
Di taman belakang, Axel dan Meme bisa merasakan kedatangan seseorang. Suara ketukan sepatu itu terdengar sangat kuat dan jelas seakan ada sesuatu yang terjadi. Axel segera memalingkan wajahnya melihat ke asal suara. Wajah datar itu terus memperhati kan bawahannya yang terus mendekat ke arahnya. "Ada apa." tanya Axel dengan suara bariton nya.
"Tuan, huh, huh." ucap pria itu dengan nafas yang tak beraturan. Meme menghentikan kegiatan mencabut rumputnya dan mencoba menguping pembicaraan dua orang yang tak jauh darinya.
"Katakan dengan jelas." ucap Axel dengan tegas.
"Ada penyusup di ruang bawah tanah tuan. Tuan muda dan beberapa orang lainnya sedang berkelahi." ucap pria itu membuat Axel memelotot kan matanya marah. Tanpa memperdulikan Meme, Axel segera pergi menuju ke ruang bawah tanah. Diam-diam, Meme mengikuti langkah Axel dan anak buahnya.
"Tuan." panggil Axel yang baru saja tiba di ruang bawah tanah itu. Arsenio dan semua orang yang berada di sana, hanya melihatnya sekilas lalu melanjutkan acara mukul- memukul nya. Di saat Axel ingin membantu Arsenio menyerang Alex, dengan cepat Lucy menghadang dan memukulnya. Dan terjadi pukul memukul antara Lucy dan Axel.
***
Laura yang bosan di dalam kamarnya, mencoba turun dari ranjang sembari lalu berjalan menuju ke luar kamar. Matanya mengendar mencari keberadaan suaminya. Samar-samar mata indah Meme melihat sosok wanita yang tak lain ialah sahabatnya.
__ADS_1
"Meme." teriak Laura memanggil Meme.
"Laura." ucap Meme mengalihkan pandangannya menatap Laura. Laura dengan cepat berjalan ke arah Meme lalu segera melepaskan kerinduan nya. "Laura aku merindukan mu, hiks." tangisnya pecah di pelukan Laura.
"Usttt, aku baik-baik saja kok." ucapnya sembari mengelus punggung bergetar Meme.
"Maafkan aku yang tak bisa menjagamu." ucap Meme lagi yang di angguki Laura.
"Ayo Laura." ajak Meme dengan cepat menarik tangan Laura. Dengan keadaan terburu-buru, mereka memasuki kawasan ruang bawah tanah. Dan betapa paniknya mereka melihat perkelahian di sana. Laura kaget melihat suaminya dan orang yang dia kenal berkelahi.
Mata indah itu melirik ke arah dua gadis yang berada di pojok. "Karina." dengan cepat Laura berlari ke arah Karina. Tangis Laura pecah ketika semua orang yang di kenalnya saling memukul. "Ada apa ini, hiks." tangisnya sembari melihat perkelahian suaminya.
"Lucy." ujarnya pelan melihat Lucy yang dengan lincah nya menyerang kaki tangan kesetiaan suaminya itu.
__ADS_1
"Vino, bawah perempuan itu pergi." teriak Lucy di tengah keriuhan. Vino yang berhasil melumpuhkan lawannya segera mengaman kan para wanita termasuk Meme. Laura enggan ikut. Dia masih sibuk memperhatikan suami nya yang masih bertengkar. Alex lelah melawan ketangkasan Arsenio. Lucy yang peka akan hal itu segera mendorong Axel ke arah Arsenio. Kini Lucy menggantikan posisi Alex.
"Pergilah." ucapnya dengan tegas dengan tangan yang cepat menangkis serangan dua pria di depannya.
"Tidak." ucap Alex segera mengeluarkan pistolnya lalu menembak Arsenio, tetapi sayang, tembakannya meleset.
"Akh." teriak Laura repleks menutup telinganya.
"Laura." panggil Lucy menoleh sesaat. Karena hal itu membuat wajahnya mendapat satu pukulan. "Kurang aj*r kau!" bentak Lucy membalas pukulan Arsenio. Lucy yang emosi mengeluarkan semua tenaganya menendang dan memukul Arsenio dan Axel.
"Laura ayo ikut aku." ucap Alex sembari memegang lengan Laura.
"Tidak." ucapnya memberontak.
__ADS_1