Werewolf Alteration

Werewolf Alteration
Part 72 Penjelasan


__ADS_3

Azzlea melingkarkan tangannya dileher Fredrico, sesaat setelah dia mengatakan bahwa dia sangat mencintai Azzlea, Fredrico merebahkan tubuh Azzlea dibawah kukungannya. Sungguh Fredrico sangat bersyukur bisa memiliki Azzlea seutuhnya sekarang.


Dikecupinya seluruh wajah Azzlea dengan rasa sayang yang teramat dalam hingga berakhir dibibir ranum yang selalu menjadi candu untuknya. Azzlea sendiri seolah membalas perlakuan dari Fredrico dengan rasa rindunya.


"Aku benar-benar mencintaimu Azzle"


"Aku bisa gila jika aku sampai kehilanganmu" ujar Fredrico.


"Jangan pergi dan jangan sampai kehilangan ku kalau memang seperti itu" balas Azzlea.


"Aku tidak akan pergi kemana-mana. Jika perlu aku akan mengikatmu dengan rasa cintaku agar kamu tak bisa lari jauh dari hidupku"


"Lakukan sesuka hatimu Fred, ikat aku sampai aku muak dan tak pernah berfikir untuk meninggalkanmu apapun itu" jawab Azzlea. Fredrico mengangguk dan kembali mengecap manisnya bibir Azzlea yang selalu dirindukannya.


Asik mengungkapkan kerinduan mereka masing-masing dengan tak tahu malunya perut Azzlea berbunyi hingga terdengar di telinga Fredrico. Fredrico tersenyum menatap Azzlea yang tersipu malu.


"Kamu lapar hm?" tanya Fredrico. Azzlea menganggukkan kepalanya pelan.


"Apa sejak pagi kalian belum makan sama sekali?" tanya Fredrico sekali lagi.


"Aku tak mau makan, toh mereka tak menawariku makan karena takut dengan mata biruku" keluh Azzlea.


"Tentu saja mereka akan sangat ketakutan jika kamu memandang mereka dengan tatapan seperti itu"


"Memangnya aku menatap mereka seperti apa? Apa aku memang terlihat sangat menakutkan dengan mata biru yang kumiliki?" tanya Azzlea.


"Kau sangat cantik dengan mata birumu itu, tapi akan sangat terlihat sangat menakutkan jika kau marah" jelas Fredrico.


"Apakah benar seperti itu? Apa aku juga terlihat menakutkan dimatamu?" tanya Azzlea lagi.


"Tidak sama sekali, Iya awalnya tapi aku sangat menyukainya"


"Apakah kau marah padaku karena aku tak kunjung pulang?" tanya Fredrico. Azzlea memukul dada bidang Fredrico hingga membuatnya mengaduh kesakitan.

__ADS_1


"Tentu saja. Kau berjanji padaku kalau kau akan segera pulang atau paling lambat keesokan paginya kau sudah pulang, tapi nyatanya hingga keesokan harinya lagi kau sama sekali tak menunjukkan batang hidungmu" kesal Azzlea.


"Aku benar-benar minta maaf padamu, aku benar-benar tak tahu jika aku pergi selama itu" sesal Fredrico.


"Sebaiknya kita keluar, bunda ingin bertemu dengan mu, kau sudah menakuti seisi kastil dengan wujudmu yang lain itu" ucap Fredrico.


"Apa mereka sangat takut padaku sekarang?"


"Mereka hanya belum berkenalan dengan Azzlea yang lain, dan lagi kau menunjukkan mata biru mu yang menyala itu"


"Hiks,,, Aku menakuti mereka" ucap Azzlea berlinang air mata.


"Hei, tenanglah, sudah kubilang bukan kau hanya belum berkenalan dengan mereka. Kau sama sekali tidak menakutkan, kau bahkan semakin cantik dengan wujud itu. Tak akan ada yang bisa berpaling saat melihat sosok itu"


"Kau bilang aku sangat menakutkan dengan mata biruku bukan"


Iya memang seperti itu, tapi aku yakin kau marah pasti ada sebabnya"


"Tapi aku sangat menakutkan hiks"


"Ayo kita turun, mereka harus melihat wajah cantikmu ini" ucap Fredrico. Azzlea menganggukkan kepalanya.


Azzlea bangun dari tidurnya di tuntun oleh Fredrico. Dengan perlahan keduanya menuruni anak tangga, perut buncit Azzlea membuatnya harus berhati-hati menuruni anak tangga.


"Kamu terlihat kelelahan, apakah sangat berat membawa jagoanku diperutmu?" tanya Fredrico meringis melihat Azzlea dengan perut buncitnya.


