World Lion Mafia

World Lion Mafia
Peraturan


__ADS_3

"Baik tuan." balas Axel dengan kepala yang sedikit mengangguk.


"Buatkan semua hal yang harus gadis itu lakukan. Aku tak mau dia merusak dan menghancurkan semua barang barang ku!" ucap Arsenio dengan aura khasnya.


"Baik tuan." itulah yang hanya bisa Axel ucapkan. Dia tak kuasa untuk menolak perintah mafia gila itu.


Tanpa menunggu lama, Axel sudah membuat peraturan yang harus Laura lakukan. Begitu mudah dan cepat pria itu membuat peraturan dengan secara detail.


"Tok tok tok." Axel mengetuk pintu kamar Laura.


"Sebentar." terdengar sahutan dari dalam. Tak lama terlihat Nila membuka pintu kamar Laura, kebetulan dia belum pergi dari kamar itu.

__ADS_1


Setelah pintu terbuka, Axel pun masuk ke dalam kamar milik Laura, sebelum menyampaikan peraturan pada Laura, Axel menatap Nila dengan tatapan sinis dan dinginnya seakan berkata 'Pergilah' itulah sekiranya yang di tangkap Nila. "Permisi tuan." ucap Nila lalu berlalu pergi meninggalkan Axel dan Laura di kamar itu.


"Ambillah." ucap Axel dengan nada dingin sembari menyodorkan tumpukan kertas tebal seperti buku.


"Apa ini Tuan?!" tanya Laura bingung dengan mata yang melihat Axel dan buku di tangannya bergantian. Axel tak membalas ucapan Laura. Laura yang tak mendapat jawaban pun langsung segera melihat, membuka dan membaca sekumpulan buku tebal tu seperti skripsi anak kuliah.


Tebal sekali buku ini. Batin Laura yang sedikit keberatan menampung buku besar itu di tangan kecilnya.


Axel yang melihat ada kebingungan di mata Laura, langsung menjelaskan apa yang harus Laura lakukan. "Buku yang anda pegang adalah peraturan di rumah ini. Mulai besok Nona Laura akan mengurus semua yang di butuhkan Tuan Arsenio. Tidak ada bantahan, tidak bicara sebelum di ajak bicara, karena tuan muda Arsenio tidak suka itu. Lakukanlah dan kerjakanlah perkerjaan anda tanpa bicara dan merusak barang barang milik tuan. Dan ingat, di dalam buku itu sudah ada banyak hal yang tuan Arsenio suka dan tidak. Jangan melakukan kesalahan. Nona taukan jika melakukan kesalah apa yang akan tuan Arsenio lakukan? membunuh!" ucap Axel dengan datar tanpa melihat ke arah Laura.


Sepertinya Axel masih punya hati ya, dia tidak menggunakan kata pelayan kepada Laura melainkan kata mengurus. "Deg!" Laura spot jantung di buatnya, dia sangat kaget dengan apa yang di katakan Axel.

__ADS_1


"Apakah anda paham?!" tanya Axel dengan tatapan dingin dan datar ke arah Laura.


"Baiklah Tuan, saya sudah paham." ucap Laura terpaksa. Laura sudah pasrah dengan hidupnya.Bahkan dia sudah tak sanggup mengangkat kepalanya untuk melihat lawan bicaranya.


Setelah mendengar jawaban dari Laura, Axel pun pergi dari kamar itu. Tak lama Axel pergi, Nila pun masuk kembali ke dalam kamarnya Laura. "Maaf Nona, untuk apa Tuan Axel datang kemari?" tanya Nila bingung sekaligus penasaran.


Laura tidak menjawab pertanyaan Nila. Nila yang merasa tak sopan pun langsung segera meminta maaf kepada Laura. "Maafkan saya Nona, saya sudah lancang bertanya pada Nona." ucap Nila sembari menundukkan kepalanya takut dan tidak enak hati.


Laura yang melihat nilai menunduk pun langsung tersenyum. Dia memegang tangan gadis itu. "Tidak apa Nila, mulai besok, aku akan menjadi pelayan Tuan Arsenio." ucapnya sembari tersenyum. Dia menutupi kesedihan nya dengan senyuman simpul.


"Yang sabar Nina." ucap Nila sembari menampilkan wajah prihatin kearahLaura.

__ADS_1


"Tidak apa Nila." ucap nya sembari tersenyum tulus.


__ADS_2