World Lion Mafia

World Lion Mafia
Musim Dingin Telah Tiba


__ADS_3

Tanpa menunggu berjam-jam, pesawat pribadi Arsenio sudah siap. Kini mafia kejam itu mulai melangkahkan kaki nya menaiki anak tangga pesawat satu demi satu. Axel dan kepala pelayan menyusul Arsenio masuk ke dalam pesawat. Setelah semua nya siap, perlahan pesawat pribadi itu mulai lepas landas meninggalkan daratan. Arsenio duduk di kursi bagian tengah tepat di sebelah jendela pesawat dengan earphone di telinganya. Tak ketinggalan, kaca mata hitam mahalnya bertengger di hidup mancung nya. Seperti nya pria tampan itu menutup mata di balik kaca mata nya.


Dengan mata terpejam yang di padu musik di pendengaran nya, Arsenio kembali mengingat semua kenangan diri nya dengan Laura, baik di saat dia mengerjai gadis itu, menghukum nya dan menikmati kebersamaan walaupun terlihat tekanan di wajah cantik Laura. Wajah tampan itu terkadang menampilkan mimik senang, sesaat sedih, dan sesaat kesal. Semuanya bercampur padu menjadi satu di fikiran dan hati nya. Dia benar-benar rindu dengan gadis kampung itu. Bahkan dia membawa handphone jadul milik Laura.


Arsenio mengeluarkan handphone jadul Laura dari saku celananya. Dia mengangkat handphone itu setinggi dada lalu tersenyum hampa dengan nafas yang di hempas.

__ADS_1


Aku merindukan mu gadis jelek. Batin Arsenio dengan wajah sendu dan air mata yang ingin menetes tetapi di tahan nya. untunglah Arsenio mengenakan kacamata hitam sehingga tak ada yang menyadari mafia yang terkenal kejam itu sedang bersedih.


Sesekali Arsenio menghapus tetes air yang berada di ujung matanya. Baru kali ini pria penguasa yang terkenal dingin dan kejam itu terlihat sangat rapuh di sebabkan wanita biasa seperti Laura. Arsenio melepas kacamata hitam nya ketika mendengar pemberitahuan jika pesawat yang ia tumpangi akan segera mendarat di Amerika.


"Silahkan Tuan." ucap Axel mempersilahkan Arsenio menuruni pesawat terlebih dahulu. Arsenio merasakan hawa dingin menabrak kulit nya.

__ADS_1


Sepertinya musim dingin akan segera tiba. gumam Arsenio dengan mata yang memandang indahnya bandara. Setelah Arsenio turun, barulah Axel dan beberapa orang lain nya ikut turun. Tak perlu menunggu, para anak buah dan beberapa mobil sudah siap menunggu kehadiran Arsenio. Semua nya menaru hormat pada Arsenio ketika pria itu berjalan menuju mobil. Tak di negara, tak di Amerika, semua orang sangat menghormati dan menyambut nya. Benar-benar the real raja sejagad.


Benar dugaan Arsenio, musim dingin sudah mulai tiba. Malam ini keping-kepingan salju mulai turun menutup semua yang ada di bawah nya. Di balkon kamar, terlihat Laura sudah mengenakan jaket musim dingin. Gadis itu tersenyum ketika mendapatkan keping salju yang pertama. Ini adalah yang pertama kali nya bagi Laura merasakan musim dingin, sebab di negara nya Indonesia hanya terdapat dua musim, yaitu musim kemarau dan penghujan, jadi jangan heran dengan sikap kemaruk gadis kampung ini.


Dari dalam kamar, terdengar suara langkah kaki yang berjalan menuju ke arah Laura. Laura hanya menggeser mata nya bukan wajah nya. Menurut nya, mamandang kepingan salju yang berjatuhan lebih menarik daripada kedatangan seseorang di belakang nya.

__ADS_1


__ADS_2