World Lion Mafia

World Lion Mafia
Tertular HIV


__ADS_3

"Aku mencintaimu suamiku." ucap Laura yang membuat Arsenio langsung mendarat banyak ciuman di wajah cantik Laura. Tak ada yang tertinggal, semuanya habis ia kecup.


Di negara yang berbeda, terdengar suara shower dari dalam toilet. Perlahan, suara itu mulai hilang. "Cklek." pintu itu terbuka, dan mulai menampakkan kaki indah yang mulai keluar. Kaki yang setengah basa itu berjalan ke arah kaca hias nya. Dengan perlahan, ia membuka Bathrobe nya. Dan terlihatlah tubuh polos nan indahnya di pantulan cermin. Wanita itu tersenyum bangga melihat banyak kecupan di seluruh tubuhnya. Wanita itu sudah seperti maniak ****, sudah tak tau berupa pria yang telah tidur bersamanya.


"Padahal aku baru saja melakukan nya semalam, tetapi kini, aku sudah menginginkan nya lagi." ucapnya pelan sembari mengelus seluruh tubuh sexy nya yang tak berbusana itu.


Tanpa berfikir panjang, Sela segera menghubungi kekasih bulenya. Sela tak akan mau menjadi kekasih siapapun kecuali pria itu berguna baginya dan pastinya memuaskan.


"Halo." ucap Sela dengan nada manja.


"Halo baby." sahut pria itu dari ujung telepon.

__ADS_1


"Apa kau bisa ke apartemen ku sekarang? aku sangat merindukanmu sayang." ucapnya dengan nada yang sangat menggoda.


Pria di ujung telepon tersebut menyeringai, "Tunggu sebentar, aku akan segera ke sana." ucapnya dengan senyum kesenangan. Dia tau apa yang di inginkan Sela.


"Iya sayang, cepetan ya." ucapnya lagi dengan sangat manja dan penuh godaan.


"Baik baby." ucapnya lalu memutuskan sambungan telepon.


Sela terbangun dengan dada yang tak tertutup selimut. Dia melihat kekasihnya dengan wajah datar. Samar-samar Sela merasakan ngilu di aset berharga. "Kok sedikit nggak nyaman ya." gumamnya pelan lalu bangkit dari duduknya.


Sela pun berjalan dengan sedikit tertatih-tatih menuju toliet nya. "Apa ini." ucapnya ketika melihat plek ya terlihat aneh. Sela mengabaikan plek dan rasa sakit itu lalu melanjutkan membersih kan tubuhnya.

__ADS_1


Beberapa hari berlalu, Sela merasakan tubuhnya sakit dan batuk kering yang tak henti-henti. Leher nya sakit ketika menelan sehingga ia tak berselera makan. Dia merasakan sakit di bawah sana. Tak ingin mengambil resiko Sela pun segera pergi memeriksa kan dirinya ke dokter.


"Gimana dok." tanya Sela dengan mata sedikit berair menahan kantuk di sebabkan tak bisa tidur semalaman. "Kenapa mulut saya banyak putih-putih yang menjijikkan?" tanya nya penasaran dengan tangan yang memeluk dirinya menahan rasa dingin.


Dokter menghela nafas berat. Dia bingung ingin menjelaskan dari mana. "Maaf Nona, hasil lab menyatakan bahwa anda terkena penyakit HIV." ucap dokter membuat Sela membulatkan matanya terkejut.


"Apa, penyakit HIV?" ujarnya mengulangi ucapan dokter. Dokter mengangguk lemah menatap Sela yang terlihat frustasi.


"Nggak, pasti salah. Pasti hasilnya tertukar. Bener kan dok!" sentak nya penuh amarah.


"Maaf Nona, kami sudah berusaha sebaik mungkin." ucap dokter lalu segera pergi meninggalkan Laura. Dokter menyerahkan sisa perkerjaannya kepada para perawat.

__ADS_1


__ADS_2