itu berlutut pada fredrico
Pelayan ini adalah salah satu pelayan dikastil fredrico. Dia sangat paham dengan sikap tuannya yang seperti apa. Kali ini dia bahkan mengakui kalau apa yang dilakukannya adalah kesalahan besar
"Kamu tahu apa konsekuensinya bukan?"
"Pergi dari sini sekarang" fredrico berkata dengan dingin
Pelayan itu semakin berlutut pada fredrico meminta pengampunan meskipun dia tahu ini hal mustahil baginya. Menangis meminta pertolongan agar fredrico tak memecatnya. Fredrico tetaplah fredrico yang tak kenal kata ampun dan tetap teguh pada pendiriannya
"Maafkan dia fred" ucap azzlea
Azzlea kasihan karena pelayannya harus melakukan hal seperti ini pada fredrico. Sedangkan fredrico sama sekali tak bergeming meskipun wanita itu memohon meminta pengampunan
"Bangunlah" ajak azzlea memegangi bahu pelayan itu agar berdiri
"Tak sepantasnya kamu memecat dia fred. Dia tak bersalah sama sekali" protes azzlea
"Cih.. Masuk tanpa izin itu adalah kesalahan"
"Tidak..!"
"Kita.. Kita yang salah. Ini bukan kamar mandi pribadi kita. Dia pasti tidak tahu kalau aku masuk kedalam kamar mandi ini sebelumnya"
"Jadi ini bukan salah dia. Jangan pecat dia"
Azzlea sebenarnya malu karena harus mengingatkan kejadian beberapa saat yang lalu. Tetapi demi pelayan itu azzlea mengesampingkan rasa malunya
__ADS_1
"Dia sudah tahu apa konsekuensi saat masuk kedalam kastil ini"
"Tapi kau tidak bisa seenaknya memecat dia sesuai kehendakmu fred"
"Cih tentu saja bisa. Ini kastil ku dan semua nya adalah perintahku"
"Tapi kasihan dia fred"
"Sebentar lagi kau bukan lagi seorang pangeran yang bisa semena-mena sesuka hatimu fred"
"Kau akan menjadi Alpha yang akan di hormati oleh selurih kaum werewolf. Dan hal semacam ini bukan hal baik untuk seorang Alpha" ucap azzlea
"Apa sekarang kau berani menasehatiku"
"Apa... Apa seorang istri tidak boleh menasehati suaminya" protes azzlea
"Keluar, bawa ember dan semua yang kau jatuhkan" titah fredrico pada pelayan
"Kau masih tetap memecatnya fred?" azzlea benar-benar tak percaya
"Apa kau tidak ingin melanjutkan pekerjaanmu? Kau benar-benar ingin dipecat"
"Tidak.. Tidak pangeran. Terimakasih.. Terimakasih"
Wanita itu berjalan keluar meninggalkan keduanya. Azzlea menatap punggung pelayan itu dengan penuh syukur
"Jadi kau berencana melanjutkan adegan tadi di kamar pribadi kita" bisik fredrico ditelinga azzlea
"Jangan harap" kesal azzlea yang ikut keluar dari kamar mandi
Fredrico tersenyum puas. Ingin sekali lagi mengecap lembutnya bibir hangat azzlea
"Agh sial" gerutu fredrico
Azzlea kembali masuk kedalam kamarnya merebahkan tubuhnya diranjang serta menyelimutinya hingga menutupi seluruh badannya dalam sekejap mata azzlea terlelap dalam mimpinya
***
Azzlea terbangun karena rasa lapar yang teramat sangat. Ternyata hari sudah mulai sore. Azzlea segera bangun dan mencuci wajahnya. Dia turun menuju dapur
Dengan segera azzlea menyantap makanan yang sudah tersedia di atas meja makan tanpa peduli yang lainnya
Azzlea menyadari kalau kastil sangat sepi. Bahkan setelah bangun tidur dia sama sekali tak melihat fredrico
__ADS_1
Rasa penasaran hilang seketika dengan rasa lapar diperutnya. Azzlea melahap habis makanan didepannya
Azzlea berencana untuk keluar dari kastil atau sekedar ketaman. Tetapi baru saja dia melangkahkan kaki nya keluar pintu utama seorang penjaga mencegahnya
"Maaf nona! tidak ada yang boleh keluar dari dalam kastil sebelum pangeran kembali" ucap penjaga itu
"Mengapa tidak boleh? aku hanya ingin duduk ditaman!"
"Maafkan saya nona! ini adalah perintah pangeran" penjaga itu tetap pada pendiriannya
"Lalu kemana pangeran kalian sekarang?"
"Beliau sedang pergi keperbatasan nona, sekelompok pack dari werewolf hitam memberontak dan melukai beberapa rakyat vredo"
"Apa dia tengah melawan sekumpulan pack itu?" azzlea penasaran
Penjaga itu mengangguki pertanyaan azzlea
"Baiklah.. Aku akan masuk" azzlea berjalan masuk kedalam kastil
"Bagus kalau dia tak ada disini. Jadi aku tak perlu repot-repot menjaga jarak dengannya"
"Cih.. Dia bahkan berani mengambil ciuman pertama ku" azzlea menyentuh bibirnya
Azzlea masuk kekamarnya. Menyusuri setiap sudut ruangan. Ini adalah kamar pribadi fredrico. Kamar yang biasa digunakannya saat singgah di kastil. Tapi kini telah menjadi kamar azzlea juga
Kamar fredrico terbilang sangat luas. Bahkan jikalau harus berlarian kesana kemari tak akan ada masalah melihat luasnya kamar fredrico. Didalamnya juga ada satu kamar mandi yang tak kalah luas juga ruangan khusus untuk menyimpan pakaian fredrico juga berbagai sepatu serta jam tangan koleksinya. Bahkan ada tempat menggantung beberapa koleksi topi milik fredrico
Azzlea melangkahkan kakinya. Beberapa lukisan yang azzlea tak tahu apa itu tergantung didinding menghiasi dinding kamarnya. Terlihat aneh namun cocok berada didalam kamarnya
Tak jauh dari sana terdapat sebuah almari yang cukup besar. Memiliki tinggi yang hampir 3 meter dengan empat susun didalamnya. Bagian paling atas seperti koleksi mainan yang azzlea tak tahu secara spesifik apa saja melihat tingginya almari itu. Dibagian kedua ada berbagai macam piala juga piagam yang azzlea yakini milik fredrico karena salah satu nya tertulis nama fredrico disana
"Banyak sekali penghargaan yang dia miliki ternyata"
Bagian ketiga beberapa koleksi patung berukuran kecil yang azlea tak tahu makna dari patung-patung tersebut. Dibagian paling bawah azzlea tak tahu karena tertutup dan azzlea enggan membukanya. Azzlea menyentuh satu persatu patung yang menurutnya menarik
"Baiklah... Karena dia tak ada disini aku bisa melakukan hal sepuas yang aku mau" ucap azzlea sambil memegang patung milik fredrico
Cklekk
Azzlea tak sengaja menyenggol salah satu patung fredrico. Namun sedetik kemudian pintu almari terbelah menjadi dua berubah menjadi layaknya pintu
"Wahh.. Azzlea memandang takjub isi ruangan yang baru saja dimasukinya
__ADS_1