
Perlahan pintu utama terbuka lebar, terlihat sesosok gadis cantik keluar dari dalam kastil. Dengan berbalut gaun berwarna putih dengan gaun panjang menyapu lantai. Rambut yang dibuat sedemikian rupa serta aksesoris yang menempel di seluruh tubuhnya membuat gadis itu bertambah cantik bak bidadari. Polesan make up tipis membuatnya terkesan sangat anggun.
Disampingnya seorang pria paruh baya yang akan mendampingi gadis itu bertemu dengan calon suaminya. Beta Delvin Nares berbalut tuxedo warna hitam polos menampilkan ketampanannya meskipun usia sudah tak muda lagi.
Perlahan keduanya berjalan keluar dari pintu utama menuju altar dimana disana pangeran Fredrico telah berdiri menunggu kedatangan Azzlea mempelai wanitanya.
Deru jantung azzlea seolah bermaraton di dalamnya. Gugup dengan hal yang baru pertama kali akan dilakukannya, dan seumur hidupnya sama sekali belum pernah dilakukannya.
Diujung sana pangeran Fredrico tengah memandangnya aneh. Ya.. Aneh. Entah apa yang saat ini difikirkannya sehingga pria itu memandangnya seperti itu. Tanpa berkedip ataupun tersenyum. Hanya tatapan datar yang dia berikan saat memandang Azzlea.
Perlahan Azzlea mendekat kearah pangeran Fredrico, diraihnya tangan Azzlea saat Beta Delvin mengulurkan tangan putrinya pada Fredrico.
"Kuserahkan kewajibanku atas putriku padamu"
"Jaga dia dan sayangi dia seumur hidupmu, karena kalau sampai terjadi sesuatu padanya. Kami akan mengambilnya kembali darimu" ucap Beta Delvin pelan saat menyerahkan Azzlea pada Fredrico.
Fredrico menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis menerima ucapan dari Beta Delvin.
"Ku terima tanggung jawabmu atas putrimu. Dan aku akan berusaha semaksimal mungkin senantiasa menjaga dan menyayangi azzlea hingga akhir hayatku" jawab Fredrico lirih sambil terus menatap Azzlea, hingga senyum tipis tersungging disudut bibirnya.
Beta Delvin tersenyum lega, dia menepuk pundak Fredrico sebelum pergi dari altar dan duduk disamping istrinya yang cantik.
Fredrico menuntun Azzlea. Disana ada Alpha Parvis yang akan menikahkan Fredrico dan Azzlea. Upacara pernikahanpun dimulai.
Keduanya diminta meminum air suci untuk mensucikan diri mereka dihari suci keduanya. Mulailah dengan upacara pernikahan yang dipimpin oleh Alpha sendiri. Upacara berjalan dengan sangat hikmat tanpa gangguan apapun. Sesekali Fredrico mengatur nafasnya yang didalam sana jantungnya berdegup sangat kencang.
Selesai dengan berbagai upacara, seorang pelayan membawa sebuah mangkuk berisi pisau kecil. Disana mereka harus menyatukan darah sambil berucap janji sebagai simbol bahwa mereka sudah dipersatukan oleh moon godess.
__ADS_1
Pangeran Fredrico menggores kecil telapak tangan Kanannya, darah segar menetes dari bekas goresan itu. Kini giliran azzlea yang akan menggores telapak tangannya. Azzlea nampak ragu karena dia harus menyakiti dirinya sendiri meskipun ini adalah bagian dari upacara.
Melihat Azzlea yang nampak ragu membuat Fredrico tak sabar, diraihnya pisau kecil dan telapak tangan azzlea. Azzlea kaget.
"Tutup matamu dan jangan lihat. Dan buka matamu setelah aku menyuruhmu membuka mata" bisik fredrico lirih.
Azzlea mengangguk. Meskipun dia tak bisa percaya sepenuhnya tetapi tak mungkin pria didepannya akan menyakiti azzlea di depan seluruh rakyatnya bukan! batin azzlea.
Fredrico meraih tangan kanan azzlea. Perlahan fredrico menyayat kecil telapak kanan azzlea. Darah mulai menetes dari bekas goresan yang dibuat oleh fredrico. Azzlea nampak terperanjat kaget saat telapak tangannya terasa perih.
Digenggamnya jemari azzlea yang bercampur dengan darah keduanya.
"Buka matamu" perintah fredrico pada azzlea.
