
Hoekk Hoekk
Azzlea berlari kekamar mandi saat mendapati perutnya bergejolak saat bangun dari tidurnya pagi tadi.
Hoek Hoek
Lagi lagi Azzlea memuntahkan seluruh isi diperutnya, berkali kali Azzlea harus kembali memuntahkan sesuatu diperutnya namun hanyalah cairan yang keluar.
"Ughh.. Tubuhku lelah sekali"
"Ada apa dengan ku pagi ini, tidak mungkin kalau aku keracunan bukan" gumam Azzlea kebingungan dengan kondisi tubuhnya.
Azzlea bangun dari duduknya dan kembali keranjang mengistirahatkan tubuhnya yang lemah, tak berapa lama pelayan yang biasa melayaninya datang mengetuk pintu kamarnya.
"Luna, makanan sudah kami siapkan, saat nya untuk sarapan Luna" ucap pelayan dari luar ruangan.
Azzlea begitu lelah untuk sekedar berucap, rasanya jika dia mengeluarkan sepatah kata mual nya akan kembali datang, sebab itulah dia memilih diam memejamkan matanya kembali.
Merasa tak ada jawaban, pelayan itu memberanikan diri masuk kedalam kamar azzlea dilihatnya Azzlea tengah terbungkus kain selimut menyelimuti hingga kepalanya.
"Luna..." panggil pelayan itu.
Entah mengapa Azzlea tak suka dengan bau pelayan yang mendatanginya, kembali perutnya bergejolak ingin segera dikeluarkan, Azzlea bangun dan berlari kekamar mandi memuntahkan isi perutnya namun lagi lagi hanya cairan yang keluar.
"Anda baik baik saja Luna?" tanya pelayan penuh kekhawatiran.
"Jangan mendekat..."
Hoekk..
Azzlea mulai muntah kembali.
"Aku tak suka bau tubuhmu, jangan mendekat dan pergi dari kamarku" ucap azzlea lemah menutup hidungnya.
"Tapi Luna.. Anda sedang tak baik baik saja, akan saya panggilkan tabib atau dokter untuk memeriksa keadaan Luna" tawar pelayan itu.
Azzlea menggelengkan kepalanya lemah
"Pergi dari kamarku, Bawakan aku air hangat dan letakkan didepan kamarku, jangan masuk kedalam.. Hoekk" Azzlea kembali memuntahkan isi perutnya.
Pelayan itu berusaha untuk membantu Lunanya, tetapi selalu ditolak oleh Lunanya dan kembali memuntahkan isi perutnya membuat pelayan Khawatir, terlebih lagi Alpha sedang tidak berada di Kastil dan tengah berada di luar wilayah memenuhi undangan dari Alpha kerajaan lain.
Pelayan itupun akhirnya mengalah dan pergi mengambil apa yang diperintahkan oleh Lunanya, segera pelayan itu kekamar azzlea dengan segelas air hangat untuknya.
__ADS_1
"Luna... Saya letakkan airnya didepan pintu, tolong segera diminum Luna" ucap pelayan itu penuh kekhawatiran.
Selepas pelayan itu pergi azzlea dengan tubuh lemahnya berjalan kearah pintu dilihatnya air hangat sudah tersedia disana, Azzlea langsung meminum air itu berharap perutnya akan baik baik saja.
Azzlea masuk kedalam kamar kembali membaringkan tubuhnya yang lemah.
"Ada apa dengan ku?" gumam Azzlea.
Sedari pagi Azzlea tak dapat membangunkan tubuhnya, perutnya selalu bergejolak dan kembali memuntahkan isinya walaupun hanya cairan, pelayan yang mengurusnya hanya dapat menatap Lunanya dengan penuh kekhawatiran, sedangkan Luna sendiri sama sekali tak ingin didekati.
Mereka hanya dapat menyiapkan apa yang diminta oleh Luna nya untuk diletakkan didepan pintu kamarnya saja, berkali kali mereka membujuk agar diperiksa oleh tabib namun hasilnya Nihil.
"Apa perlu kita mengirim pesan pada Alpha jika Luna sedang sakit" ucap salah seorang pelayan yang khawatir dengan kondisi Azzlea.
"Ya.. Kamu benar... Alpha harus tahu kalau Luna sedang sakit, mungkin hanya Alpha yang dapat membujuk Luna agar diperiksa" ucap pelayan yang lain setuju.
"Tidak perlu" ucap Azzlea yang datang dari arah belakang mereka.
"Dia baru berangkat kemarin,, sekarang aku tidak apa apa"
"Dan aku lapar aku ingin makan" kata Azzlea berjalan kemeja makan.
