World Lion Mafia

World Lion Mafia
Akhir Kisah Sela


__ADS_3

Di kediaman Alex, Sela dan beberapa orang lainnya sudah mendapatkan penanganan khusus dari dokter pribadi Alex. Tak ada penyakit yang lebih parah selain luka dan penyakit yang di derita Sela. "Nona Sela terkenal penyakit aids, kemungkinan besar, beliau tak bisa bertahan lama." ucap dokter dengan wajah serius bercampur cemas. Semua mendengar kan ucapan dokter dengan seksama. Lucy turun prihatin dengan penyakit yang di derita Sela.


"Apa kau tak ingin menemui nya?" tanya Lucy pada Alex ketika hendak masuk ke ruang perawatan Sela.


"Kau saja!" ucapnya ketus. Dia sangat benci dengan gadis jahat itu.


"Kenapa kau membencinya?" tanya Lucy tetapi tak di perduli kan oleh Alex. pria itu memilih pergi dengan wajah yang di tekuk. Lucy membuang nafas malas lalu segera pergi mengunjungi Sela di dalam sana.


"Kau sudah sadar." tanya Lucy lembut sembari menggenggam lengan Sela. Sela mengangguk lemas.


"Aku sudah tak sanggup lagi." ujarnya lirih dengan air mata yang mengalir.


"Ustss, jangan bilang begitu. Siapa namamu?" tanya Lucy dengan lembut.


"Sela." ucapnya setengah berbisik. Tubuhnya sangat lemas dan sakit.

__ADS_1


"Nama yang bagus, nama ku Lucy, btw." ucap Lucy sembari tersenyum hangat. Sela tersenyum senang ketika ada seseorang yang masih mau kenal dan perhatian dengannya.


"Lucy." panggil Sela menatap sayu ke arah Lucy.


"Iya." jawab Lucy membalas tatapan Laura.


"Tolong sampaikan permintaan maaf ku kepada mereka, terutama kepada istrinya Arsenio." ucapnya semakin lemah.


"Laura maksud mu?" tanya Lucy memastikan. Sela hanya mengangguk lemah mengiyakan.


"Jangan banyak bicara, tubuhmu semakin lemah." ucap Lucy dengan mata sedih menatap Sela.


"Berjanjilah padaku, kau akan melakukan semua permintaan terakhir ku." ucapnya semakin lemah. Wajahnya pucat di sertai keringat di keningnya. Lucy mengangguk pelan dengan mata yang mulai berkabut.


"Bolehkan aku menjadi temanmu untuk yang terakhir kalinya?" ujarnya setengah berbisik.

__ADS_1


"Tentu, selama nya kau adalah temanku. Bukan hanya teman dan sahabat, tetapi kau juga saudariku." ucap Lucy membuat Sela mengembangkan senyumannya.


"Apa agamamu?" tanya Sela dengan pelan.


"Islam." jawabnya dengan jujur.


Sela tersenyum mendengar jawaban itu. "Aku ingin berubah, aku ingin masuk agama yang sama dengan saudariku." ucapnya pada Lucy membuat Lucy tertegun.


"Apa kau serius?" tanya Lucy memastikan. Sela segera menganggukkan kepalanya dengan pelan.


"Tolong tuntun aku, aku sudah tak bisa menahannya lagi." ucapnya memohon dengan genggaman kuat di tangan Lucy.


Lucy melihat ketulusan dan keyakinan di mata sayu itu segera membimbing gadis itu untuk mengucap kan dua kalimat syahadat. Ketika selesai, Sela langsung menutup kedua matanya untuk selamanya. Lucy menangis melihat akhiran indah hidup Sela. Gadis itu meninggal dalam keadaan baik. Lucy sangat iri. Genggaman tangan Sela mulai terlepas. Sekujur tubuhnya perlahan mulai mendingin. Lucy memeriksa jantung dan urat nanti wanita itu. Tangis nya pecah mendapatkan Sela sudah kembali kehadapan sang pencipta.


Lucy segera memanggil dokter untuk memeriksa Sela, dan dokter menyatakan bahwa Sela sudah tak bisa di selamatkan.

__ADS_1


Lucy berjalan lunglai menemui orang-orang yang bersama nya tadi.


__ADS_2