World Lion Mafia

World Lion Mafia
Jaim


__ADS_3

Laura membuka pintu kamar Arsenio. Dia mendorong dan membawa makanan itu masuk ke dalam kamar Arsenio. "Silahkan Nona." ucap kepala pelayan mempersilahkan Laura untuk masuk.


Laura pun berjalan ke arah Arsenio dengan mendorong meja makannya. Dengan segera Laura menata semua makanan yang ia buat ke atas meja di depan sopa milik Arsenio. Kelihatan nya meja itu tidak cukup untuk menampung semua makanan yang di buat oleh Laura.


Arsenio sedang berjalan menuju sopa kamar nya. Dia di bantu oleh Axel dan Kepala Pelayan. "Makanan apa ini?!" ucap Arsenio bingung dengan semua makanan yang di bawakan oleh Laura. Sejarahnya, Arsenio tidak pernah memakan makanan yang di masak dan di makan oleh masyarakat pada umum nya. Sehingga, dia sangat heran dengan beberapa makanan di depan nya. Hanya hitungan jari makanan yang di kenali nya. Laura segera menjelaskan makanan apa saja yang ia masak untuk Arsenio. "Apakah makanan ini bisa di makan?" tanya nya tanpa rasa bersalah.


Dia ini makhluk dari mana sih! masa dia gak tau sih makanan yang aku buat ini. Emang selama ini dia makan apa maka nya sampai tidak tau makanan yang berada di depan nya.


"Tentu tuan, makanan ini bisa di makan." ucap Laura dengan penuh sabar.


Arsenio mulai mengangkat salah satu makanan itu, lalu memandang nya untuk beberapa saat "Kau dulu yang makan." ucap Arsenio sembari memberikan bubur sumsum kepada Laura.


Ya Allah ya tuhanku. Apa sih yang ada di dalam fikiran nya. "Hmm,,, baik tuan." ucap Laura sembari memakan sesendok bubur buatannya.

__ADS_1


Enak. Laura memuji bubur buatan nya sendiri.


"Sudah tuan." ucap Laura sembari menyodorkan bubur sumsum nya.


"Kau mau aku memakan bekas mu?" tanya Arsenio dengan wajah yang kesal.


"Tidak tuan, maaf." ucap Laura sembari menarik tangan nya dengan cepat.


Akhirnya Arsenio mulai memberanikan diri untuk mencoba beberapa makanan yang di hidang kan Laura.


Enak. Satu kata yang terucap di dalam hati nya.


Tanpa menunggu lama, Arsenio memakan dan mencoba semua masakan yang di buat Laura dengan lahap.

__ADS_1


Tidak biasanya tuan muda makan selahap ini. Batin Axel bingung dengan perilaku Arsenio.


Kepala pelayan tersenyum ketika melihat tuan muda nya memakan makanan nya dengan lahap. Setelah selesai, Arsenio menyenderkan tubuh nya di sopa. Saat ini perut nya sangat kekenyangan. "Kenapa kau masih berdiri di situ, cepat bereskan ini." perintah Arsenio dengan nada yang tinggi.


"Baik tuan." ucap Laura sembari mengumpul kan peralatan bekas makan Arsenio.


"Makanan mu ini tidak enak! perut ku sakit di buat nya! besok besok masakan lah makanan seperti ini dengan lebih baik lagi." ucap Arsenio berbohong. Dia sangat menyukai masakan yang di buat oleh Laura. Cuma mungkin, ego nya saja yang terlalu tinggi.


Apa nya yang tidak enak! jelas jelas kau tadi memakan makanan yang ku buat dengan sangat lahap. Kalau ini tidak enak kenapa kau malah memintaku untuk memasakan nya lagi besok.


"Baik tuan." ucap Laura pada Arsenio.


Laura segera keluar dari kamar milik Arsenio dengan wajah yang gusar dan kesal. "Nona." panggi Nila pada Laura yang sedang berjalan ke arah lantai bawah.

__ADS_1


__ADS_2