
Malam ini, terlihat Kerlip bintang menghiasi langit biru. Keindahan langit seakan ikut menyaksikan pernikahan sakral Laura dan Arsenio. Wedding mewah itu di selenggara kan di kediaman Arsenio dan itu berlangsung secara tertutup. Hanya orang tertentu yang dapat hadir di acara sakral itu.
Di depan pintu mewah bak pintu istana, terlihat Arsenio berdiri tegap dengan stelan jas hitam di tubuh atletis nya. Tak lupa di saku jas itu terdapat serbet dan sepucuk mawar. Wajah tampan nan beribawa itu terlihat sangat dingin di malam indah ini. Walaupun wajah nya dingin dan terlihat arogan, hal itu tak memudarkan ketampanan nya sedikit pum. Arsenio dan Axel menatap pintu dengan mata elangnya. Mereka seakan menunggu pintu itu terbuka. Para pengawal yang mendapat arahan dari kepala pelayan segera membukakan pintu untuk Arsenio.
Pintu mewah berbalut emas itu perlahan mulai terbuka. Terlihat orang-orang yang berada di dalam terpukau dengan ketampanan ketua mafia itu. Arsenio benar-benar sangat bersinar malam ini. Semua mata fokus menatap kedatangan Arsenio. Dengan hormat, orang-orang itu sedikit membungkuk pada Arsenio dengan Axel yang berada di belakangnya, tetap pada ekspresi datar dan dinginnya. Kaki panjang mereka terus melangkah ke arah meja yang dimana penghulu sudah menunggunya.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama, Arsenio segera memerintahkan penghulu agar segera melangsung kan pernikahan dengan Laura. Penghulu tak bisa mengeluarkan kata selain kata 'Baik Tuan' . Penghulu memandu Arsenio untuk melakukan ijab kabul. Dengan sekali tarikan nafas, Arsenio berhasil menjadikan Laura istrinya. Arsenio tidak terlihat seperti pengantin pria pada umumnya yang dimana belajar mengucapkan ijab kabul berulang kali di kamarnya. Hanya sekali menatap tulisan akad, mafia gila itu langsung hafal dan mengucapkan dengan jelas tanpa melihat contekan.
Sebenarnya Arsenio tipe manusia yang tak kenal agama dan tuhan. semenjak mencintai Laura, pria itu mulai mengenal agama dan tuhan. Semenjak hari dimana Laura hilang, Arsenio memutuskan masuk ke agama yang di yakini Laura, bahkan mafia gila itu rela sunat di usianya yang di bilang tak muda lagi hanya karena rasa cintanya pada gadis itu. Bukan hanya dirinya saja yang pindah agama, tetapi kaki tangan kesetiaannya itu ikut masuk ke agama yang sama. Dari kecil tak kenal tuhan, sekalinya kenal, langsung memilih tuhan yang sama, siapalagi kalau bukan Arsenio dan Axel.
Setelah akad selesai, Axel terlihat menatap para maid seakan berkata 'Bawah Nona Laura turun' itulah yang sekiranya yang di tangkap para maid dari tatapan tajam Axel. Para maid segera pergi menemui Laura di lantai atas.
__ADS_1
"Tok tok tok," Laura dan beberapa perias mengalihkan pandangannya ke arah pintu kamar.
"Siapa?" tanya Laura dari dalam kamar.
"Kami Nona." ucap Nila dengan kepala yang hampir menyentuh pintu.
__ADS_1
"Masuklah Nila." ucap Laura mengizinkan Nila dan maid lainnya untuk masuk.
Setelah berada di dalam kamar, Nila segera mewakili maid lainnya untuk menyampaikan perintah Axel jika mereka harus segera turun ke lantai bawah. Dengan lunglai Laura mengikuti keinginan Nila dan teman-teman nya. Lita membantu Nila untuk mengantar Laura ke ruang resepsi. Beberapa menit berjalan, kini Laura dan dayang-dayang nya sudah berada di depan pintu mewah berlapis emas di depannya. Laura menarik nafas lalu menghembusnya dengan perlahan. Gadis itu menetralisir kan dirinya yang sedikit grogi.