Werewolf Alteration

Werewolf Alteration
Part 40 Worried


__ADS_3

'Nyaman' itulah yang dirasakan azzlea saat ini, bau maskulin yang menusuk indra penciumnya sangat nyaman untuk azzlea. Digesek gesekan hidungnya kesana kemari mencari kenyamanan, rasa mualnya seolah hilang diganti dengan rasa nyaman dan kembali tertidur.


Fredrico yang baru beberapa saat yang lalu terlelap merasa ada pergerakan segera terbangun, dilihatnya azzlea tengah mengendus bau tubuhnya mencari kenyamanan sedetik kemudian wanita itu kembali tertidur pulas. Fredrico terkekeh geli melihat tingkah lucu azzlea.


Dipandangnya wajah Azzlea lekat lekat, tak melihatnya dalam sehari rasanya Fredrico rindu dengan wajah polos ini, wajah yang selalu membantah ucapannya, wajah yang banyak menampilkan ekspresi, tidak seperti dirinya.


'Ada apa dengan ku' gerutu Fredrico dalam hati.


Hampir dua jam Fredrico menunggu azzlea yang tertidur dengan menatap wajah azzlea lekat, sedangkan tangan azzlea masih setia bertengger dipinggang Fredrico.


Hoam


Azzlea menggeliat menerjapkan pandangannya, tubuhnya masih terasa lemah tapi perutnya lapar.


'Ahhh... nyamannya' gumam Azzlea dalam hati.


Rasanya malas untuk bangung dari tidurnya. Tadi bahkan dia bermimpi kalau dia tidur ditemani Fredrico rasanya sangat nyaman, 'huhft' mungkin ini karena efek kehamilannya dia berhalunasi tidur bersama ayah dari bayi yang tengah dikandungnya, memikirkannya saja membuatnya tersenyum bahagia, Azzlea menggeliat merenggangkan tubuhnya.


"Apa yang kau impikan sampai tersenyum seperti itu?" ucap Fredrico heran.


Azzlea kaget karena orang yang diimpikannya ada di sini saat ini terlebih suaranya sangat dekat dengannya, Azzlea membuka matanya menengadah keatas dan benar saja Fredrico tepat berada disampingnya.


"Kenapa kamu ada disini?" tanya Azzlea membulatkan matanya tak percaya.


'Bagaimana mungkin dia disini, bukankah dia akan pergi lama?' batin Azzlea.


"Apa yang kau lakukan, menyingkir dari dekatku?" teriak Azzlea.


"Apa...? Aku tidak melakukan apa pun, bagaimana aku menyingkir sedangkan tanganmu memeluk tubuhku dengan erat" ucap Fredrico dengan santainya.


Sadar kalau Azzlea tengah memeluknya azzkea mendorong tubuh Fredrico hingga jatuh dari ranjang.


Auch


Fredrico mengaduh karena terpental jatuh dari ranjang.


"Mengapa mendorongku" teriak Fredrico meringis kesakitan.


"Aku hanya memintamu menjauh dari ku" teriak Azzlea, dia benar benar tak habis pikir bagaimana Fredrico bisa berada dikamarnya sedangkan dirinya dengan tak tahu malu memeluk tubuhnya yang dia kira hanyalah mimpi.


"Kau sendiri yang menarik ku dan kau sendiri lah yang memelukku dengan erat, harusnya aku yang marah bukan" ucap Fredrico memperagakan apa yang dilakukan Azzlea tadi.


"Kapan?... Aku tidak pernah melakukannya"


"Jangan mengada ada" teriak Azzlea tak kalah kencang.

__ADS_1


Mendengar teriakan dari dalam kedua pelayan yang berjaga diluar sontak saja berlari kedalam takut terjadi sesuatu pada Alpha ataupun Lunanya.


Namun mereka terkejut saat masuk kedalam melihat Alpha terduduk dibawah sedangkan Luna berada diranjangnya, tanpa pikir panjang keduanya membantu Alpha bangun namun lagi lagi Azzlea merasa mual dengan bau tubuh kedua pelayannya.


Azzlea bangun dari ranjang membungkam mulutnya dan berlari kekamar mandi memuntahkan makanan yang pagi tadi dimakannya.


Hoekk Hoekk


Melihat Azzlea muntah seperti itu membuat Fredrico khawatir dan menyusul Azzlea kekamar mandi, dipijatnya tengkuk belakang Azzlea berharap keadaannya membaik.


"Kamu tidak apa apa?" tanya Fredrico.


Berkali kali azzlea memuntahkan isi perutnya tubuh Azzlea bagai lemah tak berdaya, Azzlea terduduk dipinggir closet keringat terlihat membasahi dahinya.


"Sudah lebih baik" tanya Fred khawatir, azzlea mengangguk lemah.


"Masih ingin muntah?" tanya Fred lagi azzlea menggelengkan kepalanya.