"Tapi Luna,, kondisi anda sedang tidak baik baik saja, akan lebih baik jika Alpha tahu kondisi Luna sebenarnya" ucap kepala pelayan yang berdiri jauh dari Azzlea karena mereka tidak ingin Lunanya kembali muntah karena bau mereka.
"Tidak perlu, aku ingin sop ayam buatkan untukku dan antarkan kekamarku" ucap Azzlea meminta pada pelayannya.
Azzlea berjalan perlahan menaiki anak tangga menuju kamarnya, tubuhnya seolah lemah tak berdaya tapi rasa laparnya mengalahkan semuanya, mungkin karena sedari pagi dia memuntahkan seluruh isi perutnya dan sekarang dia sangat lapar pikir Azzlea.
Setelah menunggu tiga puluh menit makanan yang diminta Azzlea selesai dimasak oleh koki istana, para pelayan dengan hati hati membawa pesanan Luna nya, dan seperti biasa mereka hanya meletakkannya di depan pintu.
Azzlea makan dengan lahapnya, memakan semua hidangan yang sudah tersaji didepannya, seolah perasaan mual pagi tadi hilang begitu saja melihat semua makanan didepannya.
Selesai makan Azzlea memanggil para pelayan untuk membereskan sisa makanannya selagi Azzlea membersihkan diri.
⭐⭐⭐
Hoek Hoek
Azzlea kembali memuntahkan isi perutnya saat pagi menjelang dan saat dia mencium bau yang dirasa tak enak menurut hidungnya.
Selesai dengan kegiatannya tubuh azzlea akan lemah tak berdaya, tak ada yang bisa dilakukan oleh pelayannya sedangkan Luna memintanya agar mereka tidak memberitahu Alpha kondisi Luna saat ini.
Tok tok tok
__ADS_1
Terdengar ketukan pintu dari luar kamar Azzlea
"Maafkan saya Luna jika saya lancang, saya harap Luna tidak menolak permintaan kami untuk diperiksa oleh dokter yang saya bawa " ucap kepala pelayan dengan suara serak menahan tangis.
Azzlea pasrah tubuhnya kini benar benar lelah dan lemah, mungkin benar kata mereka dia harus segera diobati, mual dan muntah serasa menyiksa dirinya.
"Masuklah" jawab Azzlea lemah.
Kepala pelayan masuk dengan wajah penuh kekhawatiran dengan seorang tabib wanita dibelakangnya.
"Maafkan saya Luna jika saya lancang, saya siap keluar dari istana ini dari pada saya harus melihat Luna lemah seperti ini, maafkan saya Luna" isak kepala pelayan menitikkan air matanya.
Azzlea mengangguk lemah dibawah selimut tebalnya.
"Keluarlah" perintah azzlea.
Sepeninggal kepala pelayan Dokter wanita itu mulai mendekati Azzlea.
"Maafkan saya Luna, izinkan saya memeriksa kondisi Luna terlebih dahulu" ucap Dokter itu dengan sopan.
Diraihnya tangan Azzlea dengan hati hati untuk memeriksa denyut nadinya, memeriksa kondisi Lunanya berganti kearah perut Azzlea.
Tabib itu nampak terkejut setelah memeriksa kondisi Azzlea membuat azzlea nampak takut melihat ekspresi yang ditunjukkan Dokter yang tengah memeriksanya itu.
"Jangan menakutiku dengan tatapan seperti itu"
"Katakan padaku apa yang terjadi denganku?" tanya Azzlea dengan suara yang lemah.
"Syukurlah Luna baik baik saja" meletakkan tangan azzlea dengan hati hati.
"Apa maksud nya dengan baik baik saja"
"Ya aku baik sekarang, tapi mungkin tidak dengan besok pagi"
"Saya sudah memeriksa Luna, dan Luna benar-benar baik-baik saja"
"Apa maksudmu, aku sama sekali tak paham" tanya Azzlea kebingungan.
"Maaf kan saya jika saya lancang Luna, sudah berapa lama Luna tidak mendapatkan masa periode Luna?" tanya dokter itu dengan hati hati.
"Entahlah, kurasa sudah dua bu...." ucapan Azzlea terhenti otaknya nampak berfikir hal yang kemungkinan terjadi padanya.
Dipandangnya wajah dokter itu nampak senyum kebahagiaan terpancar disana.
__ADS_1
"Aku.. Ini.. Bukan seperti yang aku fikirkan bukan? " tanya Azzlea menatap dokter wanita itu.