
Di atas Bianglala Arsenio tak melepaskan genggaman nya di pinggang kecil Laura. Wajah datar itu terus memperhatikan senyum manis Laura. "Meme,,," panggil Laura sembari melambaikan tangan ke arah bawah. Meme tersenyum melihat kebahagiaan Laura.
Meme melirik kesal menatap pria kaku di sebelahnya, wajah cantik itu menampilkan wajah cemberutnya. Bibir pink sedikit tebal itu sedikit maju ke depan.
Ngeselin banget sih! duh, malah aku pingin banget lagi naik bianglala itu. batin Meme yang bergantian melihat bianglala dan Axel.
Masih di atas Bianglala, terlihat rambut panjang Laura terbang di terpa angin malam, di tambah gadis itu mengeluarkan senyum indah. Arsenio terpanah dan tak bosan memperhatikan keindahan bidadari malam itu. Arsenio dan Laura terkejut secara bersamaan. Arsenio memeluk Laura yang hampir terjatuh, sedangkan Laura mengalungkan kedua tangannya di leher kokoh Arsenio. Mata sayu dan tajam itu beradu. Laura yang tersadar jika bianglala sudah berhenti, segera melepaskan pelukannya dan mengajak Arsenio untuk turun.
__ADS_1
"Meme." panggil Laura sembari berjalan cepat ke arah Meme. "Me, kenapa tidak naik? indah banget loh pemandangan dari atas sana." ucap Laura dengan sangat kegirangan.
Wajah cemberut itu berubah seketika menjadi wajah yang sangat ceria, "Hehe, ini mau naik kok." ucap Meme menutupi kekesalannya. "Ya sudah ya, aku mau naik bianglala itu dulu." ucap Meme segera meninggalkan Laura dan berjalan mendekati bianglala.
"Tunggu Me." panggil Laura mendekati Meme. "Sendiri saja naiknya?" tanya Laura dengan wajah yang penasaran. Meme hanya mengangguk dengan full senyum di bibirnya. Sebenarnya dia sedang menahan sedih karena merasa sendiri dan asing di tempat itu. "Kok sendiri sih? kenapa tidak dengan Axel saja?" Meme hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan itu.
Axel tak bisa menolak permintaan bosnya itu. Mau tak mau, dia ikut bermain dengan Meme. Dalam hati, Meme tersenyum senang melihat wajah datar tak berdaya itu.
__ADS_1
Hhhh,,,lihat wajahnya, sangat-sangat jelek! ejek Meme tertawa dalam hati.
Axel mengikuti langkah Meme menaiki bianglala, sedangkan Laura mengajak Arsenio bermain komedi putar. Awalnya lion mafia itu menolak, lantaran malu menaiki kuda. Laura tetap memaksa Arsenio untuk menaiki kuda di sebelahnya. Runtuh sudah harga diri dan wibawa nya menaiki kuda-kudaan itu. di sepanjang komedi putar itu bergerak, Arsenio tak menampilkan senyum sedikit pun, berbeda halnya dengan Laura, yang di sepanjang putaran tersenyum dan tertawa riang. Menurut nya ini sangat romantis.
Tak tau ntah rasa apa ini, yang pasti, Laura terlihat mulai nyaman dan bahagia bersama Arsenio. Apakah Laura sudah jatuh hati dengan mafia kejam yang menculiknya itu? ntah lah, hanya dia yang tau. Laura terus tersenyum memperhatikan wajah datar dan kesal Arsenio. Arsenio hanya mendengus malas melihat istrinya itu.
***
__ADS_1
Axel dan Meme sudah berada di atas Bianglala, Axel terlihat biasa saja dengan wahana itu. Wajah datarnya terlihat sangat membosankan di mata Meme. Meme memberikan tatapan jutek sesaat, lalu kembali tersenyum melihat keindahan dari atas sana. Benar apa yang dikatakan Laura, di atas sana benar-benar sangat indah. Dalam keadaan tersenyum, Meme meraba tubuhnya dengan cepat seakan mencari sesuatu. Meme berhenti dan terdiam sesaat. Dia baru ingat, jika dia tak punya handphone sejak berada di mansion mengerikan itu.