Werewolf Alteration

Werewolf Alteration
Part 2 Introduction


__ADS_3

Seorang gadis cantik duduk termenung disebuah taman belakang kastilnya memegangi sebuah amplop berwarna emas, gadis itu Nampak gusar dengan permintaan ibunya yang diminta untuk mengikuti persta tersebut


“Haruskah aku ikut?” gumam gadis itu


Azzlea Queeny Nares anak dari seorang Beta bernama Delvin Nares, seorang Beta dari kerajaan Vredo werewolf yang membantu Alpha


Azzlea merupakan gadis cantik yang kini berusia 24 tahun, dia adalah seorang werewolf murni, tapi ada hal berbeda dalam dirinya yaitu Azzlea yang usianya sudah menginjak 24 tahun tidak bisa merubah wujud menjadi serigala, padahal teman sebayanya sudah bisa mengendalikan kekuatan wolf yang ada dalam diri werewolf masing-masing


Hal inilah yang membuat Azzlea menjadi mengurung diri dan pendiam karena kebanyakan dari teman-temannya menggunjing Azzlea yang tidak bisa merubah dirinya menjadi wolf. Azzlea lebih memilih menghabiskan waktunya diperpustakaan kota maupun membaca buku di taman di wilayah manusia


Karena hal itu bisa membuat dirinya lupa akan kekurangan yang ada dalam dirinya, karena diwilayah manusia tak aka nada yang menggunjingkannya ataupun memandang rendah dirinya


Azzlea menatap undangan ditangannya dengan pandangan kosong, dia sama sekali tak berminat untuk menghadiri pesta tersebut karena dia yakin itu hanya akan membuat malu dirinya sendiri


“Aku ingiin ke perpustakaan kota”


“Dan kamu tidak perlu mengikutiku” ucap Azzlea pada penjaganya


Faustin Nestor merupakan werewolf yang ditugaskan untuk menjaga Azzlea, usianya kini sudah mnginjak 36 tahun, memiliki kepribadian yang hangat kepada Azzlea bahkan dia sudah menganggap Azzlea seperti adik kandungnya sendiri, tapi dia akan menjadi sosok yang dingin bila menyangkut keselamatan Azzlea, dia tak segan-segan mencabik-cabik musuhnya bila itu berkaitan dengan keselamatan wolf yang dijaganya


“Tapi akan sangat berbahaya jika aku membiarkan mu pergi sendirian” tolak Faustin


“Aku akan sangat baik-baik saja kak”


“Kamu tidak perlu khawatir soal itu”


“Toh aku berada didunia manusia dan pada siang hari”


“Siapa yang akan mencelakaiku disiang hari”


“Dan lagi apa kesalahanku sampai aku harus diburu?” ucap Azzlea meninggalkan Faustin ditaman


“Ah… dan satu hal lagi” Azzlea mengacungkan jari telunjuknya


“Aku bahkan wolf yang tak bisa berubah bentuk bukan!”


“Jadi aku fikir aku bukan ancaman untuk mereka” Azzlea berbicara dengan nada meyakinkan


“Aku tidak akan mendampingimu”


“Tapi aku akan mengawasimu dari kejauhan” kekeuh Festor


Faustin begitu posesif terhadap keselamatan Azzlea, dia bahkan berani menukarkan nyawanya demi keselamatan Azzlea karena baginya Azzlea adalah prioritasnya


“Terserah, ingat jangan mencolok dan jangan berbuat macam-macam disana” Azzlea memperingati


Faustin menerima keputusan yang diberikan oleh Azzlea, meskipin dia tidak bisa menemaninya setidaknya dia masih bisa mengawasinya dari kejauhan


Faustin mendampingi Azzlea saat melewati hutan, dia khawatir kalau terjadi sesuatu saat Azzlea dibiarkan begitu saja melewati hutan itu. Sesampainya di kota Azzlea berjalan terlebih dahulu, azzlea pergi keperpustakaan kota kegemarannya membaca menjadi daya Tarik tersendiri untuknya

__ADS_1


“Sebelum petang kita harus kembali kekastil, ingat itu” Faustin memperingati


Azzlea hanya mengacungkan ibu jarinya dan berlari masuk kedalam perpustakaan, sudah menjadi kebiasaan Azzlea saat sedang bosan dan tak bisa melakukan apapun, dia akan dating kemari membaca seluruh buku yang ada didalam perpustakaan, bahkan hamper semua buku telah dibacanya baik pengetahuan maupun non pengetahuan


“boleh aku duduk disini?” Tanya seorang pria yang tengah membawa buku ditangannya


Azzlea melihat sekelilingnya, taka da tempat kosong yang bisa diduduki pria tersebut dan hanya ada satu tempat duduk kosong disebelahnya


Azzlea mempersilahkan pria itu duduk disampingnya


‘Werewolf’ batin Azzlea


Tapi dia menyadari bahwa pria itu adalah werewolf murni dari kerajaan Vredo, siapakah pria itu hingga dia mau dating ke wilayah manusia Azzlea penasaran


“Aku Nelson” pria itu memperkenalkan diri


“Azzlea” juga memperkenalkan diri


“Ku lihat kau juga dari kerajaan Vredo bukan?”


