
Di kamar terlihat Arsenio baru selesai membersihkan tubuh nya. Pria itu berdiri di depan kaca dengan handuk di pinggang nya. Terlihat senyum tipis di bibir yang sedikit merah itu. Arsenio terlihat senang karena nanti malam ia akan menikahi wanita yang membuat tidur nya tak nyenyak. Setelah puas berkaca, Arsenio segera mengenakan pakaian santai nya.
"Tok tok tok." terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Arsenio. Pintu kamar di buka dan beberapa pelayan masuk mengantarkan makan sore Arsenio. Para pelayan itu dengan cekatan menatap semua menu dan minuman di meja depan sopa. Arsenio sudah duduk di sopa dengan handphone di tangan nya. Pria itu sedang menjelajahi sosial media.
Setelah makanan tertata rapi, Arsenio meletakkan handphone nya di atas meja lalu mulai mengambil menu yang ingin ia makan. Pak Mun terlihat bingung dengan perilaku Arsenio yang terlihat sedikit aneh. Biasanya Raja Sejagad itu di layani para pelayan tapi kali ini dia menolak dan memilih mengambil makanan nya sendiri. Pelayan hanya bisa patuh dengan apapun yang di lakukan Arsenio.
__ADS_1
***
Di kamar Laura terlihat beberapa pelayan masuk membawah makanan dengan meja sorong. Dengan sangat cepat dan rapi, para pelayan itu menghidangkan makanan di atas meja. Laura yang masih bersedih terlihat tak berselera melihat makanan yang berada di depannya. Laura memalingkan wajah nya melihat Nila, gadis itu menampilkan wajah sedih ke arah Nila. Nila tak tau apa yang diinginkan Laura. Nila hanya menganggukkan kepala nya pelan seakan berkata, 'Makan lah nona, jangan membuat tuan marah' itu sekiranya yang di tangkap Laura dari raut wajah Nila.
Semua pelayan yang berada di kamar itu tau jika puding yang di mainkan Laura sangat lembut. Mereka merasa aneh, kenapa puding selembut itu bisa tak terpotong oleh sendok Laura. 'Ini sendok nya yang bermasalah atau tenaga Nona yang bermasalah?' itulah sekiranya yang berada di benak para pelayan. Mereka tak bisa berbuat apa-apa selain memperhatikan dan menunggu Laura menghabiskan makanan nya.
__ADS_1
Terlihat beberapa pelayan mengode Nila dengan bahasa tubuhnya 'Cepat lakukan sesuatu' itulah kira-kira yang di tangkap Nila di benaknya. Dengan pelan, Nila melangkah kan kaki nya mencoba mendekati Luara. Dengan pelan dan penuh kehati-hatian, Nila sedikit membungkukkan badannya lalu berkata, "Nona, silahkan di makan makanan nya. Jika Nona tak berselera dengan makanan ini, saya bisa menyuruh koki membuat kan yang lain." ucap Nila penuh perhatian dengan ucapan yang sangat lembut dan tertata rapi.
Laura menatap Nila dan beberapa pelayan lainnya dengan mata satunya. Terlihat sekali mata itu lelah di sebabkan menangis. Karena kasihan dan tak mau pelayan di marahin karena ulah nya, Laura pun segera memasuk kan sesuap makanan ke mulut nya lalu mengunyah nya dengan paksa. Walaupun makanan di depan nya sangat lezat, tetapi di lidah Laura terasa hambar. Gadis itu terus mengunyah makanan nya dengan tatapan kosong ke depan.
"Kasihan Nona, seperti nya dia terlihat tertekan." bisik teman pelayan Nila dengan sangat pelan sehingga hanya bisa di dengar dgn jarak beberapa centi saja.
__ADS_1