Werewolf Alteration

Werewolf Alteration
Beristirahatlah


__ADS_3

Suara cicitan burung diatas sana serta dengkuran halus menjadi satu, suara itu perlahan membangunkan Azzlea yang tengah terlelap dalam tidurnya. Azzlea membuka matanya yang mendengar dengkuran begitu dekat dengan telinganya.


"Kau sudah bangung." Azzlea tergelak kaget saat Milly yang secara tiba-tiba membuka matanya. kedua manik mata biru beda jenis itu saling bertatapan satu sama lain saling mengunci dengan tatapan indah mereka masing-masing.


"Ya.. Baru saja. Apa aku membangunkanmu?" tanya Azzlea. Milly menggelengkan kepalanya serta mengendus.


"Kau tertidur dengan lelapnya. Aku tak berani membangunkan mu dan menunggumu hingga terbangun."


"Tapi siapa sangka aku pun ikut tertidur bersama denganmu." ujar Milly.


Azzlea menyunggingkan senyum dibibinya. Perlahan Azzlea turun dari punggung Milly yang entah sudah berapa lama membawa berat tubuhnya yang tak seberapa. Azzlea duduk disamping Milly yang juga tengah terduduk sembari menunggu Azzlea tadinya. Jemari Azzlea meraih puncak kepala Milly dan mengusapnya dengan sangat lembut.

__ADS_1


"Jika aku tidak berada disini aku tidak akan tahu bahwa akan ada serigala secantik ini."


"Memiliki bulu selebat dan selembut ini. Tubuhmu sangat gagah meskipun kau sebenarnya sangat lemah lembut."


"Jika aku tidak dibawa kemari dan bertemu dengan mu. Aku tidak akan tahu bahwa ada serigala yang sudah berumur seribu tahun lamanya bernama Milly yang sangat menyebalkan namun selalu membuatku sangat kagum."


"Aku selalu berfikir dalam hatiku. Seperti inikah rasanya Fredrico saat menenangkan ku serta mengusap lambut kepalaku saat aku tak terkontrol dengan emosiku sendiri." ujar Azzlea yang masih terus mengusap dengan lembut puncak kepala Milly.


Tanpa sadar Azzlea kembali menyunggingkan senyum dibibirnya. Pandangannya menjadi sendu dan penuh kasih dan sayang. Baru kali ini Milly melihat tatapan mata Azzlea yang begitu sangat tulus hanya dengan menyebut namanya saja.


"Dia adalah pria terbaik yang singgah dihidupku. Dia pria dingin yang sangat menyayangiku. Lemah lembut didepan ku bak seekor kucing bersama dengan induknya, namun jika berada dengan lingkungannya dia akan menjadi sebuas serigala hutan yang kelaparan." ujar Azzlea yang dengan wajah tulusnya menggambarkan sosok suaminya.

__ADS_1


"Dia adalah suami dan juga ayah dari anak ku." sambungnya.


"Apakah dia sangat menyayangimu?" tanya Milly. Azzlea menganggukkan kepalanya penuh dengan keyakinan.


"Aku sangat merindukan dua pria tampan yang kini tengah menunggu kehadiranku. Aku menjadi sangat tidak berguna karena meninggalkan mereka berdua." ujar Azzlea dengan wajah sendunya. Azzlea mendongakkan kepalanya mencegah agar air matanya tak mengalir lagi seperti sebelumnya.


Sungguh lemah sekali dirinya yang akan selalu menangis hanya mengingat Fredrico juga buah hatinya. Azzlea kembali menetralkan emosinya yang tak sesuai dengan kendalinya sendiri dan menorehkan senyum kearah Azzlea.


"Beristirahatlah Milly. Aku akan pergi dari sini." ujar Azzlea. Milly menahan kepergian Azzlea yang hendak meninggalkannya begitu saja. Lagi-lagi Azzlea menorehkan senyum kearah Milly yang seolah tak ingin berpisah dengan Azzlea.


"Aku akan kembali lagi nanti. Saat ini aku ingin menemui yang lainnya terlebih dahulu." ujar Azzlea.

__ADS_1


Azzlea kemudian berbalik meninggalkan Milly ditempatnya namun sedetik kemudian Azzlea berbalik kearah Milly dan memeluknya dengan sangat erat. "Beristirahatlah dengan nyenyak Milly. Karena kita akan melakukan perjalanan yang belum pernah kau lakukan sebelumnya." ujar Azzlea yang kemudian beranjak pergi meninggalkan Milly yang mematung karena ucapan Azzlea.


__ADS_2