Werewolf Alteration

Werewolf Alteration
Can't Believe


__ADS_3

Dengan santainya Azzlea menyantap makanan yang sudah terhidang didepannya, tanpa ucapan sepatah katapun. Begitu juga dengan Fredrico yang hanya mengunyah makanannya dalam diam tanpa berbicara apapun juga.


"Apa aku juga harus makan bersama dengan kalian disini?" ucap Victor menolak permintaan dari Azzlea.


"Tentu saja. Makanlah jangan sungkan anggaplah seperti kastilmu sendiri" ucap Azzlea.


Dari pada makan Victor memilih membiarkan makanan didepannya meskipun perutnya bisa dikatakan lapar karena lelah berlari kemari. Tapi Victor berusaha mengacuhkan makanan didepannya dan berharap agar dirinya bisa secepatnya keluar dari kastil yang sama sekali tak ingin sekalipun dirinya menginjakkan kakinya disini.


Hiks


Terdengar isak tangis keluar dari mulut Azzlea. Victor sedikit keheranan karena melihat wanita yang sejak tadi mengintimidasinya mengeluarkan air mata.


"Kenapa hm? Apakah makanannya tidak enak dilidahmu hm" tanya Fredrico dengan lembut mendekat lebih dekat duduknya dengan sang istri.


Azzlea menggelengkan kepalanya dan terus terisak membuat Fredrico kebingungan. Memang bukan kali pertama Azzlea menangis tanpa sebab seperti ini, hanya saja Fredrico belum terbiasa dan tak bisa menebak fikiran sang istri apa yang membuatnya menangis seperti ini.


"Katakan padaku, mengapa kau menangis" tanya Fredrico seraya mengusap air mata yang mengalir dipipi mulus sang istri.


"Aku merasa kasihan dengan makanan yang ada didepannya. Aku rasa kalau semua makanan itu memiliki perasaan dia ingin segera dimakan"

__ADS_1


"Bukankah dia sudah berkorban untuk kita agar dia bisa dimasak dengan lezat oleh koki. Tapi dia sama sekali tak menyentuh makanan didepannya hiks" adu Azzlea.


"Hei tenanglah. Aku yakin sebentar lagi dia akan memakan makanan didepannya" ucap Fredrico seraya menatap tajam kearah Victor dengan ekspresi kebingungan.


"Benarkah. Kalau difikir-fikir lagi aku pun kasihan dengan para koki yang memasak semua ini. Bagaimana perasaan mereka saat tahu kalau hasil masakannya sama sekali tak tersentuh hiks" air mata Azzlea semakin mengalir dengan derasnya.


Tak tega dengan tangisan sang istri Fredrico berjalan kearah Victor, mengambil piring yang sejak tadi tak disentuhnya dan mengambilkan makanan beserta lauk pauknya untuk Victor.


"Lihat, sudah kuambilkan makanan untuknya. Makanlah apa kau tak merasa kasihan dengan para koki yang sudah memasakkan untukmu" kesal Fredrico kepada Victor.


"Tapi dia tak memakan makanannya sama sekali" ucap Azzlea lagi.


"Dia makan sayang, lihat dia makan sekarang" ucap Fredrico kembali menghampiri sang istri.


"Aku tidak melihat dia memakan makanannya" isak Azzlea lagi.


"Makanlah aku mohon" ucap Fredrico didalam hatinya menatap Victor dengan tatapan memelas.


"Kau fikir aku akan melakukan apa yang kau minta" tolak Victor.

__ADS_1


"Kumohon, satu suap saja" pinta Fredrico sekali lagi.


"Aku tidak akan pernah melakukan apa yang kau minta"


"Satu suap saja" pinta Fredrico memelas menatap kearah Victor.


Victor dengan kesal menyendokkan makanan kemulutnya dan menatap kearah Fredrico dengan tajam juga.


"Kau puas" kesal Victor dalam hatinya berbicara dengan Victor.


"Sangat puas" jawab Fredrico tanpa menatap kearah Victor.


"Cih" kesal Victor karena tak dianggap sama sekali.


"Lihat dia makan sekarang. Berhentilah menangis oke, sekarang kau lanjutkan kembali makananmu hm" tawar Fredrico. Azzlea menganggukkan kepalanya dan kembali memakan makananya dengan lahap seolah tak terjadi apapun beberapa saat yang lalu.


Victor masih benar-benar tak percaya dengan sifat yang dilihatnya baru saja. Bahkan menurutnya sangat asing mengingat bagaimana sifat yang mengintimidasi yang di berikan padanya hanya agar dirinya bisa datang kemari dengan alasan ingin melihatnya dan agar dia ingin bertemu dengannya.


*Hai semua, yang kangen babang Fred sama neng Azzlea. Fi coba buat balik lagi setelah nakal senakal-nakalnya karena nggak pernah up lagi.. Oke cuss happy reading*

__ADS_1


__ADS_2