World Lion Mafia

World Lion Mafia
Keterkejutan Alex


__ADS_3

Pramugari itu yang tak mendapatkan tanggapan dari Arsenion pun langsung berlalu pergi ketika melihat tatapan tajam Axel kearahnya. Diapun berlalu dengan wajah yang terlihat kesal dan muram sebagaimana pramugari penggoda sebelumnya.


Setelah menikmati drama singkat itu, Arsenio mengendarkan kepalanya ke arah Axel. Axel yang di tatap langsung berjalan dan bertanya kepada bosnya itu. "Apakah tuan membutuh kan sesuatu?" tanya Axel kepada Arsenio.


"Hmm...Aku mau jus dingin." ucap Arsenio dengan deheman dan suara yang terkesan arogan. Tak lupa aura dingin dan gaya maskulinnya itu yang selalu membuat orang terpana.


"Baik tuan." ucap Axel sembari kembali ke tempat duduknya lalu menatap pramugari yang sedang berdiri beberapa langkah di belakang mereka. Pramugari itu yang seakan mengerti pun langsung berjalan mendekati Axel.


"Maaf tuan, apakah ada yang bisa saya bantu." tanya pramugari itu dengan sopan dan senyum simpulnya.

__ADS_1


"Ambilkan jus jeruk dan air putih dingin. Berikan air dinginnya kepadaku dan antarkan jus jeruk kepada tuan muda Arsenio yang sedang duduk di depan." perintah Axel kepada pramugari itu.


"Baik tuan, silahkan tunggu sebentar." ucap pramugari itu dengan sopan dan senyum simpulnya. Pramugari itu segera bergegas dan berlalu pergi ke arah dapur untuk mengambil pesanan Axel.


Setelah beberapa menit, akhirnya pramugari itu datang kembali dengan mebawah nampan yang berisikan jus jeruk dan air putih dingin. Pramugari itu memberikan segelas air putih kepada Axel lalu berjalan lagi ke arah Arsenio.


"Silahkan di minum jusnya tuan." ucap pramugari itu dengan sopan dan senyum simpul.


"Baik tuan." ucap Axel seakan mengerti dengan tatapan mata arsenio kepadanya.

__ADS_1


Pramugari itu pergi dari hadapan Arsenio. Di ujung ruangan terlihat pramugari penggoda, pramugari tukang cari muka, dan pramugari centil sedang menatap tak suka ke arah pramugari yang mendapat perhatian dari Arsenio. Ntahlah tak tau apa yang para pramugari itu fikirkan. Mungkin otaknya sedang panas atau mungkin kebakaran. Semoga saja pemadam segera datang buat menyiram dan mencuci otak mereka yang terbakar.


Di sebuah mansion mewah, terlihat Vino sedang berjalan ke arah Alex bosnya.


"Maaf tuan, ada sedikit informasi dari anak buah kita." ucap Vino kepada Alex bosnya.


"Katakanlah Vino.." ucap Alex yang sedang bersantai sembari menikmati secangkir jus dingin dan sepiring buah-buahan segar yang sudah di potong.


"Dari informasi yang saya dapat, tuan Arsenio dan anak buahnya sudah berangkat menuju ke Italia dengan jez pribadi miliknya tuan." ucap Vino menjelaskan kepada Alex.

__ADS_1


"Byur.." Alex menyemburkan dan memuntahkan jus yang sedang ia minum tadi. "Apa!" ucapnya dengan sedikit tinggi akibat kaget dengan kabar yang di berikan Vino. "Kenapa kau tidak bilang dari tadi Vino!pasti sih bedeb*h sial*n itu sedang merencakan sesuatu hal yang besar. Bagaimana bisa seorang Arsenio tepat waktu untuk datang ke sebuah acara? apalagi acara itu di buat rekan bisnisnya sekaligus rivalnya!" ucap Alex mengomel dengan suara yang terlihat kesal.


__ADS_2