Werewolf Alteration

Werewolf Alteration
Part 15 Kastil


__ADS_3

Suara ketukan membangunkan dua orang yang tengah tertidur lelap dikamar dengan berpelukan. Tanpa merasa terganggu sedikitpun dengan suara bising diluar sana.


"Nona..." suara kepala pelayan mengusik pendengaran Azzlea yang tengah terlelap.


Azzlea menggeliat merenggangkan tubuhnya. Azzlea mulai membuka mata nya, dia kaget karena tepat didepannya azzlea menatap dada bidang. Ya.. Kedua nya tengah tidur berpelukan, azzlea membulatkan matanya.


"Aaaaa" Azzlea berteriak serta mendorong tubuh fredrico hingga jatuh kelantai.


'Tunggu.. Dimana bantalku'


'Kenapa jadi seperti ini?' batin azzlea sembari memakai pakaiannya takut jika Fredrico semalam berbuat sesuatu padanya.


"Auch.." ringis Fredrico kesakitan. Fredrico yang masih terlelap dalam tidurnya terkejut karena tubuhnya tiba tiba jatuh kelantai.


"Apa yang kau lakukan ha" marah fredrico bangun dari duduknya.


"Apa.. Apa yang kau lakukan padaku semalam ha"


"Mengapa semua bantal pembatas yang ku buat jatuh berserakan"


"Kau pasti melakukan sesuatu padaku tanpa sepengetahuanku kan" tuduh Azzlea menggebu-gebu.


"Cih.. Percaya diri sekali kamu.. Apa kamu masih berfikir kalau aku berselera melihat tubuhmu yang kecil itu" fredrico berlalu kekamar mandi. Mendengar jawaban Fredrico sungguh membuat Azzlea kesal setengah mati.


"Tubuh kecil katanya? Bukan tubuhku yang kecil, tapi tubuhnya yang terlalu besar" gerutu Azzlea kesal.


Selesai membersihkan diri kedua nya turun untuk sarapan bersama.


Dimeja makan kedua keluarga sudah berkumpul bersiap untuk sarapan. Ada Alpha parvis serta Luna Zenia tak lupa juga Beta Delvin dan bunda rieka yang sudah menunggu sepasang pengantin baru turun dari kamarnya.


Azzlea da fredrico duduk berdampingan dimeja makan, ketiga pasang suami istri itu makan dalam diam tanpa sepatah katapun yang keluar.


Meskipun Azzlea nampak canggung karena ini kali pertama dia bisa berhadapan langsunh dengan seorang Alpha yang gagah berani juga Luna yang sangat cantik bak bidadari.


"Setelah ini, aku meminta izin untuk membawa azzlea kekastil yang telah kusiapkan sebelumnya" ucap fredrico setelah menyelesaikan sarapannya.


Sontak semua menoleh kearah fredrico. Tak terkecuali Azzlea yang kaget karena pernyataan Fredrico yang tiba-tiba tanpa memberitahu sebelumnya.


"Kalian tidak tinggal di kerajaan saja?" tanya Alpha Parvis.


Fredrico menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Kami akan sering berkunjung kekerajaan maupun kekastil ini"


"Tapi kami sudah berencana untuk mandiri tinggal dikastil yang sebelumnya telah ku persiapkan" ucap Fredrico.


"Apa kalian tidak bisa disini lebih lama lagi" ucap Beta Delvin.


"Aku ingin segera membawa Azzlea kekastil kami berdua" ucap Fredrico tersenyum miring.


"Baiklah baiklah.. Kami mengerti" jawab Beta Delvis seraya tertawa menggoda Fredrico juga Azzlea.


"Kalau itu memang keputusan kalian kami tidak bisa memaksa" jawab Alpha paham.


"Jangan lupa untuk sesering mungkin mengunjungi kami yang sudah tua ini" ucap Alpha Parvis.


Meskipun kedua orang tua berat melepaskan anak mereka untuk tinggal sendiri, tetapi mereka tak ada hak sama sekali untuk melarang karena itu adalah keputusan fredrico dan azzlea. Terlebih lagi kini keduanya telah menjadi sepasang suami istri yang ingin membangun rumah tangganya sendiri.


"Apa maksudmu berkata seperti itu tanpa persetujuan dariku dulu ha?" protes azzlea saat keduanya masuk kedalam kamar.


"Bukankah saat pertemuan pertama kita, kita sudah sepakat untuk tinggal di kastil yang kita kunjungi itu. Jadi kenapa kamu tidak setuju dengan keputusanku!" jawab fredrico.


