World Lion Mafia

World Lion Mafia
Berhasil membawa Laura kembali


__ADS_3

Tanpa menunggu lama Axel menelpon orang suruhannya sekaligus anak buahnya untuk menculik dan membawah Laura kembali kedalam mansion miliknya itu.


Kasihan sekali Laura, baru juga menghirup udara segar dan mendapat kebebasan, eh..tau-tau Arsenio sudah tau keberadaannya dan tidak membiarkan hal itu berjalan cukup lama! Anak buah Arsenio bergerak begitu cepat, mereka sedang mengincar Laura di rumahnya bu Yasmin.


Ada beberapa orang yang tidak ada habis habisnya berlalu lalang, sepertinya mereka adalah orang yang berbeda? atau mungkin mereka orang yang sama, tetapi penampilan dan pakaiannya saja yang berbeda. Mungkin mereka mempunyai pakaian ganti.


Tak lama terlihat Laura keluar lalu menyiram bunga di depan rumah. Tak ada rasa curiga sedikitpun yang di rasakan Laura. Dia terus saja fokus kepada bunga yang akan ia siram.


"Waktunya!." ucap salah satu bawahan Arsenio menggunakan mikcropon dan handsate kecil yang tertempel di baju mereka.


"Baik!" balas pria itu kepada pria pertama.


Suasana di komplek itu sedang mendukung, bahkan tidak ada satu rumah pun yang menggunakan cctv di depan rumahnya, sehingga hal itu lebih memudahkan bawahan Arsenio untuk menculik dan membawah Laura kembali ke mansion Arsenio.

__ADS_1


"Siapa kalian!" ucap Laura panik melihat dua pria berbaju hitam mulai mendekat dan menarik tangannya.


"Cepat bekap mulutnya!" perintah salah satu pria berbaju hitam itu. Akhirnya Laura pun pingsan di sebabkan menghirup bius yang di berikan kepadanya.Tanpa menunggu lama, Para pria berbaju hitam itupun langsung segera memapa dan memasukkan tubuh Laura ke dalam mobil hitam yang sudah di ancang untuk menjemput mereka.


"Hallo tuan." ucap salah satu pria yang menculik Laura.


"Bagaimana." tanya Axel pada intinya di ujung telepon.


"Kami sudah berhasil menculik gadis ini tuan, sekarang dia sedang tertidur karena kami bius." ucap pria itu menjelaskan sedikit informasi.


Axel yang mendapat kabar dari anak buah suruhannya pun langsung segera memberitahukan informasi ini kepada Arsenio. "Tuan." ucap Axel pada Arsenio yang sedang menikmati secangkir kopi.


"Hmm." menjawab dengan deheman dinginnya.

__ADS_1


"Anak buah kita telah berhasil membekap dan membawah Nona tuan, sekarang mereka sedang berada dalam perjalanan." ucap Axel menjelaskan.


"Bawah gadis itu kemari!" perintah Arsenio sembari meneguk kopi hangatnya lagi.


"Baik tuan." ucap Axel dengan kepala mengangguk sekilas.


Setelah lama menunggu, akhirnya Laura sampai juga di mansion milik Arsenio. Gadis itu sedang berbaring di sopa di mana Arsenio berada. "Bangunkan dia!" perintah Arsenio kepada Axel.


"Baik tuan." ucap Axel sembari menuangkan sedikit air ke tangannya, lalu ia memercikkan air itu ke wajah milik Laura. Sepertinya Axel masih memiliki belas kasihan ya, makanya dia memilih memercikan air ke wajah Laura, padahal dia bisa menyiram Laura dengan semua air yang ia pegang. Salut sama Axel.


Laura yang merasa ada sesuatu yang mengenai wajahnya langsung segera mengerjap kan dan membuka matanya dengan sempurna. Dia memegang kepalanya yang sedikit nyeri dan pusing. "Di mana ini?!" ucapnya setengah sadar.


"Kau sudah bosan hidup!" ucap Arsenio dengan suara khasnya yang dingin dan arogan.

__ADS_1


"Deg." Laura langsung membulatkan matanya dengan sempurna ketika melihat dan mendengar suara pria yang pernah menculiknya.


__ADS_2