World Lion Mafia

World Lion Mafia
Saling menembak


__ADS_3

Cih. Arsenio


Mau muntah aku lihat wajahnya itu! Alex


"Maaf tuan Arsenio dan maaf tuan Alex, saya tinggal sebentar ya soalnya ada sedikit urusan." ucap Inder beralasan kepada Arsenio dan Alex.


"Tentu saja tuan Inder, silahkan." ucap Alex dengan senyum yang di buat buat.


"Silahkan tuan Inder." ucap Arsenio dengan senyum tipis dan dingin.


"Baik. Sebentar ya tuan-tuan." ucap Inder sembari berlalu pergi tak tau kemana.


Setelah kepergian Inder, terlihat Arsenio dan Alex saling menatap dengan wajah kebencian. "Aku akan membunuhmu!" ucap Arsenio kepada Alex rivalnya.


"Cih, kau begitu percaya diri sekali!" ucap Alex tak getar mendengar penuturan Arsenio.

__ADS_1


"Cepat atau lambat kau akan mati!" ucap Arsenio dengan nada yang terdengar dingin dan arogan.


"Coba saja jika kau bisa!" ucap Alex menantang.


Alex pun perlahan memundurkan tubuhnya tanpa melihat ke arah belakang. Dia menatap nyalang ke arah bos World lion mafia itu.


"Bedebah." ucap Arsenio pelan tetapi masih bisa di dengar Alex.


"Lelaki gila sial*n!" balas Alex pada Arsenio.


Di tempat lain terlihat Inder berbicara dengan mikrofon yang menempel di bajunya. "Ku hitung satu sampai tiga, maka bersiap lah Marco! 1...2...3...Sekarang!" perintahnya pada asisten kesetiaannya.


Di area pesta terlihat Alex dan Arsenio saling bertukar pandangan dan tatapan tajam. Tanpa mereka sadari sebagian besar para tamu di pesta itu adalah anak buah Inder. Anak buah Inder melakukan serangan mendadak ke arah Arsenio dan Alex. Arsenio dan Alex langsung menghindar dan mengeluarkan pistolnya untuk saling menembak satu sama lain. Para anak buah Arsenio dan Alex juka ikut menyerang. Arsenio sudah merancang hal ini dari awal-awal. Dia sudah yakin jika hal ini pasti akan terjadi, begitupun dengan Alex.


Sial, rencana ku gagal. Alex

__ADS_1


Sudah ku duga! Arsenio


Para anggota Arsenio, Alex dan Inder saling tembak menembak. Alex masih berada di aula pesta itu, sedangkan Arsenio sudah pergi keluar untuk mencari Inder.


"Dor!" Arsenio menembakkan peluru ke arah rivalnya Inder, tetapi sayang peluru yang di lepaskan nya tak mengenai rivalnya itu. Inder yang mendapat serangan pun tak tinggal diam. Dia langsung segera membalas tembakan Arsenio.


"Tin." suara klakson mobil yang mengagetkan Arsenio. "Ayo masuk tuan!" ucap Axel kepada bosnya itu. Tanpa menunggu lama, Arsenio segera menaiki mobil itu. Mereka pergi dengan kecepatan tinggi dari tempat itu.


"Dor dor dor." tembakan tiga kali berturut-turut yang Inder layangkan ke mobil dan ban mobil yang di tumpangi oleh rivalnya Arsenio.


"Sial, bannya, ban anti peluru (ban mati)" umpat Inder frustasi.


Ternyata kau hampir sama dengan ku Arsenio, yang menggunakan mobil dan ban anti peluru untuk keselamatanmu. Batin Inder dengan mata tajam menatap kepergian mobil Arsenio.


"Cepat kejar mobil itu!" teriak Inder kepada puluhan anak buahnya. Mobil Arsenio di kejar dan di tembak oleh banyak anak buah Inder.

__ADS_1


"Dor." sebuah tembakan mengenai bahu Inder.


"Sialan!" umpat Inder kepada orang yang menembaknya. Inder langsung membalikan tubuhnya ke arah tembakan yang mengenainya.


__ADS_2