World Lion Mafia

World Lion Mafia
Penyiksaan Sela


__ADS_3

Axel melepaskan rengkuhannya ketika Meme sudah berdiri secara sempurna. Pria berwajah datar nan dingin itu diam dengan nafas teraturnya. "Seharusnya aku yang bertanya kepada mu, sedang apa kau di sini?" tanya Axel mengintrogasi Meme yang tertangkap basa menguping pembicaraan nya dengan Arsenio.


"Ti-tidak, aku tidak ngapa-ngapain di sini." ucapnya dengan sangat gugup. Pandangan matanya sengaja ia alihkan melihat ke arah kakinya.


Dengan kasar Axel mengangkat dagu Meme agar menatap matanya. "Jangan coba-coba membohongi ku." ucapnya dingin membuat tubuh Meme merinding.


"Lepaskan aku!" bentak Meme menghempas kan tangan kekar Axel dari dagunya. Meme segera melangkahkan kakinya menuju pintu, tetapi sayang, Axel segera menangkap tangannya dan tak akan melepaskan nya.


"Jangan mencoba lari dari masalah." bisiknya dengan dingin tepat di telinga Meme.

__ADS_1


"Lepaskan aku!" matanya dengan satu tangan yang terus memukul dada keras Axel. Pukulan itu tak berasa apa-apa di dada bidang Axel. Bahkan pukulan itu lebih pelan dari sebuah pijatan lulur. "Kau harus di beri pelajaran karena telah berani menguping." ucapnya dingin membuat Meme semakin ketakutan. Dengan paksa Axel membawa Meme ke suatu tempat. Tak tau kemana pria dingin itu membawanya.


***


Di ruang bawah tanah terlihat Sela berteriak kesakitan di sebabkan Arsenio yang terus menyiksanya. "Beraninya kau menjual istriku! rasakan ini! gara-gara kau ginjal istriku tinggal satu!" bentaknya dengan amarah yang menggebu-gebu. Arsenio terus menyiksa Sela dengan cara mencambuk tubuhnya.


Arsenio yang sudah hilang kendali menarik tangan Sela untuk masuk ke bak mandi yang berisikan air panas. Tak hanya itu, dia memberikan sayatan-sayatan kecil di tubuhnya sehingga Sela mendapatkan rasa sakit yang berlipat-lipat. "Arg, sakit!" teriaknya kesakitan sembari mencoba keluar dari bak air panas itu. Arsenio tak membiarkan wanita itu lari dari hukumannya. Dengan cepat, dia mendorong tubuh Sela hingga tubuh itu berbaring di bak air panas. Sela benar-benar merasakan sakit yang sangat di sebabkan hampir seluruh tubuhnya melepuh.


Beberapa menit menunggu, akhirnya Arsenio mengeluarkan tubuh yang hampir matang itu. Sela menangis menahan sakit di sekujur tubuhnya Dia sudah tak bisa berkata apa-apa di sebabkan tubuhnya yang sakit. Yang bisa dia lakukan hanya menangis dan menyesal atas semua yang telah ia lakukan. Satupun tak yang ia dapatkan dari semua ambisi nya.

__ADS_1


Jangankan kejayaan, Alex dan Inder saja tak bisa ia kuasai hatinya agar menjadi wanita terkaya di dunia. Terkena penyakit menular hingga di siksa membuatnya pasrah akan semuanya. Dia juga sudah pasrah jika nanti Arsenio ingin membunuh nya.


Tuhan, aku ingin berubah, maka tolong, selamatkan lah aku. batinnya penuh harap lalu perlahan mata sembab itu menutup matanya dengan sempurna. Sela pingsan karena tak tahan dengan semua rasa sakit di sekujur tubuhnya.


Arsenio yang melihat Sela sudah pingsan segera memerintahkan para anak buahnya untuk mengurung Sela kembali. Setelah selesai dengan urusan nya, Arsenio pergi meninggalkan tempat penyiksaan itu menuju tempat dimana istrinya berada.


***


Di kediaman Alex, terlihat seorang menyelinap ke kamar Karina. Pria itu berjalan mendekati Karina yang tengah tertidur. Dan dengan cepat, Pria itu membekap hidung dan mulut Karina dengan obat bius. Awalnya Karina terbangun dan melawan, tetapi semuanya sisa-sisa, dia sudah terlanjur menghirup bau bius itu. Setelah memastikan Karina benar-benar pingsan, Pria itu segera menggendong dan membawa pergi tubuh karina secara diam-diam.

__ADS_1


__ADS_2