
Azzlea menatap pilu punggung Queene yang pergi meninggalkannya. Azzlea kembali ketempatnya meninggalkan Queen yang kini marah padanya. "Maafkan aku Queen." ucap Azzlea sekali lagi dan melangkah pergi.
Azzlea kembali menemui Quincy, disana Quincy memang tengah menunggu kedatangan Azzlea beserta ketiga saudaranya yang lain. Azzlea menarik bibirnya menghampiri keempat saudaranya ini.
Terlihat Qarira terisak saat melihat kedatangan Azzlea. Azzlea berjalan mendekat kearah Qarira. Bugh... Pelukan secara tiba-tiba mendarat ditubuh mungilnya. Dengan terus terisak Qarira memeluk erat Azzlea seolah tak akan dilepaskannya.
"Mengapa sesakit ini Kak." ujar Qarira yang terus menerus menangis dipelukan Azzlea.
"Padahal aku baru saja merasakan kehadiran seorang Kakak kembali didalam hidupku. Tapi sekarang kau memilih untuk pergi meninggalkanku bersama dengan ketiga saudaraku lagi hiks." isak Qarira.
Azzlea mengusap dengan lembut punggung Qarira yang tampak bergetar karena menangis. "Maafkan aku Qarira." ucap Azzlea penuh penyesalan.
__ADS_1
Entah sudah berapa kali Azzlea mengucapkan maaf hari ini. Azzlea benar-benar menyadari keegoisannya meninggalkan mereka yang telah menerimanya kembali masuk kedalam lingkaran mereka. Namun lagi-lagi Azzlea tidak bisa mengelak kalau dia sangat merindukan keluarga kecilnya.
"Maafkan aku atas keegoisan ku. Maaf karena aku menjadi egois meninggalkan kalian." sesal Azzlea dengan penuh kesungguhan.
"Aku ingin membencimu Kak. Aku sangat ingin membencimu hiks. Tapi aku tidak bisa, aku tidak sanggup." keluh Qarira lagi.
"Benci aku jika kamu memang ingin membenciku Qarira, karena sampai kapanpun kau akan tetap menjadi adik kecilku." ucap Azzlea. Air matanya lagi-lagi mengalir begitu saja disudut matanya. Sekuat apapun Azzlea menahannya dia tetaplah manusia, perpisahan adalah suatu hal yang sangat menyakitkan untuk sebuah pertemuan.
"Azzlea hanya kembali kepada keluarganya, bukan untuk meninggalkan kita. Dia hanya pergi meninggalkan tempat yang kita pijaki saat ini." sambung Quincy.
"Tetap saja Kakak akan meninggalkan kita semua hiks." isak Qarira.
__ADS_1
"Kita bisa menemuinya dibumi nantinya." tegas Quincy. Mendengar apa yang diucapkan oleh Quincy, Qarira perlahan melepaskan rengkuhannya serta mengusap kasar air matanya.
"Apa maksudmu Kak?" tanya Qarira.
Quincy tersenyum serta mengusap kasar rambut panjang Qarira. "Kita bisa menemuinya suatu saat nanti. Kita bisa datang bertemu dengan Azzlea juga jagoan kecilnya. Dan juga kita bisa melihat seberapa tampan suami Azzlea disana. Bukankah kau juga sangat penasaran em." ucap Quincy. Qarira menganggukkan kepalanya dengan sangat bersemangat.
"Benarkah begitu?" tanya Qarira sekali lagi untuk memastikan.
"Tentu saja Qarira. Bahkan jika kalian mau kalian bisa tinggal bersama dengan ku menikmati kembali masa seribu tahun kalian yang terbuang begitu saja ditempat ini em." ucap Azzzlea.
"Aku mau, aku mau menemui Kakak, dan aku mau tinggal bersama denga mu Kak. Asal jangan pernah meninggalkanku lagi." pinta Qarira.
__ADS_1
Azzlea mengusap pipi Qarira dengan lembut. "Tentu saja tidak akan pernah, aku berjanji akan melindungi kalian semua." janji Azzlea. Qarira kembali mrengkuh Azzlea kedalam pelukannya dengan sangat erat. Qaria begitu bahagia meskipun apa yang diucapkan oleh Quincy dirinya sama sekali belum bisa yakin apakah mereka bisa benar-benar ikut dan tinggal bersama dengan Azzlea.