
Sebelum gadis itu mati di sebabkan penyakit nya, Arsenio berniat memberikan banyak hadiah dan kenangan indah untuk wanita murah*n itu. "Brengsek!" bentaknya dengan rahang yang mengeras.
"Prok, prok, prok." Arsenio tersenyum devil di sertai tepuk tangan untuk keberanian Sela. "Hebat sekali jal*ng ini. Apa kau kekurang belaian kasih sayang?" tanya Arsenio dengan senyum terpaksa nya. Wajah datar itu menatap jijik melihat wanita di depan nya.
"Berikan dia obat perangsang, dan biarkan dogi yang menuntaskan nya." perintah Arsenio sembari pergi meninggalkan tempat menyeramkan itu. Dogi adalah ajing besar peliharaan salah anak buahnya.
"Tidak.... brengsek kau Arsenio!" bentaknya berteriak tak terima dengan sesuatu yang akan terjadi padanya. Axel memerintahkan Beberapa anak buahnya untuk memasukkan obat perangsang ke mulut Sela. Aliran listrik di pagar itu di hentikan dan para penjaga segera membuka pagar besi itu lalu segera memaksa Sela menelan pil perangsang. Sela terus menolak, tetapi sayang, tenaganya jauh kalah dari para anak buah Arsenio.
__ADS_1
Tak lupa dogi di lepaskan di kurungan Sela. Setelah dogi masuk, Pintu penjara itu di kunci dan kembali di alirin arus listrik. Arsenio masih memiliki belas kasihan sehingga di memerintahkan agar pintu kurungan Sela di tutup sehingga tak ada yang melihat percintaan Sela dan dogi. Benar-benar kejam kau Arsenio.
"Tidak...." teriak Sela yang di dekati dogi, sih anjing besar dan pintar. Obat perangsang itu mulai merasuki tubuh Sela. Tubuhnya mulai panas. Dia sangat tidak tahan dan ingin segera melepas semua pakaian tetapi dia menahannya. Dia enggan menuntaskan hasratnya pada sih dogi. "Menjauh kau anjing sialan!" bentaknya berteriak membuat dogi menggonggong marah.
Sela tak memperdulikan gonggongan itu, sekarang dia berfikir gimana caranya agar tidak berhubungan dengan dogi. Jika dia membuka bajunya, dogi pasti akan menganggap nya ajing betina. "Tidak, ini tak boleh terjadi!" ucapnya tertekan menahan hasrat nya yang menggebu-gebu. Tak habis akal, akhirnya Sela menuntaskan hasratnya tanpa melepaskan seluruh pakaiannya. Dia mencoba merangs*ng dirinya sendiri. Dan benar saja, itu berhasil sehingga dogi tak jadi menuntaskan hasratnya.
Aku tak sebodoh yang kau fikirkan bedeb*h sialan! umpatnya dalam hati setelah berhasil keluar dari jeratan maut. Sela pun memilih menidurkan tubuhnya yang kelelahan di sebabkan Berjam-jam menuntas kan hasratnya secara Mandiri. Tak tau gimana caranya ia melakukan nya.
__ADS_1
Di kamar, Arsenio dan Laura menghabiskan waktunya untuk beromantis-beromantisan. Sesekali gelak tawa terdengar di kamar itu. Laura duduk di pangkuan Arsenio di kursi yang menghadap jendela kaca. Mereka menikmati sunset di sore yang cerah itu.
Laura refleks bangkit ketika mengingat Lucy dan Karina.
Dimana mereka? gimana kabarnya? ya Allah, aku baru ingat dengan mereka. batinnya cemas dengan kuku-kuku jari yang di gigit.
Arsenio yang melihat raut sendu istri segera bangkit dan langsung memeluknya dengan penuh kasih sayang. Tangan lebar nan besar itu mengelus punggung kecil Laura. "Kenapa hmm?" tanya dengan nada pelan dan hangat.
__ADS_1
"Aku melupakan Karina dan Lucy sayang, hiks." rengek nya tiba-tiba terisak sedih.
"Ssss." desisnya menenangkan Laura seakan menyuruh nya berhenti menangis. "Jangan menangis sayang, nanti kita ajak mereka ke sini." ucap Arsenio membuat raut sedih itu berubah menjadi berbinar.