World Lion Mafia

World Lion Mafia
Kediaman Lucy


__ADS_3

Mereka berjalan dengan sangat cepat menuju mobil. Di perjalanan Arsenio terus marah dan mengumpat. Dia sudah tak sabar bertemu istri kecilnya itu. "Apa yang kau lakukan! percepatan jalannya!" bentak keras itu terdengar di sepanjang perjalanan. Axel yang sudah kebal tak merasakan sakit hati dengan bentakan itu.


Sayang, tunggu aku. batinnya cemas dengan mata yang seakan melihat Laura.


"Kerahkan semua anak buah untuk mengepung tempat itu. Pastikan istri ku baik-baik saja." perintah nya dengan nada yang sangat tegas.


"Baik Tuan." ucap Axel sembari mengemudikan mobilnya. Di telinganya terdapat cip penghubung ke para anak buahnya sehingga hal itu membuatnya lebih mudah memberi perintah.


Dalam waktu singkat anak buah Arsenio berhasil mengepung kediaman Lucy tanpa sepengetahuan gadis itu. Tak lama, terlihat mobil mewah memasuki kawasan rumah tak bertetangga itu. Ya, rumah Lucy berada di perkebunan yang lumayan jauh dari perumahan warga. Gadis itu selalu mengendarai motonya jika ingin membeli kebutuhan nya.

__ADS_1


***


Di dalam mobil yang tengah berjalan, terlihat rahang Inder mengeras setelah mengetahui informasi dari Marco bahwa rivalnya Arsenio sudah bergerak cepat menemukan istrinya.


"Cepat putar balik!" teriak Inder yang membuat Marco dengan cepat memutar mobilnya. Bukan hanya Marco yang merasa terdesak, semua anak buah the craziest mafia ikut terdesak dengan perintah ketua mafia gila itu.


"Naikkan kecepatan nya!" perintahnya dengan amarah yang meluap. Baru saja dia merasa tenang, tetapi sayang, ketenangan itu telah memudar di seperempat jalan.


Aku akan membunuhmu sialan! umpat Arsenio dalam hati dengan mata tajam yang mengawasi setiap sudut.

__ADS_1


"Mereka telah mengepung kita tuan." ucap Axel dengan kepala yang miring melihat Arsenio.


"Biarkan saja!" ucapnya ketus dengan menatap tajam ke arah depan, "Mungkin sudah saatnya kita berperang secara nyata. one bay one dengan bedeb*h sialan itu!" ucap Arsenio dingin tanpa rasa takut sedikitpun.


Di balik tirai jendela, terlihat sebelah mata tajam mengintip keadaan di luar rumahnya, ya, siapalagi kalau bukan Lucy. Wajah dingin yang terlihat beringas itu mengalihkan pandangannya menatap Laura dan Karina yang tengah beristirahat di ranjang miliknya. Dengan nafas yang memburu, Lucy berjalan mendekati dua wanita yang tengah tertidur itu. Perlahan tangan indah dan kerasnya mengelus kedua wajah di bawahnya. Dia berharap dua putri tidur itu segera terbangun. Dan benar saja, elusan lembut Lucy menyadar kan dua putri tidur itu.


"Mmm,,,Lucy." gumam Laura pelan dengan tangan yang mengusap kelopak matanya.


"Syuttsss..." Lucy memberikan isyarat agar Laura diam tak bersuara.

__ADS_1


Laura langsung bangkit dari tidurnya. Goncangan yang di timbulkan Laura membuat Karina ikut terbangun dan bangkit dari tidurnya. "Ada apa Lu." tanyanya dengan wajah bantal dan mulut yang menguap. Sepertinya mereka masih sangat Ngantuk.


__ADS_2