World Lion Mafia

World Lion Mafia
Taman


__ADS_3

Di kebun Laura sampai di sebuah gubuk yang memang di buat khusus untuk bersantai. Gubuk itu memiliki tirai di setiap sudutnya. Tirai-tirai itu menari di tiup angin. Laura segera menata makanan di meja yang berada di tengah gubuk indah itu.


"Indah nya hari ini." Senyum Laura dengan tangan yang menyentuh bunga-bunga yang mengelilingi gubuk yang di tempati nya itu. "Mari makan,,, Kira kira yang mana dulu ya yang aku makan?" ucap Laura bingung dengan tangan memegang dagu dan mata yang fokus melihat Makanan di depannya.


"Baiklah, mumpung mie nya masih sangat panas, aku akan memakan kue terlebih dahulu. Hehe,,," ucap Laura dengan sedikit gelak.


Laura mulai mengambil cake lumer yang di beri toping keju. Gadis itu memakan cake itu dengan sangat lahap dan sedikit belepotan. Tanpa Laura sadari, dari ujung taman terlihat pria tampan bermata tajam sedang memperhatikan nya. Pria itu sangat sangat beribawa dan memiliki postur atletis. Alis yang tebal, hidung yang mancung, kulit yang putih, benar-benar sangat sempurna di mata kaum hawa.

__ADS_1


Perlahan pria itu menginjak kan kaki nya ke taman dan hendak mendekati Laura. Laura terus memakan kue nya tanpa melihat keadaan sekitar. "Saat nya makan mie,,," ucap Laura dengan penuh semangat. Gadis itu menarik semangkuk mie kuah pedas yang sudah sedikit hangat. "Enak pasti, gak sabar nya aku." ucap Laura lalu mengangkat sesendok mie instan ke mulut nya.


Laura terdiam di tempat nya dengan mulut yang menganggap dan sendok yang menggantung. Gadis itu tiba-tiba merinding ketika merasakan tangan besar dan berat memegang bahu nya.


Siapa itu? batin Laura berfikir keras tanpa memalingkan wajah nya melihat ke arah belakang.


"Berani sekali kau mengacak-acak dapur ku." suara dingin itu sangat di kenali Laura. Apakah itu? Laura menggeleng kan kepala nya mencoba menghilangkan fikiran buruk nya.

__ADS_1


"Hehehe Tuan, bukan nya anda beberapa hari lagi akan pulang ya?" tanya Laura dengan kekeh yang menutupi kegugupan dan ketakutan nya.


Arsenio melepas bahu Laura lalu berjalan memutar menuju kursi yang berada di depan gadis itu. "Kenapa? apa kau tak senang aku berada di sini?!" ucap Arsenio ketus dengan mata elang yang menghunus tajam ke arah Laura.


Laura tersenyum kaku dengan tangan yang menggaruk kepala nya yang tidak gatal lalu berkata, "Bukan begitu Tuan, sayakan bisa menyambut Tuan jika di beritahu sebelum nya jika Tuan akan pulang." ucap Laura mencari-cari alasan agar Arsenio tak marah pada nya.


"Hm,,," deheman dingin Arsenio membuat Laura seakan susah bergerak. Arsenio melihat semua makanan yang berada di meja. makanan di depan nya terlihat sangat asing di mata nya. "Apa ini? kenapa kau mengotori taman ku dengan sampah ini!" ucap Arsenio membuat Laura diam menahan bulu kuduk nya yang merinding.

__ADS_1


"Ini bukan sampa Tuan, tapi ini kue dan mie kesukaan saya." ucap Laura tak terima makanan yang di buat nya di sebut sampah.


"Hhh,,, ternyata selera mu sangat rendah gadis jelek. Dirimu, handphone mu, makanan mu, semua nya kampungan!" hina Arsenio dengan bibir menyeringai.


__ADS_2