
Mata Queene terlihat berkaca-kaca. Perlahan Queene menjauh dari Azzlea seraya menggelengkan kepalanya. "Maafkan aku Queen." hanya itu kalimat yang bisa diucapkan oleh Azzlea saat ini.
Air mata mengalir disudut mata Azzlea, Azzlea mendekat kearah Azzlea namun Queene selalu menjauh dari Azzlea. "Apa kau akan benar-benar meninggalkan ku sendirian disini Azzle?" tanya Queene dengan suara serak.
"Aku benar-benar minta maaf Queen. Hiks."
"Aku tak punya pilihan lain selain ini." ucap Azzlea penuh penyesalan.
"Pembohong." teriak Queene kearah Azzlea.
"Kau pembohong Azzlea. Kau selalu mengatakan padaku bahwa kau tidak akan meninggalkan ku ditempat asing ini."
"Kau berjanji padaku bahwa kau akan tetap disini bersama denganku jika itu perlu. Mengapa sekarang kau justru ingin pulang." ucap Queen dengan berlinang air mata.
Azzlea menggelengkan kepalanya kuat-kuat menolak tuduhan Queene padanya. Sekali lagi Azzlea mendekat kearah Queene. Kali ini Queene diam ditempatnya dan tidak menghidar seperti sebelumnya.
"Maaf kan aku Queen." ucap Azzlea seraya mendekat kearah Queene.
__ADS_1
"Aku tidak bermaksud berbohong kepadamu. Aku sangat ingin kau ikut bersama denganku."
"Aku ingin kita melanjutkan kehidupan kita seperti sebelumnya, aku ingin itu semua Queen. Hiks."
"Tapi mengapa sekarang kau meninggalkanku. Kau memilih Milly untuk ikut kau kembali kedunia bukan aku." elak Queene.
"Aku tak ada pilihan lain. Hanya ini satu-satunya cara agar aku bisa kembali kedunia." ujar Azzlea.
Grep.. Azzlea meraih tubuh Queene kedalam pelukannya meskipun Queen sendiri menolak rengkuhan dari Azzlea. Azzlea memeluk Queen dengan erat sembari berurai air mata.
"Pembohong.?! Kau pembohong Azzle." kesal Queen.
"Aku benar-benar minta maaf kepadamu Queen. Jujur aku tak bisa hidup tanpa mu. Tapi aku akan terasa mati jika aku tidak bisa hidup dengan keluargaku."
"Berkali-kali aku menolak dan ingin tetap bersamamu dan juga keluargaku disini. Tapi aku kalah Queen."
"Saat ini aku sudah menjadi seorang ibu. Ada putra ku disana yang sangat membutuhkan kehadiranku. Aku... Aku minta maaf Queen. Aku minta maaf." ucap Azzlea dengan isak tangis yang semakin menyesakkan.
__ADS_1
Tangis Azzlea semakin pecah saat mendengar tangis putranya yang tak kunjung berhenti diseberang sana. Berkali-kali dirinya mendengar Fredrico menenangkan putranya yang terus-menerus menangis dengan kencangnya. Azzlea seolah menjadi ibu yang sangat tidak berguna sama sekali.
"Aku akan segera kembali Fred, Hiks. Jaga baik-baik dirimu disana." ucap Azzlea lirih.
"Apa kau yakin dengan pilihanmu Azzle?" tanya Queen menguatkan diri.
Azzlea menganggukkan kepalanya pelan sembari menyeka air matanya. "Sekali lagi maafkan aku Queen." sesal Azzlea.
Queen terdiam dan melepaskan rengkuhan Azzlea yang mulai merenggang. Kini Queene semakin yakin dengan pilihan yang telah dibuat Azzlea, dirinya bukalah salah satu perioritasnya. Sampai kapanpun Azzlea akan tetap memilih keluarga kecilnya, terlebih saat ini Azzlea telah menjadi seorang ibu. Tapi apakah ini sangat adil untuknya jika Milly harus menggantikan posisinya yang telah menemani Azzlea dimasa sulitnya. Sedangkan sekarang saat Azzlea mendapatkan kekuatan besar dirinya harus digantikan oleh Milly, serigala yang baru dikenalnya.
Kini Queen tahu jawaban Azzlea tanpa Azzlea harus menjawabnya. Permintaan maafnya benar-benar menandakan bahwa dirinya bukanlah pilihan Azzlea saat ini. Sungguh Queene tak bisa menerima semuanya.
"Beri aku waktu Azzle. Beri aku waktu untuk berfikir." ucap Queene sembari meninggalkan Azzlea masuk kedalam hutan yang sangat lebat.
"Aku akan kembali saat fajar datang Queen. Temui aku untuk terakhir kalinya sebelum aku pergi meninggalkan tempat ini." teriak Azzlea yang meneriaki Queen yang sudah melesat pergi.
"Persetan dengan pertemuan terakhir Azzlea. Kau sudah membuangku disini." isak Queene yang kemudian melesat pergi meninggalkan Azzlea ke hutan yang sangat lebat.
__ADS_1