Digendongnya tubuh mungil azzlea keluar dari kamar mandi, pakaian azzlea basah dan kotor karena muntahannya perlahan Fred membaringkan azzlea keranjang.


"Akan kupanggilkan pelayan untuk mengganti pakaian mu" ucap Fred seraya turun dari ranjang tapi sebelum itu tangannya di cegah oleh Azzlea.


"Tidak perlu, aku... aku akan kembali muntah jika mereka didekatku" ucap Azzlea melemah.


"Tapi pakaianmu basah dan kotor karena terciprat muntahan" ucap Fred frustasi.


Fred merasa kasihan sekaligus khawatir dengan kondisi Azzlea, dengan penuh pertimbangan Fredrico berjalan mencari pakaian yang dirasa nyaman olehnya, satu persatu Fred membuka pakaian yang dikenakan azzlea.


Glek


Fred menelan ludahnya dengan susah payah, tubuh mulus Azzlea mengingatkannya pada kejadian yang lalu, menyentuh dan merasakan tubuh wanita ini membuatnya menjadi candu.


'Sial' gumam Fred frustasi.


Ingin sekali dia menerkam tubuh polos azzlea jika tidak mengingat seperti apa kondisinya saat ini.


Huhft


Fred mengembuskan nafasnya kasar, dengan cepat Fred segera menyelesaikan tugasnya mengganti pakaian Azzlea, sedangkan azzlea yang sebenarnya merasa malu karena lagi lagi tubuhnya dilihat oleh fred, mengingat tubuhnya yang lemah azzlea mengesampingkan rasa malu nya dan membiarkan Fred mengganti pakaian nya yang kotor.


Azzlea tertidur saat Fred selesai menganti pakaiannya, Fred berjalan keluar kamarnya.


"Mengapa tidak ada yang memberitahuku saat Luna sakit" murka Fred pada seluruh orang yang bekerja diistananya.


"Apa kalian tidak berfikir untuk memanggilkan tabib atau dokter untuk menyembuhkannya ha"

__ADS_1


"Apa kalian semua mau mati" kepala Fred mendidih saat melihat Azzlea lemah tak berdaya seperti itu.


Seluruh pekerjanya tak ada satupun yang berani menatap Fredrico, mereka tahu kalau saat ini tuannya tengah murka karena tak ada yang memberitahunya saat Luna tengah sakit.


"Panggilkan tabib atau dokter sekarang juga, dalam lima menit jika dia tak datang kalian semua akan menanggung akibatnya" ucap Fred marah dan berjalan meninggalkan seluruh pelayannya.


Benar saja dalam lima menit datang lah dokter wanita yang mengobati Azzlea pagi tadi dengan tergopoh gopoh.


"Mengapa lama sekali ha"


"Kau mau membuat Luna semakin tak berdaya" bentak Fred pada dokter wanita itu.


"Maafkan saya Alpha" dokter itu datang dekat takut.


Segera dokter itu memeriksa kondisi Luna dengan hati hati.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Fredrico tak sabar.


"Luna.... " ucap dokter itu ragu.


"Aku tak apa apa" Azzlea bangun dari tidurnya.


"Pagi tadi dia sudah memeriksaku, aku baik baik saja"


"Benar begitu kan" ucap Azzlea menatap dokter itu lekat lekat.


"I... Iya, Luna baik baik saja, saya akan memberikan penambahan nutrisi dan ramuan untuk mengurangi rasa mual yang Luna alami" ucap dokter itu hati hati.


"Benar begitu" tanya Fredrido menyelidik.


Seusai memeriksa Azzlea dokter itu pamit undur diri pergi meninggalkan keduanya.


"A.. Apa? Jangan menatap ku seperti itu, aku benar benar baik baik saja" ucap azzlea salah tingkah saat di tatap Fred penuh tanda tanya.


"Aku tidak mengkhawatirkan mu, aku... aku hanya memperlakukan bagaimana seorang Luna sakit, jangan terlalu percaya diri" kata Fredrico memalingkan wajahnya menggaruk tekuknya yang tak gatal.


"Baiklah,, Mmmm aku lapar, bisa tolong mintakan pelayan membawakanku makanan?" pinta Azzlea.


Fredrico keluar dari kamar meminta pelayan untuk membawakannya makanan untuk nya juga Azzlea.


"Istirahatlah, setelah makanannya tiba aku akan membangunkanmu nanti" ucap Fred seraya mendudukkan tubuhnya di samping azzlea.


Azzlea mengangguk pasrah namun rasa mualnya masih tetap ada


"Boleh aku meminjam baju mu" kata Azzlea tanpa berani menatap Fredrico.

__ADS_1


"Untuk apa" Fredrico bingung.


"Mmm... tidak lupakan" Azzlea merutuki kebodohannya sendiri dan memilih memejamkan matanya sembari menunggu makanan datang.


__ADS_2