World Lion Mafia

World Lion Mafia
Klub


__ADS_3

Tak lama Alex turun, Laura pun segera turun dan di bantu oleh Alex. Mereka pun berjalan di tengah-tengah para karyawan. Semua memberi hormat dengan kepala yang mengangguk sesaat. Laura yang melihat penyambutan para karyawan pun menjadi malu dan tak enak hati. Baru kali ini Laura merasakan kehidupan yang berbanding terbalik dengan kehidupan sebelumnya.


"Apa kau gugup?" tanya Alex tersenyum gemas melihat pipi Laura yang sedikit memerah.


"Sedikit." ucap Laura dengan senyum malu-malu.


Andai saja dia istriku dan disini tak ramai, sudah habis itu wajah ku cium. batin Alex sedikit mesum menatap Laura.


***


Di tempat lain terlihat seorang wanita sangat kesal ketika mendengar kabar jika Alex membawah Laura ke kantornya. "Pasti dia memperkenalkan jal*ng itu pada semua orang. Awas kau jal*ng,,, akan ku bunuh kau." ucap sela berdecak kesal. Gadis itu meremas berkas di tangan nya sehingga menjadi keriting dan rusak.

__ADS_1


Setelah meluapkan emosi nya, sela memiliki pergi ke klub. Memang benar, jika kita mengatai orang lain, itu tak lain hanyalah mengatai diri sendiri. Sela berpakaian sangat minim, bahkan belahan dada nya terlihat sangat menggoda di mata pria hidung belang.


Di dalam klub terlihat sela berjalan dengan sesekali memaki dan mendorong pria yang menggoda nya. "Diam kau sial*n!" bentak Sela dengan wajah yang sangat judes.


"Sel." teriak Veli yang tak lain adalah sahabat baik Sela. Sela yang mendengar namanya di sebut pun langsung menoleh kan kepalanya ke asal suara. Wanita nakal itu menampakkan gigi rata putih nya ketika melihat kehadiran teman nya.


"Besty gue banget ah." puji Sela dengan wajah yang sangat indah. Yah, seindah bunga bangkai.


Devan yang berwajah datar seketika tersenyum manis menyambut Sela. Pria itu berjalan lalu memeluk tubuh sexy itu. "Aku merindukan mu." ucap Devan dengan sangat manis.


Sela membalas senyum dengan dengan senyum yang lebih manis lalu berkata, "Aku juga,,," ucap Sela dengan sangat manja.

__ADS_1


"Ke atas?" ucap Devan dengan mata yang melirik kamar-kamar yang berada di lantai atas. Sela tak menjawab, dia hanya mengangguk manja menatap mata Devan.


Di sini sudah tau kan siapa yang murahan? cicak di dinding pun tak akan bisa mengelak jika sudah terjerat.


"Vel, gue ke atas dulu ya." ucap Sela menatap Veli sekilas lalu menatap nakal ke arah Devan.


"Ok, Sel." ucap Veli memberikan senyum palsu.


Akhir nya Devan dan Sela pun pergi ke salah satu kamar untuk menghabiskan waktu berdua. Tanpa Sela sadari, Veli menatap punggung mereka dengan pandangan tak senang. Sorot mata Veli sangat tajam ketika melihat Devan merangkul Sela. Mata tajam nya seakan memancarkan kecemburuan pada Sela. Tak ingin membuang waktu memikirkan Sela dan Devan, akhir nya Veli memilih meminum wine bersama teman prianya. Inilah kesenangan sebagian anak zaman sekarang. Mereka tak memikirkan betapa susah nya kedua orang tua mendidik dan membesarkan nya. Terlalu bebas memang tak baik.


***

__ADS_1


Di kantor terlihat Alex dan Vino sedang mengadakan meeting dengan para karyawan nya. Laura yang menunggu di ruangan Alex pun terlihat jenuh. Dengan perlahan, kaki Mungil itu melangkah tanpa tujuan. Mata indahnya sibuk memandang semua interior yang berada di perusahaan itu.


__ADS_2