Perlahan azzlea membuka matanya. Dilihatnya tangan kanan mereka sudah menyatu dalam genggaman fredrico.
"Kini saatnya mendengar janji suci yang akan dibuat oleh kedua pengantin" titah Alpha Parvis pada Azzlea juga Fredrico.
"Aku berjanji akan menyayangi wanita yang ada dihadapanku dengan segenap jiwaku, menjaganya dengan seluruh nyawaku, dan tidak akan menyakitinya secara fisik maupun batin. Dan jika aku melanggar janjiku, maka... Aku akan selamanya berubah menjadi serigala sebelum dia memaafkanku!" ucap Fredrico lantang.
Azzlea terperanjat dengan ucapan pria didepannya yang kini sudah menjadi suaminya. Azzlea benar benar tak percaya Fredrico mengucapkan janji seperti itu sedangkan pernikahan ini hanya lah sementara.
Lamunan azzlea buyar saat seseorang memanggil namanya, ya.. Itu Alpha parvis yang mempersilahkan azzlea untuk mengucapkan janji sucinya.
"Aku berjanji akan menyayangi dan mendukung pria didepanku. Dan aku akan menjadi istri yang baik untuknya. Jika aku melanggar janjiku, dengan senang hati aku akan meninggalkan istana dan apapun yang berhubungan dengannya" janji Azzle.
Kini keduanya telah menjadi sepasang suami istri dihadapan moon godess. Bunda zenia dan rieka sama sama menitikkan air matanya melihat anak anaknya bersatu.
__ADS_1
Fredrico meraih tengkuk leher azzlea. Wajah Fredrico mendekat kearah Azzlea, semakin dekat dan semakin dekat. Perlahan bibir keduanya menyatu sebagai tanda berakhirnya upacara janji suci keduanya. Azzlea kaget karena fredrico tiba tiba mencium bibirnya tanpa aba aba. Mata azzlea membulat. Azzlea menepuk-nepuk pundak fredrico berharap agar ciumannya cepat berakhir.
Rona merah tercipta dipipi azzlea saat Fredrico melepaskan pangutannya. Dia malu sekaligus kesal karena Fredrico menciumnya di depan orang banyak. Fredrico nampak acuh dan kembali tersenyum lebar didepan rakyatnya.
"Lihat reika, akhirnya impianku memiliki putri kini tercapai sudah" ucap Luna menyentuh tangan bunda rieka, bunda azzlea.
"Ya zen, kamu benar. Sekarang kita benar benar impas"
"Memiliki dua putra dan satu putri" jawab bunda rieka pada Luna dengan senyum merekah.
"Aku sangat bahagia. Karena kita dipersatukan oleh moon godness dengan cara seperti ini" Luna mengucap syukur.
"Ya... Aku juga tidak percaya moon godness merencanakan hal yang lebih baik dari yang kita kira" imbuh bunda rieka.
"Kuharap.. Mereka akan berbahagia. Apalagi ini adalah hal pertama bagi putri ku. Maafkan dia jika dia memiliki kesalahan"
"Kau tahu.. Putri ku sampai saat ini tidak dapat merubah dirinya menjadi wolf" bunda rieka menundukkan kepalanya.
"Kamu tak perlu khawatir soal itu. Tak akan ada yang menggunjingnya sekarang. Karena tak lama lagi dia akan diangkat menjadi Luna"
"Bukankah tugas Luna hanya menemani seorang Alpha!" ucap Luna menguatkan. Bunda rieka menganggukkan kepalanya dan tersenyum bahagia.
Pesta pernikahanpun dimulai, jamuan telah terhidang untuk memanjakan lidah seluruh rakyatnya yang hadir dipesta pernikahan yang digelar dikastil Beta Delvin.
Fredrico dan azzlea duduk bersanding dipelaminan. Satu persatu rakyat kerajaan vredo tak lupa memberikan ucapan selamat pada keduanya.
Karena calon Alpha dan Luna mereka telah dipersatukan. Banyak yang menaruh harap pada keduanya.
__ADS_1
Pesta pernikahan digelar sedari pagi hingga malam menjelang. Berbagai pertunjukkan mereka berikan semaksimal mungkin untuk menghibur tamu undangan yang hadir.
"Kita tunggu waktu yang tepat" ucap seorang di kegelapan di balik rimbunnya pepohonan tak jauh dari kastil. Dan dalam seketika menghilang ditelan gelapnya malam.