"Tapi aku tidak berfikir secepat itu" azzlea masih protes.


"Segera kemasi barang-barangmu. Kita akan segera pergi setelah ini. Ingat perjalanan kita sangat jauh" titah fredrico.


"Cih. Bahkan kemarin hanya beberapa detik saja sampai kesana" gerutu azzlea.


"Apa kau fikir aku mau. Itu karena penjaga dan pelayan akan ikut bersama kita"


"Tak mungkin aku menggunakan kekuatan ku untuk mereka semua. Terlebih kau tidak bisa membantuku" sinis fredrico.


"Ck.. azzlea mencebik. Ya... Mau bagaimana lagi, benar yang di katakan Fredrico dia tak bisa membantunya. Bukan begitu tapi hanya Fredrico yang memiliki kekuatan sekuat itu. Sedangkan para guards dan maidnya tidak ada yang memiliki kekuatan setara dengan Fredrico.


Dengan sangat kesal azzlea mengemasi barang yang perlu dibawanya. Tak henti-hentinya azzlea menggerutu saat mengemasi pakaiannya.


"Mengapa menggerutu seperti itu?" ucap seseorang yang tiba-tiba masuk kedalam kamar azzlea.


"Kakak"


"Tidak. Hanya sedikit kesal karena dia membawaku kekastil miliknya tanpa Memberitahuku sebelumnya"


"Bahkan ini lebih cepat dari yang kukira" kesal azzlea.

__ADS_1


Faustin tersenyum.


"Dia tahu mana yang terbaik untukmu" ucap faustin membelai rambut azzlea.


Kini dia berperan sebagai seorang kakak. Bukan lagi seorang penjaga yang menjaga keselamatan azzlea.


"Kakak harus sering mengunjungiku, aku akan sangat kesepian disana karena tak ada teman" ucap azzlea mengerucutkan bibirnya.


Faustin hanya mengangguk dan menghilang.


"Kenapa lama sekali" protes fredrico yang masuk kedalam kamar Dengan bersedekap dada.


"Kalau kamu tidak sabar kau bisa pergi sendiri. Aku bisa tetap tinggal disini" tolak azzlea.


Kesal karena azzlea selalu menjawab ucapannya, fredrico mencengkram kedua pipi azzlea.


"Ternyata nyali mu sangat banyak azzle, bahkan kau sama sekali tak takut denganku" gertak fredrico.


"Untuk apa aku takut padamu, apa kau akan menyakiti orang-orang yang kusayangi"


"Kurasa sekarang tidak akan mungkin" azzlea ikut melotot menantang fredrico.


"Apa maksudmu" fredrico semakin mencengkram pipi azzlea membuatnya semakin merah.


"Kau lupa janji yang telah kau buat dengan moon godess, jika kau menyakiti mereka sama saja kau menyakitiku"


"Dan kalau itu terjadi aku tidak akan pernah memaafkanmu. Dan aku akan membiarkanmu tetap menjadi serigala sampai aku mati" sinis azzlea mengingatkan janjinya pada moon godess.


"Sial" sesal fredrico melepaskan cengkeramannya.


Dia sangat gegabah mengucapkan janji suci itu. Janji yang akhirnya berbalik padanya.


Azzlea tersenyum penuh kemenangan. Ada untungnya janji suci yang diucapkan oleh fredrico fikir azzlea.


Selesai mengemasi barangnya. Azzlea maupun fredrico berpamitan untuk pergi kekastil milik fredrico diiringi oleh puluhan penjaga dan pelayan yang mengantarkan keduanya.


Sebenarnya dikastil miliknya sudah ada beberapa pelayan dan penjaga. Namun Alpha bersikeras membawa penjaga kerajaan untuk menjaga kastil mereka. Tak kalah Beta pun menyuruh penjaga kastil dan pelayan yang biasa melayani azzlea agar ikut dengan mereka.


Azzlea naik kepunggung fredrico yang sudah berubah menjadi wolf. Penjaga dan pelayan pun telah berubah menjadi wolf. Puluhan werewolf dengan dominasi warna putih berjejer rapi mulai meninggalkan kastil. Tapi warna bulu Fredricolah yang paling mencolok.


Azzlea menatap kebelakang kastilnya. Mulai hari ini dia meninggalkan kastin dan memulai kehidupan barunya sebagai gadis dewasa yang sudah menjadi seorang istri.

__ADS_1


__ADS_2