World Lion Mafia

World Lion Mafia
Di Kepung


__ADS_3

"Diam, dan ikutlah denganku." bisik Lucy sembari menarik kedua putri tidur yang sudah terbangun itu. Mereka yang bingung hanya mengikuti langkah Lucy tanpa bertanya banyak hal. Wajah bantal dan tubuh lemah membuat Laura dan Karina berjalan tak seimbang. Rasanya seperti mimpi saja, padahal mereka baru saja menutup matanya tadi.


Tak tau ntah kemana, mereka terus mengikuti langkah kaki Lucy. Lucy membuka pintu belakang rumahnya. Setelah keluar gadis itu segera menutup pintu belakangnya dengan perlahan. "Deg." Lucy tersentak kaget ketika melihat Inder sudah berada di belakangnya ketika dia berbalik.


"Mau kemana sayang?" tanyanya tersebut sinis melihat wajah terkejut Lucy.


"Menjauh dariku sial*n!" bentak Lucy membuat orang yang berada di depan segera bergerak menuju belakang.


"Deg." jantung Laura berdetak tak karuan ketika melihat suaminya berada tak jauh di sebelahnya. Mata indah itu menganaik sungai kerinduan. Begitupun Arsenio, mafia tampan dan Arogan itu terlihat terdiam menatap mata istri tercintanya.

__ADS_1


"Suam_" sebelum Laura menyelesaikan ucapannya, terlihat Inder menarik tangannya dengan kuat sehingga Laura masuk ke dalam pelukan nya. Inder memeluk Laura dengan sangat mesra di sertai senyum devil menatap Arsenio. Mata tajam itu saling beradu.


Kemarahan Arsenio kian memuncak. Dia tak bisa lagi menahan dirinya untuk menghabisi rivalnya itu. "Lepaskan istri ku brengsek." bentak Arsenio dengan rahang yang mengeras serta mata yang menegang merah.


"Jangan gegabah Tuan, anda bisa membuat Nona Laura celaka." bisik Axel yang tiba-tiba saja sudah berada di belakang nya dengan tangan yang menyentuh bahu nya.


"Hhhh." kekeh Inder senang menyaksikan tingkat kecemburuan Arsenio. Dengan isengnya, mafia licik itu mencium wajah Laura dengan senyum devil yang tak memudar.


"Sayang. Hiks." teriak nya dengan nada ketakutan.

__ADS_1


Arsenio menangkap tubuh berkeringat Laura dan mendekapnya dengan erat. Dia segera menciumi wajah Laura untuk menghilangkan jejak ciuman yang di tinggalkan Inder.


"Sial*n!" umpat Inder dengan tangan yang sibuk memegang piala berharganya. Dia sangat takut piala itu tidak menjadi berharga lagi. "Dasar wanita sial*n!" umpat Inder menatap nyalang ke arah Lucy.


Lucy yang di tatapan mengeluarkan senyum menyeringai nya. Dia sangat puas telah menendang piala berharga milik Inder. "Mantap kan tendangan ku." ejeknya dengan terus tersenyum devil menatap Inder.


"Kalian, habisi mereka!" perintah Inder pada seluruh anak buahnya. Mendengar perintah, semua anak buah Inder menyerang termasuk Marco. Marco dan Axel berkelahi dengan sangat beringas dan cepat. Arsenio meminggir kan Laura ke tempat yang aman lalu segera membalas serangan Inder yang sempat memukul wajahnya. Kedua mafia terkuat di dunia itupun saling menghajar. Inder dengan segala kelicikannya segera menyucuk roti sobek Arsenio.


"Agr." desah Arsenio menahan sakit di perutnya. Lucy yang melihat itu tak tinggal diam, diam segera menyerang Inder yang yang memegang pisau kecil nan tajam itu.

__ADS_1


"Dasar curang." teriaknya dengan tangan yang sudah melayang memukul Inder. Akhirnya terjadi lagi perperangan antara Lucy dan Inder.


Tanpa ada yang menyadari, Alex sudah berdiri menyaksikan pertempuran itu dengan senyum menyeringai. Dia sangat senang melihat keadaan di depannya. Tanpa sadar, mata tajamnya melihat gadis yang selama ini ia rindukan. Dengan cepat, langkah panjang itu berjalan mendekati Laura.


__ADS_2