World Lion Mafia

World Lion Mafia
Tertangkap


__ADS_3

Tanpa sadar, kaki mungil itu menaiki lift dan tiba di lantai dasar. Tak kenal lelah, Laura terus melangkahkan kaki nya melihat pemandangan sekeliling nya. "Indah." satu kata yang keluar dari bibir mungil itu.


Tak terasa Laura sudah berada di depan perusahaan, tepat nya di depan jalan. Di seberang jalan Laura melihat banyak pedagang kaki lima yang berjualan. Makanan di depan bermacam ragam. Laura sedikit meneteskan air liur nya. "Enak banget seperti nya." ucap Laura pelan dengan mata yang memandang penjual martabak di depan nya.


Laura merogoh tas kecil nya lalu tersenyum ketika melihat beberapa lembar merah di dalam sana. Dengan penuh semangat dan senyum merekah, Laura pun melangkahkan kaki nya menyebrangi jalan lalu mendekat ke arah penjual martabak. "Martabak nya berapa Pak?" tanya Laura dengan sangat ramah di iringi senyum manis di wajah nya.


Penjual martabak itu terlihat kagum dengan penampilan dan sikap Laura. Laura bukan hanya terlihat cantik dan kaya, tetapi juga terlihat lembut dan kalem. "Perporsi nya 10 ribu mbak, mau berapa porsi?" tanya penjual martabak dengan senyum simpul yang ramah.

__ADS_1


"Buat tiga porsi ya pak, lain-lain saja rasa nya." ucap Laura sembari menunjuk rasa coklat, jagung, dan durian.


"Tunggu sebentar ya mbak, silahkan duduk dulu." ucap penjual martabak sembari menggeser kan kursi jualan nya pada Laura.


Laura pun menarik kursi itu ke dekatnya lalu segera duduk sembari berkata, "Terimakasih Pak." Senyum manis dan lembut itu tak luntur- luntur bagaikan matahari yang tak pernah redup. Wangi martabak itu masuk ke penciuman Laura, gadis itu semakin tak sabar ingin segera memakan martabak manis itu.


Mobil hitam yang sempat berhenti tadi kini mulai berjalan perlahan mendekati Laura. Dan ketika berada di depan Laura, tiba-tiba saja pintu tengah mobil itu terbuka dan menarik tubuh Laura masuk ke dalam mobil. Tak ada yang tau jika Laura di paksa masuk. Di penglihatan orang-orang Laura sedang menaiki mobil pribadi nya.

__ADS_1


Setelah berhasil menarik Laura ke dalam mobil, pintu itu pun tertutup, dan dengan cepat mobil hitam itu pergi meninggalkan perusahaan raksasa milik Alex. Di Dalam mobil Laura membenarkan pakaian dan rambut nya yang berantakan di sebabkan tarikan pria yang berada di sebelah nya.


Laura belum sadar dengan orang yang menculik nya. Setelah selesai merapikan diri nya, Laura menolehkan wajah nya ke arah pria di sebelah. "Deg!" nafas ngos-ngosan berhenti sesaat, jantung nya seakan berhenti berdetak, mata cantik nan indah itu membulat sempurna melihat pria kejam di sebelah nya. Habisl ah dia kali ini. Arsenio berhasil menangkap nya.


Mata indah Laura beradu tatap dengan mata tajam Arsenio. Hawa dingin mulai menyelimuti mobil itu. Bulu kuduk Laura mulai merinding tetapi gadis itu enggan menyentuh nya di sebab kan takut dengan pria yang berada di sebelah nya. "Apakah kau sudah puas dengan kebebasan mu?" ucap Arsenio dengan nada dingin dan wajah datar nya. Kali ini nada bicara itu berbeda dengan nada bicara biasa nya.


"Glek." Laura menelan liur nya dengan susah payah.

__ADS_1


__ADS_2