"Kau bicara apa Fred, aku sangat bahagia dengan keadaanku yang sekarang, kau tak perlu khawatir soal itu" ujar Azzlea.


"Perutmu seolah meledak jika aku melihatnya dari kejauhan" ucap Fredrico lagi.


Azzlea terkekeh geli melihat bagaimana khawatirnya Fredrico melihat dirinya sekarang, Azzlea akui kini Fredrico benar-benar berubah seratus delapan puluh derajat sejak kehamilanya. Fredrico bahkan selalu mengikuti apa yang diinginkannya tak seperti dulu, bahkan kini mereka tak ada lagi perdebatan seperti dulu yang setiap saat selalu saja berdebat ataupun bertengkar.


Bunda yang melihat kedatangan Azzlea juga Fredrico segera menghampiri keduanya. Bunda Zenia sangat bersyukur karena menantunya baik-baik saja sekarang, meskipun bunda sendiri masih belum percaya dengan apa yang diucapkan oleh Fredrico jika wanita menakutkan yang tadi dilihatnya adalah sosok lain dari Azzlea.

__ADS_1


"Kamu baik-baik saja?" tanya bunda Zenia penuh kekhawatiran. Azzlea menganggukkan kepalanya dan duduk dibangku yang tadi bunda tempati.


"Dimana wanita itu Fred?" tanya Bunda sekali lagi.


"Bunda, sudah kukatakan bukan jika wanita yang bunda lihat beberapa waktu yang lalu adalah sosok Azzlea yang lain!" ucap Fredrico tetap menjelaskan hal yang sama seperti apa yang diucapkannya tadi.


"Tidak mungkin, sayang katakan pada Bunda jika yang dikatakan oleh suamimu adalah kebohongan" ucap Bunda Zenia pada Azzlea. Azzlea tersenyum tipis menanggapi pertanyaan yang diajukan Bunda padanya.


"Fredrico sama sekali tidak membohongi Bunda" ujar Azzlea dengan lembut seraya memegang kedua tangan Bunda penuh keyakinan.


"Tapi bagaimana mungkin?" ujar Bunda masih dengan ketidak percayaannya. Azzlea kembali tersenyum tipis, seberkas sinar menusuk penglihatan mereka dan dalam sekejap mata itu pula Azzlea mengubah dirinya menjadi Azzlea dengan mata birunya.


Bunda benar-benar sangat terkejut dibuatnya, rengkuhan tangan Azzlea segera dilepaskannya sesaat setelah Azzlea berubah wujud. Azzlea mengubah wujudnya menjadi Azzlea denga mata biru yang membuatnya begitu sangat cantik, dan tersenyum sangat manis menatap Bunda dengan lembut seperti tatapan Azzlea seperti biasanya.


"Bagaimana mungkin?" bunda masih benar-benar tak percaya dengan apa yang diihat didepan matanya sendiri.


"Bunda ingat jika Azzla sudah menjadi werewolf seutuhnya?" tanya Azzlea pada bunda. Bunda menganggukkan kepalanya membenarkan jika Azzlea datang dengan wujud werewolfnya setelah penculikan dan gerhana bulan datang.


"Inilah sosokku yang sebenarnya Bunda. Selama ini kekuatan Azzle terkunci karena suatu hal, dan hanya mate Azzlea lah yang bisa membukanya dengan bantuan bulab purnama" jelas Azzlea.


"Mate? Apa maksudnya ini Fred, apakah benar jika Azzlea adalah matemu?" tanya bunda yang sekali lagi tak percaya dengan apa yang dijelaskan padanya.


"Yang dikatakannya bukanlah kebohongan Bunda, Azzlea benar-benar mateku" sambung Fredrico.


"Jangan lagi kalian membohongi bunda, bunda sudah tahu semuanya, pernikahan kalian dan rencana kalian. Dan sekarang kalian berniat membohongi bunda lagi" elak Bunda tak habis fikir.


"Apa maksud perkataan bunda?" tanya Fredrico seraya mengerutkan keningnya.


"Apa kalian fikir kalau bunda tidak tahu rencana kalian yang mengatakan jika kalian adalah mate. Kau Fred, apa kamu lupa kalau Viona sudah tiada, jangan membohongi bunda" ujar bunda menitikkan air matanya.


"Sungguh kali ini Fredrico benar-benar tak berbohong Bunda" ujar Fredrico meyakinkan.


"Benar apa yang dikatakan oleh Fredrico bunda, sungguh kami sama sekali tak pernah membohongi bunda"

__ADS_1


"Moon goddess telah memberiku kesempatan kedua untuk menjaga mate ku sekali lagi" jelas Fredrico.


"Baiklah, Bunda akan mempercayai kalian kali ini" jawab bunda Zenia.


__ADS_2