
"Kau bisa beristirahat Fred, jangan siksa dirimu sendiri" ujar Bunda Zi pada Fredrico. Fredrico diam tanpa jawaban keluar dari mulutnya, Fredrico tetap duduk diam disamping ranjang sang istri tanpa beranjak sekalipun.
Kini sudah dua hari Azzlea masih tetap setia menutup matanya, sejak saat itu pula Fredrico menjadi murung dan pendiam. Dirinya hanya akan tergerak saat bayi mungilnya menangis. Entah mengapa bayi itu tak akan berhenti menangis sebelum digendong oleh Fredrico.
Fredrico diam semabri menimang jagoannya didalam pelukannya. Hari sudah semakin malam, namun putranya seolah tak ingin terlepas dari gendongan juga ayunan Fredrico. Bunda Zenia maupun Zinovia tak mampu berbuat banyak dengan keadaan saat ini. Bahkan dokterpun tak dapat memprediksi kapan Azzlea akan segera membuka matanya.
"Biarkan putramu kami yang menjaganya Fred. Istirahatlah walau sebentar, apakah kau tak merasa kasihan pada putramu jika keadaanmu seperti ini."
__ADS_1
"Dia juga bisa merasakan apa yang kamu rasakan nak. Kasihan dia." bujuk Bunda Zenia pada Fredrico. Lagi-lagi Fredrico hanya diam sembari memandangi replika dirinya ini. Matanya tengah tertidur dengan lelapnya, aman dan nyaman dipelukan Fredrico. Tanpa terasa air mata Fredrico kembali menetes meluncur bebas dipipinya.
"Maafkan Ayah yang tak berguna ini" sesal Fredrico merengkuh erat tubuh mungil bayi tampannya. Fredrico tersadar dari keterpurukannya sesaat setelah mendengar bayinya kembali menangis dengan kencangnya memenuhi ruangan.
Fredrico berusaha menenangkan bayinya, menimang-nimang serta mengayunkan tubuhnya. "Maaf kan ayah, tidak, Ayah salah bicara. Bukankah aku adalah ayah yang hebat hm.. Berhenti menangis oke" ucap Fredrico menenangkan bayinya.
"Cup cup sayang, jangan menangis lagi," bujuk Fredrico. Cukup lama Fredrico menimang bayi tampannya hingga pada akhirnya bayi mungil itu kembali terlelap dalam tidurnya.
__ADS_1
"Beristirahatlah Fred. Aku yakin bayimu juga ingin agar kau beristirahat." pinta Bunda Zi sekali lagi.
"Bagaimana aku bisa istirahat dengan tenang melihat kondisi istriku yang seperti ini Bunda. Hatiku sangat sakit jika aku meninggalkannya sebentar. Aku tak sanggup memejamkan mataku. Aku sangat takut jika terjadi sesuatu dengannya saat aku memejamkan mataku" tolak Fredrico tetap pada pendiriannya.
"Bunda yakin Azzlea wanita yang tegar dan kuat. Sangat tidak mungkin dia akan meninggalkanmu juga bayi tampan kalian."
"Bunda yakin saat ini dia hanya ingin beristirahat sebentar saja. Jika dia sudah lelah beristirahat dia akan segera bangun" ujar Bunda Zi.
__ADS_1
"Benar apa yang dikatakan oleh Bunda Zi nak. Kau juga harus mengistirahatkan dirimu sendiri. Apa kau yakin Azzlea tidak akan marah melihat kantung matamu yang semakin menghitam hanya karena menunggunya tertidur dalam ketenangan" Bunda Zenia memberi nasehat kepada Putranya. Fredrico nampak terdiam membisu memandangi tubuh Azzlea.
Fredrico melangkahkan kakinya didekat Azzlea dan duduk dibangku yang tadi didudukinya sembari menimang bayi mungilnya. Fredrico kemudian meletakkan kepalanya ditepian ranjang milik Azzlea yang kemudian memejamkan matanya. Tak butuh waktu lama Fredrico tertidur dengan lelapnya. Bunda Zenia juga Zinovia menggelengkan kepalanya hampir bersamaan melihat tingkah Fredrico yang benar-benar tetap pada pendiriannya dan tetap tak ingin pergi meninggalkan Azzlea sedetikpun.