World Lion Mafia

World Lion Mafia
Bertekad Untuk Mencari Aib Axel


__ADS_3

Di kamarnya, terlihat Meme menggerutu kesal dengan sikap kurang aj*r Axel. Bagaimana bisa pria gila itu mengetahui aibnya? apa dia suka mengintip selama ini? Meme masih belum tenang dengan aibnya yang terbongkar.


Ada yang mengatakan, jika memakan buah pepaya bisa melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit, sebab itulah Meme suka pup sembari memakan pepaya. Tidak begitu juga konsepnya Meme. Mungkin ketika mendengar penjelasan dokter, telinga Meme kemasukan cicak, makanya dia sering salah paham. Awal mula dia risi dan muntah pup sembari memakan pepaya, tetapi lama-kelamaan hal itu menjadi hal yang biasa. Meme-meme, siapa sih gurumu?


wajah rata itu kurang aj*r sekali! bagaimana jika semua orang tau aibku itu?! batin Meme panik dengan kedua tangan yang memegang kepala.


Meme lebih takut aibnya terbongkar daripada takut dengan kaki tangan bos mafia itu. Padahal gadis itu sudah menamparnya tadi.

__ADS_1


"Awas saja ya, aku akan cari tau aib wajah datar itu! biar dia tau gimana paniknya menutupi aib yang sudah di ketahui orang lain!" gumamnya pelan dengan wajah percaya diri. "Semangat Meme." ucap Meme dengan wajah yang terlihat sedikit garang.


***


Di mansion mewah yang tak kalah mewah dengan mansion Arsenio, terlihat Inder sedang bersantai di pinggir kolam renang dengan beberapa wanita-wanita cantik dan sexy. Inder terus tersenyum dengan para dayang-dayang nya. "Indah sekali hari ini." ucap Inder yang menatap langit dengan kaca mata hitam yang melindungi matanya. Dari arah samping, terlihat bayangan seorang wanita menutupi tubuh bagian atasnya. Arsenio membuka kaca matanya lalu duduk dan memandang wanita cantik di depannya.


"Ct." Inder berdecit senang dengan sikap wanita murah*n di depannya. "Tak lama, kalaupun lama, aku siap menunggumu sayang." goda Inder mengeluarkan jurus mautnya untuk memikat Sela.

__ADS_1


Sela tersenyum nakal nan menggoda, gadis itu mendekat kan bibirnya ke telinga Arsenio. Bibir tipis itu terus merekah seperti bunga bangkai. "Aku ingin mencobanya." goda Sela memberi kode. Inder yang sudah paham arah ucapan Sela, dengan cepat membawa gadis itu kedalam mansion. Para dayang-dayang terlihat kesal dengan Inder yang memilih Sela.


Sesampainya di kamar, Inder segera mengunci pintu kamarnya dengan cara menekan remot kecil di tangannya. Pintu itu terkunci dengan sangat kuat. Bahkan Inder juga mengaktifkan mode kedap suara di kamar itu. "Bagaimana dengan kekasihmu Alex?" tanya Inder mencoba mencari informasi rivalnya dengan cara memperalat Sela.


"Lupakan dia sayang! mari kita bersenang- senang." ucap Sela dengan penuh semangat. Selain Alex, Sela juga menyukai Inder. Dia mendapat informasi dari ayahnya jika Inder jauh lebih segalanya daripada Alex. Wanita licik itu menjadikan Alex dan Inder sebagai pilihan. Sela masih berfikir dan mencoba mengukur keuntungan di antara keduanya. Siapa yang paling unggul, Alex atau Inder.


Kau salah sasaran Sela. Kau tidak bisa mempermainkan para mafia tingkat dunia itu. Bersiaplah dengan semua konsekuensi nya. Inder yang sudah tau infomasih tentang Sela segera mengikuti permainannya. Sebenarnya pria itu tak tertarik dengan Sela, tetapi demi rencana nya, dia akan memanfaatkan gadis itu. Setelah selesai, dia akan mencampakkan nya seperti sampah. Benar-benar kejam kau Inder.

__ADS_1


__ADS_2