
"Mau kemana kamu berpakaian rapi seperti itu" tanya Azzlea yang masuk kekamar dengan membawa semangkuk besar berisi buah yang telah dipotongnya tadi.
"Aku akan pergi beberapa hari, mungkin agak lama"
"Kemana?" tanya Azzlea penasaran.
Fredrico nampak mengernyitkan dahinya, tak biasanya Azzlea bertanya kemana dirinya akan pergi. Biasanya wanita itu akan acuh tak acuh tak peduli.
"Pergi ke wilayah selatan, kau mau ikut?" tawar Fredrico.
Azzlea menggelengkan kepalanya lalu memasukkan buah apel kemulutnya sampai pipinya mengembung.
"Kau memang tak pernah mau saat kuajak pertemuan seperti ini, padahal seorang Luna harus ikut kemanapun Alpha pergi bukan begitu?" ujar Fredrico membenahi lengan bajunya.
"Luna yang lain bisa pergi sendiri, mereka bisa pergi bersama-sama. Sedangkan aku, aku harus naik kepunggungmu kalau kita harus bepergian"
"Kalau dalam bahaya aku tak bisa melindungi diriku sendiri. Lebih baik aku dikastil duduk santai" elak Azzlea tak suka.
"Ya.. Ya.. Ya.. Ku akui itu"
"Jangan merindukanku saat aku tak ada" goda Fredrico memakan buah yang hampir masuk kedalam mulut Azzlea.
"Siapa yang akan merindukanmu, jangan terlalu percaya diri tuan"
"Siapa tahu kau akan merindukanku saat aku pergi" ucap Fredrico yang masih gigih.
Azzlea tak mempedulikan godaan dari Fredrico. Entah mengapa setelah dirinya menjadi seorang Alpha, kini Fredrico lebih suka menggodanya dan itu membuat Azzlea merasa kesal.
__ADS_1
"Kau gadis kecil, makananmu banyak sekali. Apa kau tak takut kau berubah gemuk seperti seekor ba... Aduh... Aduh" belum sempat Fredrico menyelesaikan ucapannya, Azzlea sudah lebih dulu mencubit pinggangnya dengan sangat keras membuat Fredrico mengaduh kesakitan. Mata Azzlea menatap Fredrico tajam dan penuh kekesalan.
"Sakit"
"Berhenti menggodaku" kesal Azzlea.
"Sudah sana berangkat" usir Azzlea.
"Tidak.. Aku membatalkan niatku. Ku urungkan niatku untuk pergi hari ini"
Geram Azzlea menarik tangan Fredrico agar berdiri dan mendorong tubuh besarnya keluar kamar. Dengan susah payah Azzlea mendorong tubuh Fredrico karena Fredrico sendiri sengaja berdiam diri dan tak beranjak sama sekali.
"Sudah sana pergi.. Guards sudah menunggumu diluar.. A.. Ayo pergiii" usir Azzlea yang masih berusaha mendorong tubuh Fredrico.
Fredrico mengalah dan pergi, sebelumnya Fredrico mencuri ciuman dibibir Azzlea sekilas.
Setelah kepergian Fredrico yang mmebuat Azzlea kesal setengah mati karena Fredrico berani mencuri ciuman dibibirnya.
Azzlea masuk lagi kedalam kamarnya. Mengambil kembali mangkuk buah yang ditinggalkannya beberapa saat yang lalu. Bosan karena tak ada yang dilakukannya, Azzlea bangkit dari duduknya dan menghampiri lemari kamarnya. Azzlea menekan tombol dimana ruang rahasia Fredrico berada. Sampai sekarangpun Fredrico tak tahu kalau dirinya mengetahui ruang rahasia miliknya ini.
Azzlea masuk kedalamnya, meletakkan mangkuk yang dibawanya dan mulai berjalan menelusuri rak buku yang ada diruangan tersebut. Ada satu buku yang begitu menarik perhatiannya, diambilnya buku itu dengan pelan dan kembali duduk dikursi yang biasa dipakainya saat membaca buku.
"Werewolf story" Azzlea membaca sampul buku tersebut.
"Entah ini cerita dari leluhur kita ataukah hanya fiksi yang dibuat oleh manusia" gumam Azzlea.
