Werewolf Alteration

Werewolf Alteration
Part 60 I Like Him


__ADS_3

Seiring berjalannya waktu ketiganya mulai beranjak remaja, kini berumur 18 tahun dan mereka telah menyelesaikan pendidikan mereka di sekolah kerajaan.


Persahabatan mereka terjalin hingga usia mereka beranjak dewasa. Tak ada masalah dan hal itu membuat hubungan tiga pack semakin kuat. Ya.. Ayah mereka merupakan Alpha dari masing-masing pack, hal itu pula yang membuat ketiganya semakin dekat begitu pula orang tua mereka.


"Mate" werewolf dalam diri Fredrico mengaum saat melihat Viona mendekat kearahnya bersama dengan Victor yang berjalan beriringan.


"Mate" werewolf Fredrico semakin mengaum saat Viona semakin mendekat kearahnya. Fredrico tersenyum hangat melihat kedatangan Viona. Benar, mungkin saat ini dirinya benar-benar tengah jatuh cinta pada gadis cantik yang lembut itu. Parasnya yang cantik siapa yang tak akan menyukainya, terlebih lagi mereka dekat sejak keduanya masih kecil.


"MATE" raungnya lagi.


"Fred" Viona menyentuh bahu Fredrico saat kedapatan Fredrico melamun dan tak menyadari ahwa mereka telah sampai didekatnya.


Hari ini ketiganya berencana pergi kewilayah manusia untuk sekedar bermain saat akhir pekan. Werewolf perlu hiburan bukan?. Karena itulah mereka memilih untuk sekedar bermain bersama.


"Aku tak pernah bosan jika harus keluar seperti ini" ujar Viona penuh semangat.


"Terlebih lagi kalian selalu menemani kemanapun aku pergi, bukan begitu?" sambungnya.

__ADS_1


Mereka pergi kesebuah taman bunga yang begitu beragam bunga didalamnya, hembusan angin membuat rambut panjang Viona beterbangan kesana kemari. Sungguh hari itu Viona terlihat sangat cantik dimata Fredrico.


Sebenarnya sedari dulu Viona memanglah sangat cantik, hanya saja mungkin Fredrico tak begitu mempedulikannya karena mereka adalah sahabat sejak kecil.


Viona berlarian kesana kemari seperti anak kecil yang dilepaskan ibunya bermain bebas ditaman yang penuh bunga. Viona yang begitu menyukai kupu-kupu mengejar kesana kemari berusaha menangkap kupu-kupu yang terbag kesana kemari tak tentu arah. Sedangkan Victor dan Fredrico hanya mengikuti Viona dari belakang layaknya pengawal yang mengawal seorang putri.


"Aku menyukainya Fred" jujur Victor tiba-tiba.


"Apa?" tanya Fredrico tak paham.


"Viona! Aku sangat menyukainya bahkan saat kita awal bertemu" jawab Victor.


Fredrico terkejut dengan pernyataan yang baru saja diucapkan oleh Victor. Baru pagi tadi dia mengetaui kalau Viona adalah matenya, namun kini justru matenya disukai oleh sahabatnya sendiri.


"Aku yakin kau merasa bingung, awalnya aku merasa lucu dengan perasaanku karena pria kecil menyukai seorang gadis. Tapi setelah dia beranjak dewasa aku bahkan sangat-sangat menyukainya" Victor terkekeh dengan ucapannya sendiri.


"Apa kau yakin dengan perasaanmu itu?" tanya Fredrico ragu.

__ADS_1


"Ya, tentu saja, aku sangat yakin" ucap Victor dengan percaya diri.


"Bagaimana jika ternyata Viona sudah memiliki mate, dan itu bukan dirimu?" tanya Fredrico lagi.


"Entahlah, tapi bukankah saat ini Viona belum menemukan matenya. Akan kufikirkan caranya nanti saat Viona benar-benar sudah memiliki mate"


"Tapi kau? Aku sangat berharap jika Viona adalah mateku. Aku akan terus meminta pada moon godess agar kami bisa bersatu, bagaimana?" Victor meminta pendapat Fredrico.


"Entahlah. Kuharap Viona benar-benar matemu" jawab Fredrico.


Sebisa mungkin Fredrico menyembunyikan perasaannya, disisi lain dirinya juga sangat menyukai sosok Viona. Dan lagi faktanya adalah Viona adalah Matenya, tak ada lagi yang bisa menghalanginya karena Viona memang miliknya dan ditakdirkan untuknya.


"Kau suka?" tanya Victor. Viona mengangguk kegirangan.


"Aku suka. Aku suka kamu" Viona menunjuk Victor.


"Dan aku juga suka kamu" Viona beralih menunjuk Fredrico. Fredrico tersenyum simpul menanggapi ucapan Viona.

__ADS_1


'Aku juga suka kamu' ucap kedua pria secara bersamaan didalam hati mereka


__ADS_2