
Mobil putih yang membawah Laura terus membelah jalan hutan itu menuju ke pasar kota. Laura mencoba menahan suaranya agar tak terdengar oleh dua pelayan. Laura membuka bekapan mulutnya di karenakan para pelayan menghidupkan radio di dalam mobil dengan sedikit keras.
Syukurlah jika mereka memutar musik yang cukup keras. Jadi aku bisa leluasa untuk bernafas.
Hari mulai terang, matahari sudah mulai menampilkan wujudnya dengan indah. Terlihat aktivitas di mansion Arsenio sudah mulai ramai. Para pelayan dan perkerja lainnya sedang sibuk dengan tugasnya masing masing.
"Nila..." panggil Kepala Koki pada Nila.
"Iya Tuan?" ucap Nila ketika sudah mendekat ke arah kepala koki itu.
"Antar kan makanan ini ke kamar Nona Laura ya." perintah koki itu pada Nila.
"Oh, baik Tuan." ucap Nila sembari mengeluarkan senyum tulusnya.
"Hati-hati ya, jangan sampai tumpah!" ucap kepala koki memperingati Nila.
"Baik Tuan." ucap Nila dengan semangat kepada Kepala Koki itu. Kepala Koki yang melihat keceriaan Nila pun hanya tersenyum dengan gadis itu.
__ADS_1
Nila berjalan dengan penuh kehati hatian. Dia menekan satu tombol lalu masuk ke dalam lift. Dia memegang meja dorong khusus makanan dengan kuat dan penuh kehati hatian seperti biasanya. "Ting." pintu lift terbuka, Nila sudah sampai di lantai atas di mana kamar Laura berada. Dengan penuh kehati-hatian, Nila pun mendorong meja kecil itu ke arah kamar Laura.
"Tok tok tok." Nila mulai mengetuk pintu kamar Laura.
"Tok tok tok.... Nona, sarapan pagi sudah siap.." ucap Nila dengan sedikit keras.
"Nona...tok tok tok." panggil Nila sembari mengetuk pintu untuk yang ketiga kalinya.
Nila yang penasaran pun langsung mencoba memutar handel pintu kamar Laura, dan hal hasil, pintu kamar itu terbuka. Nila sedikit merasa aneh, tak biasanya Laura membiarkan pintu kamarnya tidak di kunci. Nila pun memutuskan untuk masuk ke kamar Laura. Dia menata makanan yang sudah ia bawah di meja depan sopa kamar itu.
Setelah selesai menata makanan, Nila mencoba mencari dan melihat ke berbagai sudut ruangan kamar itu.
Mungkin nona di kamar mandi kali ya?! batin Nila lalu memutuskan untuk mengetuk kamar mandi di kamar yang di tempati Laura.
"Nona...apakah Nona sedang mandi?" tanya Nila memastikan lagi, tetapi tak ada sedikitpun terdengar sahutan dari dalam.
Nila memilih menempelkan telingahnya ke pintu kamar mandi untuk mendengar suara air atau suara lainnya.
__ADS_1
"Eee.." ucap Nila yang hampir jatuh dalam keadaan miring ketika pintu kamar mandi itu terbuka.
Huh! hampir saja. batin Nila sembari mengelus dadanya bersyukur karena tak jadi jatuh.
"Pintunya tak di kunci?" ucap Nila bingung sembari mencoba memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar mandi milik Laura.
Gawat! nona Laura tidak ada di kamar ini. batin Nila dengan wajah yang mulai panik.
"Pak...Bapak..." teriak Nila panik kepada dua bedyguard yang menjaga pintu kamar Laura.
"Ada apa Nila." tanya salah satu bodyguard itu pada Nila. Dua bodyguar ini mengkerutkan dahinya pertanda bingung.
"Nona..." ucapnya tak sanggup berbicara karena semakin paniknya.
"Nona kenapa? nona kenapa?!" tanya dua bodyguard ikut panik melihat ekspresi Nila.
"Nona tidak ada di dalam kamarnya!" ucapnya dengan nafas yang naik turun.
__ADS_1
"Apa!" teriak pak mun yang tiba tiba saja sudah berada di sana.
"Iya Pak, Nona Laura tak ada di kamarnya." jelas Nila lagi kepala pelayan mansion itu.