Azzlea mulai membaca kata demi kata lembar demi lembar buku tersebut. Yang Azzlea tangkap adalah buku yang dibacanya saat ini merupakan buku yang dibuat secara turun temurun dari leluhur mereka, menceritakan tentang berbagai kehidupan Alpha dan Luna juga kehidupan werewolf lainnya. Dimana salah satu chaptenya menggambarkan seorang wanita yang bisa menjadi Alpha. Dilain halaman lagi menceritakan tentang bagaimana kehidupan Alpha dan Luna. Ada satu chapter yang menarik perhatian Azzlea, yaitu seorang Luna yang kekuatannya melebihi kekuatan seorang Alpha atau bisa dikatakan keduanya sama-sama kuat, dan werewolf ini diceritakan pernah ada sekitar ribuan tahun yang lalu.
__ADS_1
"Kekuatan seperti apa yang bisa dimiliki oleh werewolf sampai Lunanya pun memiliki kekuatan yang sama besarnya dengan seorang Alpha?" gumam Azzlea menutup bukunya karena dirinya sudah selesai membaca buku.
"Kekuatan Fredrico saja sebesar itu? Apa masih ada kekuatan yang lebih besar lagi dari Fredrico?" Azzlea nampak berfikir.
"Arggh... Apa peduliku tetang dia. Toh ini hanya cerita leluhur bukan.? Kenapa aku terlalu memikirkan hal ini?!"
"Heii Queen... Apa kau selamanya akan terjebak didalam sana?"
"Apa kau selamanya tak akan bisa menunjukkan betapa indahnya bulu lebat dan putihmu itu?" tanya Azzlea pada Queeny.
"Entahlah Azzle, aku tak tahu mengapa kita selemah ini"
"Kurasa memang ada yang salah pada diri kita, tidakkah ada yang tahu apa yang terjadi pada kita? tidakkah ada orang yang membantu?" ucap Queeny yang mulai kecewa pada dirinya sendiri.
"Aku sudah membaca puluhan buku bahkan ratusan. Tapi sama sekali tak ada yang menceritakan tentang werewolf yang tak bisa merubah bentuknya menjadi serigala"
"Bahkan kalau memang mereka tahu, pasti sudah mengatakannya sedari dulu pada ayah bukan? Bukannya malah berdiam diri seolah mereka tak tahu"
"Sudahlah, jangan bahas itu lagi, tubuhku tiba-tiba saja tak enak rasanya. Mungkin karena aku terlalu banyak makan hari ini" ucap Azzlea keluar dari ruang rahasia Fredrico setelah sebelumnya mengembalikan buku yang diambilnya ditempat semula karena tak ingin Fredrico sadar kalau dia sudah mengetahui tempat ini.
Azzlea merebahkan tubuhnya diranjang. Kalau kalian bertanya dimana Azzlea sekarang? Dia sudah kembali kekastil milik Fredrico setelah penobatan Alpha dan Luna dilaksanakan. Sehari setelahnya Fredrico membawa kembali seluruh pelayan juga guardsnya beserta Azzlea kembali kekastil.
Setelah menjadi Alpha kini Fredrico lebih disibukkan lagi dengan peran barunya. Dia bahkan sering keluar meninggalkan kastil seperti hari ini. Selain membasmi pack yang membahayakan ketentraman rakyat Vredo, Fredrico juga mulai mencari cara untuk melumpuhkan Victor, musuh yang selalu menghantuinya. Menyerang tanpa aba-aba, bahkan tak jarang rakyatnya yang akan menjadi korban.
Ada alasan pula mengapa Azzlea tak pernah mau ikut pergi bersama dengan Fredrico mendampingin Fredrico pergi saat keluar dari wilayah Vredo seperti Luna lain pada umumnya. Selain karena tak ingin merepotkan dirinya juga tak bisa melindungi dirinya sendiri saat berada dalam bahaya. Dirinya juga trauma dengan apa yang pernah terjadi padanya bersama Faustin terakhir kali hingga membuat Faustin terluka parah karena melindungi dirinya, dia tak ingin kejadian yang lalu terulang kembali dan menimbulkan lebih banyak lagi yang terluka meskipun kekuatan Fredrico sangat besar. Dan karena hal itu pula membawanya masuk kedalam mala petaka, juga membawanya kedalam perjanjian aneh yang kini tengah dijalaninya. Bahkan apa yang difikirkannya terjadi diluar kendalinya.
Sesuatu yang hanya sebuah perjanjian dan hanya sekedar pernikahan karena perjanjian, justru menurut Azzlea dia benar-benar melakukan tugasnya sebagai istri sungguhan. Terbukti karena keduanya sudah pernah bahkan tak hanya satu kali melakukan hubungan intim. Dan itu diluar penjanjian yang dulu pernah mereka sepakati. Arggh.. Sial sekali nasib Azzlea.
__ADS_1