
Sejak Viona berkata jujur bahwa Viona adalah matenya, Fredrico cenderung menjauh dari Viona. Bahkan saat ini ketiganya sangat jarang bahkan tidak pernah bersama lagi, Fredrico beralasan kalau dirinya ingin mempelajari tentang Alpha dan bagaimana dia akan menjadi Alpha.
Fredrico sengaja menghindar karena selama ini Victor tak tahu bahwa dirinya dan Viona adalah mate. Sungguh ini menyiksa untuk Fredrico karena harus berjauhan dengan matenya, dia melakukan hal bodoh itu semata hanya agar Viona dan Victor lebih dekat. Karena sejak saat Viona mengatakan bahwa mereka mate, Viona selalu menempel padanya dan membiarkan Victor.
"Hai" sapa Viona ikut duduk disamping Fredrico.
Fredrico hanya melirik sebentar lalu memalingkan wajahnya. Padahal didalam sana jantungnya berpacu dengan sangat cepat saat kedatangan Viona. Bahkan werewolf milik Fredrico meraung didalam sana.
"Ada apa?" tanya Fredrici dingin.
"Boleh aku duduk disini?" Viona bertanya dengan hati-hati. Fredrico hanya mengangguk dan melanjutkan kegiatan membacanya.
"Aku rindu" ujar Viona.
"Apa maksudmu?"
"Tidakkah kau mendengarnya dengan jelas. Aku merindukanmu, aku mau kita bersama seperti dulu lagi" jujur Viona.
"Aku terlalu sibuk untuk melakukan itu lagi, kau benar, aku harus banyak belajar untuk mempelajadi bagaimana mencadi Alpha yang bijak" ucap Fredrico tanpa memalingkan wajanya.
__ADS_1
"Mengapa kau semakin dingin padaku Fred? Apa sebenarnya salahku?" tanya Viona yang mulai menitikkan air matanya. Fredrico diam tanpa menjawab pertanyaan Viona. Bukan karena tak ingin menjawab, tapi karena dirinya tak bisa menjawab pertanyaan dari Viona.
"Apa karena aku adalah matemu? Tapi mengapa, kita sudah bersama sejak kecil apa yang salah dengan itu Fred?" isaknya.
"Kau terlalu baik untukku, aku tidak bisa menerima itu semua" ucap Fredrico.
Bagai disambar petir didalam hati Viona yang terdalam, Fredrico mengatakan hal ini secara tidak langsung dia menolak dirinya untuk dijadikan matenya, sebegitu teganyakah Fredrico terhadapnya. Hati Viona sangat sangat sakit bagai teriris sembilu.
"Kau menyakiti hatiku Fred hiks"
"Padahal aku sangat menyukaimu dan berharap kau hidup bersamaku" isak Viona.
Hati Fredrico sangat sakit melihat Viona menangis didekatnya, ingin sekali dia memeluk kekasih hatinya, tapi apalah daya diurungkan niatnya.
Hari semakin berganti, namun begitu meskipun Fredrico selalu dingin kepada Viona, Viona akan tetap berusaha mendekati Fredrico agar hatinya luluh padanya.
Viona semakin bersemangat maskipun perlakuan Fredrico bukanlah yang diinginkannya.
"Dengar Viona" tegas Fredrico menghentikan aktivitas Viona.
__ADS_1
Fredrico yang sedang berada ditaman merasa terganggu dengan kehadiran Viona yang datang tanpa izin maupun persetujuannya.
"Hentikan semua tingkah lakumu itu. Aku benar-benar muak" ucap Fredrico dengan dingin.
"Kau memang mateku, aku tahu sejak lama. Tanpa kau beritahu aku tahu kau adalah mateku"
"Lalu, lalu mengapa kau tidak pernah menceritakannya padaku Fred. Aku bekerja keras membiatmu percaya jika aku adalah matemu, pasanganmu hiks" ucap Viona dengan berurai air mata.
"Aku tak pernah memintamu melakukan itu padaku. Jangan membuang waktumu hanya untuk hak kecil seperti ini" ucap Fredrico dengan tegas.
"Mengapa kau melakukan ini padaku Fred. Padahal aku sangat menyayangimu, padahal aku sangat mencintaimu"
"Karena selama ini aku hanya menganggapmu sebagai seorang adik tidak lebih"
"Hanya adik? Tidak adakah sedikit saja perasaanmu padaku?"
"Jika kau tidak pernah kuanggap sebagai adik aku pasti akan sangat menyukaimu" jujur Fredrico.
"PEMBOHONG" teriak Viona dengan lantang.
__ADS_1
"Kau hanya mencari alasan untuk menolakku, aku benar?" Viona mencoba menguatkan diri.
"Pergilah, sebelum aku melakukan hal bodoh padamu" usir Fredrico kepada Viona.