
Di kamar, terlihat Laura mulai sadar dari pingsannya. Tangan yang yang menempel jarum impus itu, perlahan menyentuh kepalanya yang terasa pusing. Laura belum tersadar sepenuhnya. Sayup-sayup Laura melihat ruangan di sekililing nya. Tempat itu terlihat sangat asing. Dimana lagi kini dirinya berada, itulah yang mungkin di fikiran nya.
Dengan tubuh yang lemah, Laura mencopot jarum impus di tangannya. Dara terlihat menetes dari sana. Dengan jalan yang tak seimbang, Laura keluar dari kamar sepi nan asing itu. Di sepanjang ruangan dan lorong, Laura tak mendapat kan satupun orang yang lewat ataupun beraktivitas. Rumah itu sudah seperti rumah yang tak berpenghuni. Laura terus melangkah kakinya tanpa arah, dia mencoba mencari jalan keluar dari rumah itu. Dia tak tau jika dirinya sedang berada di mansion Alex.
Sayup-sayup Laura mendengar dua bodyguard sedang berjalan sembari mengobrol. Tidak tau mau kemana mereka. Laura segera bersembunyi di balik tembok. Setelah merasa dua bodyguard itu pergi, Laura keluar dari persembunyian nya lalu segera mungkin meninggalkan tempat itu.
Beberapa menit mencari jalan keluar, akhirnya Laura berhasil keluar dari rumah hantu itu. Senyum lemah terbit begitu saja ketika Laura mendapatkan gerbang rumah itu yang tak ada penjaganya.
__ADS_1
Tubuh lemah itu kini mulai sedikit bertenaga. Langkah lambat mulai berubah sedikit cepat. Laura terus berjalan mengikuti jalan meninggalkan mansion Alex. Tanpa sadar, ada sepasang mata yang mengintainya. Orang itu tersenyum jahat ketika mangsanya datang sendiri. "Bagus, wanita pintar!" ucap bibir berlipstik merah tebal itu. "Tangkap wanita itu!" perintah wanita yang saat ini duduk di kursi penumpang.
"Baik Nona." ucap para anak buahnya lalu segera menangkap Laura lalu membawanya kedalam mobil.
"Lepaskan aku! siapa kalian!" teriak Laura memberontak dan menendang-nendangkan kakinya.
"Diam!" bentak pria berbadan kekar yang menggenggam tangannya dengan kuat.
__ADS_1
Mulut Laura di bekap dengan kain, tangan dan kakinya di ikat dengan sangat kuat sehingga kulit itu lecet dan memerah. Laura hanya bisa mengeluarkan air matanya tanpa mengeluar kan suara.
Mobil yang di tumpangi Laura dengan mobil wanita yang menculiknya berbeda. Setelah berhasil menangkap Laura, mobil wanita jahat itu segera pergi meninggalkan mobil anak buahnya.
***
Di mansion, Alex mendapat info dari anak buahnya bahwa Laura pergi meninggalkan mansion. Rahang Alex semakin mengeras ketika tau Laura di culik seseorang. Dengan cepat, Alex menggerakkan semua anak buahnya untuk mengejar mobil yang di tumpangi Laura. Alex dan Vino berada di barisan paling depan. Terjadilah kejar-kejaran di jalan besar. Suara tembakan terdengar sangat mengeringkan. Alex mengeluarkan separuh tubuhnya di jendela mobil. Dengan cepat, Alex mengeluarkan semua pelurunya pada mobil di depannya.
__ADS_1
Di mobil depan terlihat Sela mengumpat ketika salah satu mobil anak buahnya tertembak dan tertangkap. Untung saja wanita licik itu sudah memindahkan Laura kedalam mobilnya. Dengan kecepatan tinggi, mobil Sela menembus jalan raya yang sangat ramai Hal itu membuat Alex dan anak buahnya kesulitan mengejar penculik Laura.
"Sit, sial!" bentak Alex sembari memukul dasboard mobil. Sela tersenyum senang karena telah berhasil menghindar dari kejaran Alex.