
Mendengar bisikan halus itu membuat bulu kuduk Laura berdiri. Dia sangat takut saat ini. Di benaknya bertanya-tanya, apa yang akan suaminya ini lakukan. "Menjauh lah Tuan." ucap Laura dengan nada yang sangat halus. Arsenio berdecit kesal dengan penolakan Laura.
"Kau mulai berani ya." ucap Arsenio dengan senyum yang terlihat kesal.
Laura bangkit dari dekapan Arsenio dan mencoba turun dari ranjang dengan cepat. Tak semuda itu, Arsenio jauh lebih gesit dari Laura. Arsenio menangkap tangan Laura dengan tekanan yang sedikit kuat. Laura mencoba melepaskan genggaman itu dengan cara menggerakkan tangannya secara berulang.
"Jangan membuat aku marah!" ucap Arsenio penuh penekanan dan terdengar menyeramkan.
"Lepas,,," ucap Laura dengan suara sedikit bergetar menahan tangis.
__ADS_1
"Diam, atau sahabatmu yang bernama Meme itu aku lempar ke jurang di belakang mansion." ancam Arsenio yang seketika membuat Laura terdiam dan berhenti melepas diri.
Meme. batin Laura dengan mata berkaca-kaca mengingat sahabat kesayangan nya itu.
"Jangan ganggu dia." mohon Laura dengan mata berkaca-kaca.
Mau tak mau, Laura mengikuti keinginan Arsenio dan mendekat secara perlahan pada pria gila itu. "Gadis pintar." tersenyum devil melihat Laura menurut. Tanpa meminta izin, Arsenio menarik Laura masuk ke dalam dekapan nya. Laura tak membalas pelukan hangat itu. Arsenio menatap wajah Laura yang menunduk. Dengan perlahan, Arsenio mendekatkan bibirnya di dekat telinga Laura. "Aku menginginkan mu." bisik Arsenio yang seketika membuat Laura melotot dan menegang.
Sangat horor, ini benar-benar horor! rumah hantu tak lebih menyeramkan daripada pria gila ini. Bagaimana bisa dia mengatakan itu! bukankah dia jijik menyentuh ku? Laura hanya bisa ngedumel dalam hati dengan berbagai pemikiran-pemikiran negatif.
__ADS_1
Arsenio yang melihat Laura diam seperti patung, perlahan membaringkan tubuh mungil itu di sisinya. Dengan perlahan tangan kekar nan besar itu menyingkirkan anak rambut Laura lalu menyelipkannya di telinga. Laura belum sadar jika dia sudah berbaring di atas ranjang. Fikiran nya masih berkecamuk dengan semua yang terjadi. Lamunan Laura tersadar ketika tangan Arsenio mulai nakal merayap di tubuh Laura. Laura menatap pria yang berada di atas tubuhnya dengan pandangan yang sulit di artikan.
Apa yang sebenarnya terjadi dengan pria ini? kenapa sikapnya berbanding terbalik dengan sikap nya di Awal. Kau tidak boleh tertipu Laura, dia manusia manipulatif. batin Laura mencoba mengunakan akalnya.
"Hentikan Tuan." tolak Laura dengan tangan yang mencoba mendorong dada kekar Arsenio. Darah Arsenio naik ketika melihat penolakan Laura. bukannya melepas, mafia gila itu semakin beringas menjamah tubuh istrinya. "Hentikan, itu sakit!" bentak Laura ketika Arsenio menyentuh tubuhnya dengan kasar.
"Aku tidak bisa menetralisir kekurang ajaran mu lagi!" ucap Arsenio lalu segera menyerang buah Cherry Laura yang terlihat sangat menggoda. Laura menggerakkan kepalanya mencoba melepaskan diri dari sengatan Arsenio. Tapi sayang beribu sayang, tenaga Arsenio jauh lebih kuat, bahkan sangat kuat. Arsenio melepaskan ciuman itu sesaat membiarkan Laura mengambil nafas sejenak.
"Hap." Semakin kehabisan nafas, Laura sampai mengeluarkan suara.
__ADS_1