
Akhirnya Inder dan Sela memulai kegiatan olahraga nya. Mereka saling membalas dan menyerang. Sela benar-benar sangat lihai, agresif dan beringas di atas ranjang. Arsenio tersenyum dengan keliaran Sela. Semakin lama pertempuran itu semakin dahsyat. Suara jelek nan mengerikan Sela memenuhi ruangan itu. Inder tersenyum bangga dengan keahlian, kelincahan, dan tenaga bantengnya. Dia Benar-benar membuat Sela tak bisa berkata-kata.
Aku suka dengan gayanya. Akan ku pastikan. Dia akan menjadi penghangat ranjangmu. batin Inder tersenyum devil dengan mata tajam yang memperhatikan ekspresi keenakan Sela. Beberapa jam telah berlalu, Sela kalah dalam pertempuran. Kembaran bunga bangkai itu terkapar lemas, bahkan nyaris pingsan di sebabkan ulah Inder. Inder dan Arsenio benar-benar jago dalam bertempur. Kira-kira, Alex jago bertempur juga tidak ya.
Setelah selesai dengan urusan nya. Inder segera membersihkan dirinya lantaran jijik telah menyentuh wanita jal*ng itu. Setelah selesai mandi, Inder mengenakan handuk di pinggangnya dengan rambut yang basa. Inder berhenti sejenak di ambang pintu menatap Sela dengan mata tajamnya. Senyuman hina Inder tercurah untuk Sela.
__ADS_1
Tak ingin berlama-lama, mafia kejam itu segera mengenakan pakaiannya lalu pergi meninggalkan Sela yang tertidur pulas. "Hm,,," desah Sela mulai bangun dari tidurnya. Wanita licik itu mengusap kelopak matanya lalu mendudukkan tubuh sexy nya. Dia mengeratkan selimut tebal di tubuh polosnya. Samar-samar, Sela tersenyum senang mengingat perperangan nya dengan Inder. "Baru kali ini aku sampai ketiduran. Biasanya aku selalu kuat walaupun berperan berjam-jam. Sepertinya akan lebih seru jika aku sering berperang dengannya." ucap Sela sembari membayangkan wajah Inder yang menggempur nya dengan bom.
Inder dan Sela sama-sama saling memanfaatkan, cuma mereka tidak sadar saja dengan lawan masing-masing. Suhu vc ahli, siapakah yang akan menang?
Setelah selesai dengan hayalan jeleknya, Sela segera membersihkan tubuhnya lalu menyiapkan dirinya. Setelah selesai berpakaian dan bermake-up, Sela segera pergi meninggalkan mansion itu. Mobil mahal Sela masih terlihat di halaman luas mansion itu. Tanpa Sela sadari, Inder memperhatikan mobilnya dari atas balkon. Senyum devil itu terus terpampang.
__ADS_1
"Menarik sekali..." ucap Alex ketika mendengar informasi tentang Inder. "Ada apa gerangan sih bedeb*h itu datang ke negara ini?" ucap Alex dengan senyum yang sama.
"Pasti dia merencanakan sesuatu Tuan." ucap Vino mencoba mengingat kan Alex.
"Tentu, siapa yang tak tau dengan kelicikan mafia gila itu." ucap Alex dengan tangan yang memegang setusuk buah. "Berhati-hati lah Vino, aku yakin, pasti akan banyak kekacauan yang akan di buatnya." cetus Alex lalu memasukkan sesuap buah ke dalam mulutnya. "Makanlah." ucap Alex sembari memberikan potongan buahnya untuk Vino. Tanpa penolakan dan rasa jijik, Vino segera memakan buah itu. Sedangkan Alex memiliki pergi menuju kamarnya.
__ADS_1
Setelah sampai di kamar, Alex langsung membersihkan dirinya lalu mengenakan baju tidurnya. Alex berbaring sembari memandang bulan melalui dinding kaca kamarnya. Mata itu terlihat kosong ketika mengingat Gadis yang di cintai nya. Hatinya benar-benar patah bahkan hancur di sebabkan ulah Arsenio yang menikahi kekasihnya. Alex tidak ikhlas dengan semuanya. Dia berjanji pada dirinya sendiri, bahwa ia akan merebut wanitanya kembali. Hm! sejak kapan Laura menjadi wanita nya? gila, Alex sudah gila.