
Semua orang sedang berdiam di ruang keluarga. Mereka semua secara serempak menatap ke arah Lucy. "Lucy." panggil Karina lemah. Karina berjalan pelan dan masuk ke dalam pelukan Lucy. Meme tak mau ketinggalan, dia ikut memeluk Lucy walaupun dia tak kenal dengan Lucy dan Karina. Lucy membalas pelukan dua wanita di depannya.
"Dia sudah tiada." ucapnya lemah mencoba kuat menerima takdir Allah.
Karina melonggarkan pelukannya menatap Lucy. Semua orang menatap Lucy seakan meminta jawaban. "Siapa yang Nona maksud." tanya Vino berhenti mengobati luka kecilnya.
"Sela. Dia taubat dan masuk islam sebelum meninggal. Dia juga meminta maaf kepada kalian semua melalui ku. Maka, maafkanlah semua kesalahannya." ucapnya membuat Karina menangis kencang. Dia masih ingat gimana Sela melindungi nya dari cambukan Arsenio.
Jantung Alex berdetak mendengar kabar kematian Sela. Tak tau apa yang sedang ia rasakan saat ini. Yang pasti, dia sudah tak marah lagi dengan bidadari surga itu. Lucy dan Alex segera mengurus jenazah Sela dan mengantarkan nya ke peristirahatan terakhirnya. Di depan kuburan yang masih basah. Karina menangis memeluk nisan itu sembari berkata, "Makasih ya mbak atas kebaikannya. Semoga mbak tenang di sana."
__ADS_1
Lucy menyeka air di ujung matanya. Dia merendahkan tubuhnya lalu mengelus punggung Karina. "Sudah, bidadari surga ini sudah tenang. Jangan di tangisi lagi. Kasihan." ucap Lucy membuat Karina menghentikan tangisnya.
"Sudah mau gelap, ayo pulang." ajak Meme yang berada di belakang Lucy dan Karina. Lucy mengangguk kaku lalu bangkit dengan tangan yang memegang pundak Karina. Akhirnya mereka bertiga pun pulang dan pergi meninggalkan kuburan itu. tak lama kepergian mereka, datanglah Alex mengenakan baju hitam dan kaca mata hitam
Pria itu melepas kaca matanya sembari menceka air matanya yang mulai mengalir. "Aku sudah memaafkan mu. Dan maafkanlah semua kesalahanku. Tenanglah di sana Sela. Semoga kita bisa bertemu lagi suatu saat nanti." ucap Alex mengelus nisan Sela lalu beranjak bangkit meninggalkan pemakaman itu.
Langit terlihat sangat cerah dan indah. Cahaya itu seperti menggambarkan wajah cantik penuh senyum Sela. Cahaya langit menyorot makam bidadari surga itu.
Memang benar, jika Allah menghendaki seseorang untuk bertaubat, maka Allah akan menggerakkan hatinya dan mempertemukan nya dengan orang yang bisa menuntunnya untuk kembali ke jalan Allah.
__ADS_1
Selagi nafas belum terputus dan nyawa masih berada dalam tubuh, Allah akan selalu menerima taubatmu. Jadi, jangan pernah berputus asa dari Rahmat Allah. Teruslah berjuang bahkan berlari lah untuk mencapai Rahmat Allah.
***
Di rumah sakit yang berbeda, terlihat pria kekar terbaring lemah di ruang ICU dengan banyak alat di tubuhnya. Perlahan pria itu mulai siuman dan menggerakkan tubuhnya secara perlahan. Marco yang melihat itu segera menghampiri Inder sembari memanggil dokter. "Tuan, anda sudah sadar." ucap Marco penuh haru melihat perkembangan Inder.
Inder menutupi matanya menghalau sinar lampu yang menyengat matanya. "Dimana ini?" tanyanya dengan nada parau. Inder belum sadar jika dirinya baru saja bangun dari koma.
"Anda berada di rumah sakit Tuan." ucap Marco sembari menggenggam tangan kekar bosnya itu. Inder tersenyum lucu melihat wajah sendu Marco. Pria dewasa itu sangat khawatir dengan keadaan Inder. Bahkan harinya merasa hampa ketika Inder berjuang melawan penyakit nya.
__ADS_1