
Di kediaman mansion Arsenio, terlihat seorang gadis tengah memerhatikan hutan lebat dengan sangat rinci dan teliti, matanya juga menyipit seakan fokus ke pada suatu objek.
Bagaimana ya agar aku bisa keluar dari hutan ini. Hutan ini sangat lebat dan gelap, padahal hari masih terlihat terang.
"Aku harus cari tau semua yang ada di fikiran ku ini kepada Nila!" ucap Laura dengan sedikit bersemangat dan senyum simpulnya.
"Tapi gimana ya cara menanyakannya?takutnya dia mencurigai ku jika aku salah berucap!" ucapnya yang tiba tiba merubah mimik wajahnya yang tadi tersenyum senang sekarang malah berwajah sedih.
"Tidak! aku tidak boleh berputus asa! iya, todak boleh berputus asa dan pesimis!" ucapnya mulai bersemangat lagi.
Laura Pun membuka pintu kamarnya, dia sedikit membuka pintu dan mengintip. Dia melihat dua pria berbadan besar sedang berdiri sigap di depan kanan kiri pintu kamarnya. "Tok tok tok" Laura mengetuk pintu kamarnya dengan sedikit keras. Para bodyguard yang berdiri di depan pintu kamarnya pun langsung menoleh ke arahnya. Laura yang melihat para bodyguard yang sudah menoleh pun langsung tersenyum terpaksa tapi tak rela.
"Ada apa Nona? ada yang bisa kami bantu?" tanya salah satu bodyguard itu sembari membalikan badannya ke arah Laura.
__ADS_1
"Hm..." ucap Laura yang belum sempat keluar.
"Nona." panggil kepala pelayan yang sedang berjalan ke arah Laura dan di ikuti beberapa pelayan di belakangnya.
"Ada apa Nona keluar? apa ada yang Nona butuhkan?" tanya pak mun kepada Laura.
"Perut saya sedikit sakit tuan, sepertinya saya lapar saat ini." ucap Laura yang membuat raut wajah semelas mungkin agar aktingnya berjalan lancar.
"Iya Pak sudah di antar, tapi itu sudah habis...sekarang saya lapar lagi. Boleh tidak saya minta makanan sedikit saja? kalau tidak di kasih...juga tidak apa tuan. Saya akan menunggu makan malam saja." ucap Laura dengan sangat baik dan terkendali. Benar -benar keren aktingnya. Buat kalian, tolong berikan penghargaan buat akting gadis ini.
"Tentu saja boleh Nona. Bagiamana bisa kami membiarkan Nona dalam keadaan kelaparan. Nanti lambung nona bisa kumat lagi." ucap pak mun dengan senyum tulus dan sopan.
"Tunggulah sebentar Nona, nanti pelayan akan mengantarkan makanan ke dalam kamar anda." ucap Pak Mun lagi pada Laura. Laura yang di izinkan untuk makanpun langsung senang dan berharap Nilalah yang datang mengantarkan makanan untuknya.
__ADS_1
Percakapan singkat itu akhirnya selesai, Laura sudah masuk lagi ke dalam kamarnya, sedangkan kepala pelayan sudah pergi untuk melanjutkan perkerjaan nya.
Semoga Nila, semoga Nila...
Laura sangat berharap kepada Allah agar mengirim Nila ke kamarnya. Dan benar saja, Allah langsung mengabulkan doa-doa orang terdzolimi seperti Laura.
"Tok tok tok" terdengar suara ketukan pintu.
"Siapa?" tanya Laura dari kamar. Dia sedikit cemas dengan pelayan yang mengantar makanannya.
"Saya Nona, Nila." ucap Nila dari balik pintu kamar Laura. Laura yang mendengar suara Nila pun langsung melompat senang. Dengan segera mungkin Laura membuka pintu kamarnya dan mempersilahkan Nila untuk masuk. "Masuklah Nila." ucap Laura ketika sudah membukakan pintu untuk Nila. Nila pun masuk dan membawah makanan untuk laura.
"Silahkan di makan Nona." ucap Nila mempersilahkan ketika sudah menata makanan dan minuman sehat di meja depan sopa di kamar itu.
__ADS_1