Werewolf Alteration

Werewolf Alteration
Part 63 Destiny


__ADS_3

Viona berlari meninggalkan Fredrico dengan keputus asaan. Sudah berapa kali Fredrico menolaknya tak terhitung jumlahnya. Tapi hari ini adalah hari yang paling menyakitkan untuknya.


Viona berlari menembus hutan belantara entah kemana arah dan tujuannya, yang diinginkannya hanyalah pergi sejauh mungkin dari kastil yang menyakitkan untuknya.


Brugh..


Tubuh Viona terhempas ketanah saat seseorang meraihnya.


"Sadarkan dirimu Viona.. Sadar! Apa yang akan kau lakukan ha" marah Victor menggertakkan giginya.


Viona tak menjawab, dirinya hanya bisa menangis dan menangis dipelukan Victor. Etah sadar atau tidak Viona berusaha melompat dari tebing yang sangat curam. Beruntung Victor mengikutinya dan berhasil menyelamatkan Viona. Terlambat sedikit saja Victor akan menyesalinya seumur hidup.


"Aku lelah Victor, aku lelah. Sungguh aku tak kuat lagi menahannya" ucap Viona menangis sesegukan.

__ADS_1


Victor benar-benar tak apa yang terjadi pada Viona. Yang dia ketahui adalah Viona tiba-tiba berlari meninggalkan Fredrico yang nampak acuh padanya yang keudian berusaha melompat dari tebing curam ini. Beruntung Victor mengejar Viona, kalau tidak, dia tak tahu lagi apa yang akan terjadi pada Viona, dan dia akan menyesalinya seumur hidup.


Victor berusaha menenangkan Viona didalam pelukannya. Tangisnya terdengar menyayat hati, seolah sakit yang teramat dalam dirasakan oleh Viona.


Entah berapa lama Viona menangis, Viona mulai merenggangkan pelukannya kepada Victor.


"Dia menolakku hiks" ucap Viona sesegukan.


"Siapa? Fredrico?" tanya Victor penasaran. Viona mengganggukkan kepalanya.


"Dia menolakku, dia hanya menganggapku sebagai adik perempuannya. Itu sangat menyakitkan untukku Vic, hiks" jujur Viona pada Victor.


Victor segera merengkuh Viona erat-erat, sungguh sakit hatinya melihat kekasih hatinya menangis untuk pria lain, bukan untuknya.

__ADS_1


"Izinkan aku menggantikan Fredrico dihatimu, izinkan aku yang menyukaimu" pinta Victor. Viona menggelengkan kepalanya.


"Fredrico... Fredrico adalah mateku. Aku.. Aku sangat mencintainya. Dia tahu kalau aku adalah matenya bahkan sejak lama, tetapi dia hanya menganggapku sebagai seorang adik. Itu sangat menyakitkan untukku Victor" jujur Viona.


Sungguh pernyataan yang sangat tidak ingin didengarnya. Nyatanya Viona kekasih hatinya justru mate sahabatnya sendiri. Pantas saja Fredrico tak pernah memberi respon saat dirinya memberitahu kalau dirinya sangat menyukai Viona. Namun mengapa dia harus mengabaikan Viona matenya sendiri dan hanya mengganggapnya sebagai seorang adik.


"Mungkin karena Fredrico belum bisa menerima kalau kamu adalah matenya. Kau tahu kita sejak kecil selalu bersama dan kau sudah kami anggap sebagai adik sendiri. Akan sangat sulit bagi Fredrico mengganti posisi itu dihidupnya. Aku rasa dia hanya perlu banyak waktu agar dia bisa menerimamu sebagai kekasih hatinya" jelas Victor berasumsi dengan apa yang dia tahu tentang sifat Fredrico.


"Begitukah, apakah Fredrico pria yang seperti itu?" tanya Viona.


"Tentu saja, kita sudah bersama belasan tahun, tapi kau sama sekali tak tahu dan tak paham bagaimana sifat Fredrico. Bagaimana kalau kau harus menjadi Lunanya" ucap Victor.


Sungguh sakit hatinya karena harus membanggakan mate dari kekasih hatinya. Andaikan takdir itu dapat dirubahnya, dia akan sangat menyayangi dan mencintai Viona tanpa ada air mata yang berjatuhan.

__ADS_1


Pantas saja Viona selalu mendekati Fredrico. Dan pantas saja Fredrico selalu menghindar akhir-akhir ini. Inikah alasan keduanya, ya Victor yakin inilah alasan mengapa keduanya nampak erbeda dari sebelumnya. Bahkan Fredrico sangat-sangat berubah karakter dan sifatnya. Sunggu dirinya sama sekali tak tahu jika ini terjadi diantara mereka. Bgaimana dengan hatinya? Victor harus mengiklaskan Viona bersama dengan Fredrico bersama karena takdir sudah mempersatukan mereka.


__ADS_2