
Tak ingin berlama-lama dengan Leon, Arsenio segera berlari masuk ke dalam ruangan Laura. Gadis itu masih setia menutup mata indahnya. Arsenio kesal melihat ruangan yang menurutnya sangat tidak higienis. Dengan nada kerasnya, Arsenio memanggil Leon yang masih berada di luar.
"Dokter sialan." bentak Arsenio dari dalam
Leon yang mendengar teriakkan itu menghela nafas nya kesal. Dengan cepat kaki panjang nya masuk ke dalam ruangan Laura. "Ada apa Arsenio?" tanya Leon ketika sudah berada di hadapan Arsenio.
"Kau sudah bosan hidup ya, kenapa ruangan ini sangat jelek! cepat pindah kan gadis ini ke ruang VVIP." tegas Arsenio membuat Leon mau tak mau menuruti perintahnya, habis dia jika Arsenio mengeluarkan taring nya.
***
__ADS_1
Di kediaman mansion Alex tepatnya di kamar pria itu. Alex tersenyum menatap keluar jendela. Ntah apa yang ada di fikiran pria licik itu. "Bawah dia ke sini." perintah Alex dengan senyum devil di wajah tampan nya.
"Baik tuan." ucap Vino mengangguk paham dengan ucapan Alex.
Vino dan beberapa bawahan nya segera pergi ke suatu tempat dan menyelesaikan tugasnya. Jarum jam terus berputar, malam kembali tiba. Terlihat Arsenio berjalan memasuki kamar mandi ruang VVIP itu. Tanpa Arsenio sadari, terlihat pria seorang dokter masuk ke dalam ruangan Laura. Dengan pelan, dokter itu menyuntikkan sesuatu di tubuh gadis itu lalu mencopot selang infus dan membawa nya pergi dari ruangan itu.
Dan sekarang Laura terlihat tidur di kamar Alex dengan infus di tangannya. Alex mendekat ke arah Laura lalu mengelus wajah pucat gadis itu. "Cantik." satu kata yang keluar dari mulut Alex, "Maaf, aku baru bisa menyelamat kan mu." ucap Alex pelan dengan wajah yang terlihat berbeda memandang Laura.
Di rumah sakit terlihat Arsenio baru saja menyelesaikan hajat nya. Pria itu berjalan ke arah ranjang milik Laura. Langkah nya terhenti dengan tubuh yang mematung menatap tempat tidur yang kosong. Mata tajam itu membulat ketika melihat jarum infus bergelantung tanpa ada pemilik nya. Batin Arsenio sudah mulai tak tenang, fikiran nya sudah terbang ntah kemana.
__ADS_1
Dengan langkah cepat Arsenio keluar dari ruang VVIP rumah sakit itu. Betapa terkejut nya dia melihat para anak buahnya sudah banyak yang terkapar. Axel yang baru saja datang sama terkejut nya melihat anak buah nya terkapar. Dengan nada marah Arsenio memerintahkan Axel untuk mengecek cctv rumah sakit itu. Semua dokter, perawatan dan keamanan rumah sakit sangat panik dengan berita hilang nya Laura.
"Bagaimana bisa kalian sangat lalai!" Bentak Arsenio dengan penuh amarah.
"Maafkan kami Tuan." ucap semua yang berada di ruangan yang sama. Mereka semua serempak meminta maaf dengan wajah yang menunduk lesu.
"Apa dengan kalian meminta maaf bisa mengembalikan Lauraku?!" sentak Arsenio dengan nafas yang naik turun menahan amarah. Apa kata nya tadi, Laura ku? apa tak salah? bukan nya mafia gila ini jijik dengan gadis kampung nan jelek itu?
Aku rasa Tuan sudah jatuh hati pada nona Laura. Tidak-tidak, jatuh cinta tepat nya. Gumam Axel menduga-duga perasaan Arsenio terhadap Laura.
__ADS_1