Werewolf Alteration

Werewolf Alteration
Really Want You


__ADS_3

**Flash Back On**


Victor tengah menyesap minuman ditangannya, diam tanpa bahasa. Yang dilakukannya hanya lah menyesap kopi ditangannya. Entah sudah berapa kali Victor meminta maidnya untuk mengambilkannya kopi itu, bukan karena rasanya yang enak tapi memang tak ada yang bisa dilakukannya saat ini.


"Datanglah kemari" suara bisikan mulai terdengar ditelinga Victor.


Bisikan itu seolah menghantui telinga Victor. Dicarinya arah suara yang terus mengganggunya itu kesana kemari.


"Siapa kau?" teriak Victor.


"Datanglah kemari" suara itu terus berbisik ditelinga Victor.


"Siapa kau?" teriak Victor sekali lagi. Victor mencari kesana kemari suara yang terus berbisik ditelinganya.


Entah sadar atau tidak Victor berjalan keluar dari tempatnya dan berlari entah kemana. Sekuat tenaga Victor berusaha menolak laju langkah kakinya, namun seberapa besarpun Victor melawan justru semakin kencang kakinya berlari.


"HENTIKAN.. AKU BILANG HENTIKAN" teriak Victor berusaha menghentikan langkah kakinya. Namun bukannya berhenti kaki Victor seolah bergerak dengan sendirinya dan terus berlari menjauh dari kastil miliknya.


"Hentikan.. CUKUP"

__ADS_1


"Kemana kau akan membawaku pergi" tanya Victor yang sudah mulai kelelahan.


"Ikuti saja kemana langkah kakimu" bisikan itu terdengar jelas ditelinga Victor.


"Oh shit. Siapa kau sebenarnya brengsek" maki Victor disela nafasnya yang mulai kelelahan.


Semakin lama langkah kakinya semakin melaju dengan kencangnya, meskipun Victor berusaha berpegangan pada pepohonan yang dilintasinya namun tetap saja langkah kakinya tak bisa dicegahnya.


"Baiklah cukup, aku akan ikuti kemana kau membawaku pergi. Jangan memakasaku untuk berlari lebih kencang itu membuatku benar-benar kelelahan" Akhirnya Victor menyerah.


Tak berselang lama kini laju kecepatannya sudah normal seperti biasanya, namun tetap saja Victor tidak bisa mengontrol tubuhnya sendiri untuk menolak kemana seseorang akan membawanya.


Victor melewati hutan belantara yang sangat dikenalnya, dirinya pun mulai memasuki pemukiman dan berhenti tepat didepan gerbang utama.


"Terlambat, kau sudah berada disini. Masuklah dengan damai" suara merdu itu terus berbisik dan menuntun jalan Victor.


Didalam hatinya Victor menggerutu merutuki dirinya sendiri yang tak bisa melawan kekuatan yang kini tengah berbisik ditelinganya dan seolah terus menerus memintanya untuk mengikuti apa yang menjadi keinginan suara yang berbisik ditelinganya.


Victor menatap tubuh yang membelakanginya seraya bersender santai di kursi panjang dengan cat putih bersih. Langkah kakinya  memintanya untuk mendekat kearah wanita itu, dan benar saja Victor sama sekali tak heran jika itu adalah ulah dari wanita yang kini didepannya.

__ADS_1


"Shit" umpat Victor.


"Duduklah" ucapnya dengan seraya tersenyum manis mengusap perutnya yang membuncit.


"Aku memintamu duduk. atau kau akan duduk dibawah ku? Silahkan" ucapnya sekali lagi dan lagi-lagi tubuh Victor melemas dan terduduk dirumput hijau yang menghiasi taman itu.


"Apa maumu?" tanya Victor dengan ketidak sukaannya.


"Tidak ada. Aku hanya menginginkan dirimu datang kemari. Itu saja" jawabnya dengan santai tanpa merasa bersalah sama sekali.


"Katakan apa yang kau mau" ketus Victor.


"Sudah ku katakan padamu, aku hanya menginginkan dirimu datang kemari"


"Ah tidak, sepertinya sangat menginginkanmu datang kemari karena sepertinya calon anakku menyukai dirimu" sinis Azzlea dengan mata birunya hingga membuat Victor tak dapat berkutik sama sekali dengan ucapan Azzlea.


"Cih,, apa peduliku dengan anak yang sedang kau kandung. Lepaskan aku dan biarkan aku pergi dari tempat terkutuk ini" tolak Victor.


"Terlambat" sinis Azzlea. Hingga perbincangan mereka terhenti karena suara bariton mengalihkan perhatian mereka berdua.

__ADS_1


**Flash Back Off**


*Hai semua\, yang kangen babang Fred sama neng Azzlea. Fi coba buat balik lagi setelah nakal senakal-nakalnya karena nggak pernah up lagi.. Oke cuss happy reading*


__ADS_2