Werewolf Alteration

Werewolf Alteration
Part 58 Blue Eyes Girl Part 2


__ADS_3

Gadis bermata biru itu meronta didalam rengkuhan Fredrico. Fredrico sendiri dengan sekuat tenaganya menahan gadis itu agar tak lari dari rengkuhan tangannya.


"LEPASKAN" marah gadis itu.


"Tidak"


Srak.. Brugh..


Fredrico terlempar jauh hingga membentur pepohonan, Fredrico meringis kesakitan karenanya. Gadis itu tersenyum dengan puasnya.


"Ahh.. Sungguh miris sekali kisah kalian berdua" ujar gadis itu meremehkan.


"Siapa kau sebenarnya?" tanya Victor mulai pasrah.


Senyum kemenangan semakin tercetak jelas dibibir mungil gadis itu.


"Aku? Aku adalah mata dan telingamu. Aku adalah kamu, dan aku adalah hatimu" ujarnya.


Sesaat setelah gadis itu berucap, seberkas cahaya kembali menerangi gadis itu dan dalam sekejap mata gadis itu kembali berubah menjadi gadis remaja yang cantik dengan rambut hitam sebahu, serta matanya yang bulat tersenyum kearah Victor.


Tes..


Air mata nampak membasahi pipi Victor melihat gadis itu, gadis yang selalu dirindukannya.

__ADS_1


"Vi... Viona" ujar Victor mengatur nafasnya. Gadis itu tersenyum menatap Victor.


"Aku.. Aku minta maaf padamu. Aku sungguh merindukamu" ujar Victor.


Gadis itu beralih menatap Fredrico dengan tatapan sayu. Fredrico benar-benar tak percaya dengan apa yang dilihat didepan matanya. Berkali-kali dia mencoba meyakinkan kalau yang dialami dirinya saat ini karena dirinya sedang berhalusinasi.


"Kau tidak dalam keadaan berhalusinasi Fred. Hai" sapa gadis itu.


"Hai" Fredrico terasa gelagapan menjawab saapan gadis itu.


"Apa kau merindukanku. Sudah lama kita tak bertemu" ujarnya lagi. Fredrico diam membisu tanpa mengeluarkan suara sepatah katapun.


"Viona" kini berganti Victor memanggil sosok yang disebutnya dengan panggilan Viona.


"Hai Victor. Apakah kau sangat merindukanku" tanyanya. Victor mengangguk lemah dengan air mata yang terus membasahi kedua pelupuk matanya.


"Aku tahu selama ini kau masih hidup"


"Aku tahu selama ini kau tak pernah meninggalkan kami. Maksudku meninggalkanku. Terimakasih karena kau telah datang kembali. Aku sangat-sangat merindukanmu" sambung Victor penuh kelegaan.


"Terimakasih" jawabnya lembut.


"Fredrico sama sekali tak bersalah Victor" ucap gadis itu kemudian.

__ADS_1


"Dia sama sekali tak bersalah" sambungnya.


"Sial" umpat Victor.


"Apa kau sampai sekarang masih membelanya setelah semua yang kau lakukan padamu" murka Victor. Gadis itu menggelengkan kepalanya.


"Ini adalah fakta. Fredrico sama sekali tak bersalah"


"Dia yang sudah menyakiti hatimu terlalu dalam Vi. Dan sampai saat ini pun kau masih membelanya"


"Aku tidak pernah membelanya, dalam hidupku maupun sekarang. Aku tak pernah membelanya, aku hanya ingin mengatakan yang sejujur-jujurnya" ujar gadis itu.


"Lepaskan aku Vi. Aku ingin memeluk tubuhmu. Aku sangat merindukanmu" pinta Victor untuk yang kesekian kalinya.


"Kemarilah" ucap Viona pada Victor. seketika itu pula tubuh Victor seolah kembali bertenaga. Victor seketika merengkuh tubuh mungil Viona kedala rengkuhannya dengan perasaan rindu yang teramat sangat.


"Aku tahu kau akan kembali lagi padaku. Aku tahu hari ini akan tiba. Terimakasih" ucap Victor seraya mengecup puncak kepala Viona yang masih berada dalam pelukannya.


Victor benar-benar tak ingin melepaskan pelukannya. Rasa rindu yang teramat sangat begitu menyiksa batin dan tubuhnya. Setiap kali diamemohon kepada Moon godess agar dirinya bisa bertemu dengan gadis yang selalu dirindukannya. Dan kini Victor benar-benar membuktikannya jika hari seperti saat ini tiba.


"Jangan pergi lagi dariku" pintanya dengan kesungguhan hati.


Perlahan gadis itu melepaskan rengkuhan dari Victor dengan tersenyum sangat manis, menatap keduanya dengan bergantian.

__ADS_1


"Kuharap kalian akan tetap menjadi sahabat seperti sebelum kenyataan buruk diantara kita terjadi" pinta Viona.


Victor menganggukkan kepalanynya menatap Viona dengan tatapan penuh kekecewaan.


__ADS_2