“tapi aku belum pernah melihatmu sebelumnya?” Tanya Nelson


“Aku juga belum pernah melihatmu”


“dan sangat jarang seorang werewolf murni dating ke perpustakaan yang dihuni manusia!” ucap Azzlea meremehkan


“Aku bahkan telah menyelesaikan studiku disini tahun ini” pria itu berbicara dengan sombongnya


“wah” Azzlea tanpa mau menanggapi dan kembali pada buku nya


“aku bahkan penasaran kenapa kamu ada disini nona?” Tanya nelson lagi


“yah… ini memang tempatku dan aku terbiasa berada disini” jawab Azllea malas


“berapa usiamu?” Tanya nelson lagi


“24” ketus Azzlea


Pasalnya kini dia merasa tak nyaman karena kegiatan membacanya harus terganggu karena pria di sampingnya yang terus menanyakan tentang dirinya


“Oh maaf kak aku terlalu lancang” sesal nelson yang mengetahui bahwa wanita disampingnya berusia lebih tua darinya


“Hehh… mana kesombonganmu tadi” ucap Azzlea meremehkan


“Ya… tadi aku tak tahu kalau kamu lebih tua dariku”


“maafkan aku kak” sesal Nelson memegang tangan Azzlea meminta pengampunan


Azzlea berdiri karena jenuh dan berjalan keluar perpustakan. Nelson yang belum mendapat maaf dari azzlea segera mengejarnya

__ADS_1


"Apa lagi?" tanya Azzlea yang secara tiba-tiba Nelson sudah berada didepannya


"Tidakkah aku mendapatkan maaf dari mu kak?" tanya Nelson seraya menggenggam tangan Azzlea


Dari kejauhan Faustin melihat gerak gerik Nelson yang membahayakan, dengan segera Faustin mencengkeram tangan Nelson dengan kuat serta menatap Nelson dengan tatapan membunuh


"Kak" pekik Azzlea panik


Hawa hitam menyelimuti wajah Faustin, berani sekali seorang pria asing menyentuh Azzlea dan segera membawa pergi Azzlea dari hadapan pria tersebut


"Apa yang kamu lakukan kak" teriak Azzlea marah


"Dia pria asing Azzle" ucap Faustin penuh kewaspadaan


Karena Azzlea tidak bisa merubah wujudnya menjadi wolf maka Faustinlah yang akan senantiasa menjadi kendaraan kemanapun Azzlea akan pergi


"Kurasa dia dari kerajaan Vredo, tidakkah kakak merasakannya"


"Dia werewolf seperti kita kak" ucap Azzlea kesal


"Ya.. Tapi tidak dengan tindakannya tadi" ucap Faustin masih dingin


"Tindakan apa?"


"Dia hanya meminta maaf padaku kak"


"Dia tidak berbahaya" bantah Azzlea


"Tidak jika aku yang mengatakannya Azzle"


"Tapi untuk saat ini, dia patut dicurigai" ucap Faustin penuh kekhawatiran


"Setiap hari kamu selalu dipenuhi dengan kekhawatiran kak" elak Azzlea


Faustin tidak menjawab perkataan dari Azzlea, dia memacu perjalanannya agar lebih cepat sampai ke wilayah kerajaan melihat hari yang sudah hampir gelap, akan sangat sulit untuk nya melindungi Azzlea dari serangan musuh


Hanya dalam sekejam mata kedua werewolf beda usia itu sampai di kastil kediamannya, tanpa menunggu lama Azzlea berjalan masuk kedalam kastil


"Dari mana sayang?" tanya ibunda pada Azzlea


"Dari perpustakaan bunda" jawab Azzlea


"Perpustakaan kota?" tanya ibunda


"Ya, seperti biasa"


"Bunda tidak perlu khawatir, aku bersama kak Faustin yang setia mendampingi ku" ucap Azzlea


"Syukurlah" ucap ibunda penuh kelegaan

__ADS_1


__ADS_2