
Fredrico benar-benar tak percaya dengan apa yang baru saja dialaminya. Fredrico menengadahkan kepalanya menatap manik mata Azzlea.
"Dia membalas sapaanku" ucap Fredrico.
"Membalas bagaimana?" tanya Azzlea tak paham.
Fredrico mendekatkan wajahnya menempel pada perut Azzlea dan sekali lagi, 'Dugh' bayi dalam kandungan Azzlea kembali menendang dan Fredrico bisa merasakannya.
"Lihat! dia membalas sapaanku?! Dia membalas sapaanku" ucap Fredrico kegirangan.
"Memangnya bagaimana dia membalas sapaan darimu ini?" tanya Azzlea.
"Sejak kapan dia bisa menendang, wah aku yakin dia akan menjadi werewolf terkuat setelah aku" ucap Fredrico dengan percaya diri.
"Jadi kamu sudah bisa merasakannya? dia sudah lama bisa menendang seperti ini tapi hanya aku yang bisa merasakannya" jujur Azzlea.
"Benarkah" ucap Fredrico tak percaya. Azzlea hanya menganggukkan kepalanya kecil. Sekali lagi Fredrico mendekatkan wajahnya diperut Azzlea dan merasakan tendangan diperut Azzlea.
"Sudah sekarang kamu tidur ya! Ibumu sudah sangat lelah, besok kita bermain lagi, selamat malam, cup" ucap Fredrico mengakhiri sapaan darinya dan berakhir dengan kecupan lama diperut Azzlea.
__ADS_1
"Tidurlah ini sudah larut malam" Fredrico menuntun Azzlea agar kembali berbaring. Fredrico mengusap lembut perut buncit Azzlea dan tak lama kemudian Azzlea sudah tertidur. Setelah memastikan bahwa Azzlea benar-benar tertidur Fredrico ikut memejamkan matanya yang juga lelah.
***
Pagi-pagi Azzlea bangun namun sama sekali tak menemukan keberadaan Fredrico. Dia ingat kalau Fredrico tengah menyiapkan pasukannya untuk sekedar berjaga-jaga bila musuh tiba-tiba menyerang wilayah mereka.
Seperti biasa Azzlea akan ke taman bunganya sekedar merawat bunga-bunga ditaman yang tumbuh disana. Entah sejak kapan Azzlea menyukai bunga. Tapi yang jelas dia sangat-sangat suka dengan bunga.
"Auch" pekik Azzlea lirih seraya memegangi perutnya. Leyna yang berada didekat Azzlea segera menghampiri Lunanya yang terlihat kesakitan.
"Ada apa Luna?" tanya Leyna khawatir.
"Tidak lupakan. Dia hanya menendangku dengan keras, aku hanya sedikit terkejut" ujar Azzlea.
Azzlea menganggukkan kepalanya.
"Apa kamu melihat Fredrico pagi ini?" tanya Azzlea.
Leyna menggeleng karena dia memang belum bertemu dengan tuannya sama sekali hari ini.
__ADS_1
"Saya belum bertemu dengan Alpha pagi ini Luna"
Karena lelah Azzlea memilih masuk kedalam kamar untuk istirahat. Entah mengapa hari ini bayi dalam kandungannya menendangi perutnya lebih sering dari biasanya. Semenjak Fredrico bisa merasakan tendangan diperutnya kini bayi dalam kandungannyapun menjadi semakin aktif setiap harinya.
"Ada apa sayang, apa kamu lapar hm" tanya Azzlea seraya mengusap perutnya.
"Bunda senang karena kamu sudah bisa menendang kesana kemari. Bunda senang karena kamu sehat disini, tapi bunda juga kesakitan sayang" keluh Azzlea.
"Kamu mau apa hm.. Bicara pada bunda kamu mau apa"
"Mau makan?" tanya Azzlea.
"Atau mau bertemu ayahmu hm" mendengar kata Ayah bayi dalam kandungan Azzlea semakin menendang dengan sangat sering, seperti memberi tahu kalau dia menginginkan ayahnya.
Azzlea sadar karena setiap pagi Fredrico akan menyapa bayinya, namun pagi ini bahkan Azzlea sama sekali tak melihat batang hidung Fredrico.
"Ayah sedang tidak ada dikastil. Kita tunggu Ayah pulang terlebih dahulu ya" ucap Azzlea lagi.
Azzlea mengembuskan nafasnya, Azzlea segera makan karena perutnya memang benar-benar lapar. Seharian Azzlea menunggu kepulangan Fredrico. Bahkan hari sudah mulai gelap. Tapi Fredrico sama sekali tak menunjukkan batang hidungnya sama sekali. Sedangkan bayi dalam kandungan Azzlea seolah protes karena tak bertemu dengan sang Ayah seharian ini.
__ADS_1
"Sayang.. Bunda lelah sekali. Kamu tidur ya, Ayah sedang tidak ada dikastil mungkin hari ini tidak pulang" ucap Alsava mengusap perutnya lembut dengan dia bersandar disisi ranjang.
Dalam hati Azzlea juga ingin bertemu dengan Fredrico. Biasanya seharian Fredrico akan merengek hanya ingin mengusap perutnya menyapa calon generasinya. Tapi hari ini bahkan saat bangun tidurpun Fredrico sudah tak ada. Azzlea bahkan sudah bertanya pada pelayan kastil menanyakan keberadaan Fredrico namun nyatanya tak ada yang tahu keberadaannya.